Tuesday, 17 January 2017

Taksonomi Marzano



Taksonomi Marzano
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
taksonomi marzano

Taksonomi Marzano diusung oleh seorang peneliti pendidikan terkemuka bernama Robert Marzano (2001). Beliau mengusulkan apa yang disebut sebuah taksonomi baru dari tujuan pendidikan. Taksonomi ini dikembangkan untuk menjawab keterbatasan dari taksonomi Bloom yang telah digunakan secara luas. Dengan kata lain, Robert Marzano menstruktur dan mengkonsep ulang hirarki Bloom menjadi 6 kategori yang berbeda pada ranah kognitif.
Taksonomi Marzano menggabungkan dasar-dasar dari tingkat berfikir para proses kognitif dan proses metakognitif, sebagaimana konsep-konsep tersebut berhubungan dengan manfaatnya, motivasinya, dan emosi sebagai pendukung.
Berikut enam level yang dikemukakan dalam taksonomi Marzano, antara lain:
Sistem
Level
Deskripsi
Kognitif
Retrieval (pengetahuan)
Prosedur dari proses pengetahuan, mengingat kembali atau melakukan.
Comprehension (pemahaman)
Proses dari urutan atau struktur pengetahuan, langkah-langkah dan gambarannya secara mendasar untuk pemahaman dasar atau pemahaman awal.
Analysis (analisis)
Proses mengakses dan menguji pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaan, serta mendiagnosa kesalahan.
Utilization (penggunaan)
Proses penggunaan pengetahuan, menyikapi, memecahkan masalah, merencanakan investigasi, merencanakan keputusan, dan mengaplikasikan.
Metakognitif
Metakognisi
Proses untuk memonitor apa dan bagaimana pengetahuan bisa dimengerti, serta pengujian secara sadar terhadap proses-proses kognitif untuk melihat apakah proses tersebut mempengaruhi tujuan yang akan dicapai.
Self-system
Self
Proses mengidentifikasi respon atau rangsangan emosi, melatih persepsi, motivasi, dan manfaatnya terhadap pengetahuan awal.

Taksonomi Marzano bergerak (1) dari cara sederhana ke proses yang lebih lengkap baik informasi atau prosedur-prosedurnya, (2) dari kesadaran yang kurang ke kesadaran yang lebih terkontrol terhadap proses pengetahuan dan bagaimana menyusun serta menggunakannya, dan (3) dari kurangnya keterlibatan personal atau komitmen ke kepercayaan yang besar secara terpusat dan refleksi dari identitas seseorang.
Enam level taksonomi Marzano juga berinteraksi dengan apa yang disebut Robert Marzano “tiga pengetahuan awal”, yakni:
1. Informasi, mencakup kosa kata, isi secara lengkap, atau prinsip.
2. Prosedur mental, mencakup mengklarifikasikan secara umum dan memonitor metakognitif.
3. Prosedur psikomotor, mencakup keahlian dan kecakapan atau penampilan.
Berikut contoh taksonomi Marzano:
Level
Pengetahuan Awal
Contoh
Retrieval (pengetahuan)
Informasi
Siswa mengetahui pembagian langsung.
Prosedur mental
Siswa mengetahui dasar dari pembagian dengan ingatan yang bagus dan latihan yang teratur.
Prosedur psikomotor
Siswa dapat menggunakan algoritma pembagian.
Comprehension (pemahaman)
Informasi
Siswa dapat menerangkan bagaimana pembagian  yang pembaginya lebih besar dari pada yang dibagi
Prosedur mental
Siswa mengetahui bahwa permasalahan pembagian seperti pecahan lebih baik dipahami secara visual atau melalui contoh-contoh untuk menerangkan antara yang satu dengan lainnya.
Prosedur psikomotor
Siswa dapat memecahkan permasalahan pembagian dari masalah pecahan dengan algoritma membalikan dan mengalikan.
Analysis (analisis)
Informasi
Siswa dapat mendiagnosa apa kesalahan yang mereka buat dan koreksi seperti apa yang dibutuhkan.
Prosedur mental
Siswa dapat mengidentifikasi jenis pemikiran seperti apa yang perannya penting terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi
Prosedur psikomotor
Siswa dapat memperluas strategi pemecahan masalah dari kasus dan menuliskannya sebagai intruksi awal.
Utilization (penggunaan)
Informasi
Siswa dapat memecahkan masalah-masalah yang telah lalu dan kemudian menunjukan aplikasinya.
Prosedur mental
Siswa menyikapi persamaan dan perbedaan antara masalah-masalah, menanyakan informasi baru.
Prosedur psikomotor
Siswa mempertimbangkan kesamaan-kesamaan dengan masalah lain dan menduga apa solusi yang pantas sebelum mengadopsi suatu strategi atau algoritma.
Metakognisi
Informasi
Siswa mengumpulkan tujuan-tujuan untuk mencapai sasaran.
Prosedur mental
Siswa mengenal perbedaan antara penggunaan algoritma dan memiliki strategi.
Prosedur psikomotor
Siswa melakukan perhitungan dengan penaksiran mereka sendiri.
Self
Informasi
Siswa menguji kemampuan diri.
Prosedur mental
Siswa memeriksa motivasi terhadap tingkah laku mereka.
Prosedur psikomotor
Siswa dapat mengidentifikasi emosi atau motivasi yang menghambat pembelajaran dan menemukan cara untuk mengatasinya.

Referensi
Marzano, R. J., dkk. (2001) Classroom Instruction that Works. New York: McREL.


EmoticonEmoticon