Thursday, 22 December 2016

Engklek



Engklek
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Engklek merupakan suatu permainan tradisional lompat-lompatan dengan satu kaki pada bidang datar yang digambar di atas tanah. Bidang datar tersebut berbentuk kotak-kotak. Permainan engklek biasanya dimainkan oleh anak perempuan di halaman rumah atau sekolah. Sebelum memulai permainan, kita harus menggambar kotak-kotak bidang permainan terlebih dahulu. Gambar ini biasanya dengan menggunakan genteng atau kapur tulis. Kotak-kotak bidang permainan yang digambar pun bervariasi, seperti berikut:

permainan tradisional engklek
Permainan ini mempunyai banyak nama atau istilah lain seperti teklek, ingkling, pecle, ciplak gunung, sundamanda, jlong jling, lempeng, dampu, gedrik, gejring, dan lain sebagainya. Istilah yang disebut memang beragam, namun permainan yang dimainkan tetap sama. Permainan ini tersebar di berbagai wilayah nusantara seperti Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi dengan sebutan istilah yang beragam.
Terdapat dua versi asal muasal dari permainan tradisional engklek ini. Pertama permainan ini diduga berasal dari Belanda yang disebut zondag-maandag dan menyebar ke nusantara pada zaman kolonial. Sedangkan versi kedua menyebutkan bahwa permainan ini berasal dari Hindustan.
Permainan ini sangat sederhana, cukup melompat menggunakan satu kaki pada setiap petak-petak yang telah digambar. Untuk dapat bermain, setiap anak harus memiliki kereweng atau gacuk yang biasanya berupa pecahan genting, keramik lantai, atau batu datar. Gacuk dilempar kesalah satu petak yang tergambar di tanah, petak yang ada gacuknya tidak boleh diinjak oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak selanjutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada. Saat melempar gacuk tidak boleh melebihi kotak yang telah disediakan. Jika melebihi maka dinyatakan gugur dan diganti dengan pemain selanjutnya. Pemain yang menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu melamparkan gacuk dengan cara membelakangi bidang permainan. Jika pas pada petak yang dikehendaki maka petak itu akan menjadi “rumah” nya. Artinya di petak tersebut pemain yang bersangkutan dapat menginjak petak tersebut dengan dua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. Peserta yang memiliki “rumah” paling banyak adalah pemenangnya.
Berikut dijabarkan cara bermain engklek, sebagai berikut:
1. Pemain nomor urut pertama memulai permainan dengan melempar gacuk ke petak pertama. Jika lemparannya meleset, maka ia tidak dapat meneruskan permainan dan menunggu nomor urut terakhir menyelesaikan permainan.
2. Jika berhasil, maka dia meloncat dengan satu kaki ke petak dua, kemudian ke petak tiga. Pada kotak yang berpasangan dia boleh menginjakan kedua kakinya. Dari lingkaran, dia memutar badan, kemudian meloncat-loncat kembali seperti sebelumnya.
3. Pada petak dua dia memungut gacuk, loncat ke petak satu dan terus keluar.
4. Selanjutnya dia melempar gacuk ke petak dua, kemudian meloncat-loncat kembali ke kotak yang kosong (tidak ada gacuknya), seperti yang dilakukan sebelumnya pada saat gacuk ada di petak pertama.
5. Apabila seorang pemain gagal melempar gacuk pada petak yang seharusnya, menginjak petak yang ada gacuknya atau menginjak diluar petak atau malah terjatuh, maka pemain tersebut tidak dapat meneruskan permainan dan menunggu nomor urut terakhir menyelesaikan permainan.
6. Seseorang dianggap telah menyelesaikan permainan apabila dia telah melempar gacuk ke dalam lingkaran dan bisa meloncati semua petak sampai ke petak pertama dengan selamat.
7. Pemain ini kemudian akan membelakangi bidang permainan dan melempar gacuk ke sembarang petak. Petak tersebut akan menjadi “rumah” yang bisa diinjak dengan dua kaki oleh pemiliknya dan tidak boleh sama sekali diinjak oleh pemain lain selama permainan.
8. Pemain yang memiliki “rumah” paling banyak, dialah pemenangnya.
Berikut manfaat bermain engklek bagi anak, diantaranya:
1. Melatih kemampuan fisik anak karena dalam permainan engklek anak harus melompat-lompat.
2. Mengasah kemampuan bersosialisasi dengan orang lain dan mengajarkan rasa kebersamaan.
3. Belajar mentaati suatu peraturan yang dalam hal ini peraturan permainan engklek itu sendiri.
4. Mengembangkan kecerdasan logika anak, dengan berhitung dan menentukan langkah-langkah yang harus dilewatinya.
5. Anak menjadi kreatif karena pada permainan engklek menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan, seperti pecahan genting, keramik, atau batu.

permainan tradisional engklek


permainan tradisional engklek
Gambar Anak Bermain Engklek


EmoticonEmoticon