Thursday, 29 December 2016

Konsep 3-R, 4-R, atau 5-R dalam Pengelolaan Sampah



Konsep 3-R, 4-R, atau 5-R dalam Pengelolaan Sampah
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Konsep yang dapat diterapkan dalam pengelolaan sampah yakni menerapkan konsep 3-R, 4-R, atau 5-R. Pengelolaan sampah 3-R merupakan konsep penanganan sampah dengan cara reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang sampah). Sedangkan konsep 4-R ditambah replace (mengganti) dan konsep 5-R ditambah dengan replant (menanam kembali). Konsep ini lebih jelasnya dijabarkan, sebagai berikut:
1. Reduce (mengurangi)
Prinsip reduce dilakukan dengan sebisa mungkin meminimalisir penggunaan barang atau material. Semakin banyak barang atau material yang digunakan, semakin banyak pula sampah yang dihasilkan. Berikut tindakan yang dapat dilakukan berkaiatan dengan program reduce sesuai dengan pandangan Suyoto (2008), antara lain:
a. Hindari pemakaian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
b. Gunakan kembali kemasan untuk fungsi yang sama atau fungsi lain.
c. Gunakan baterai yang dapat di charge kembali.
d. Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan.
e. Kurangi makanan kaleng/instant.
f. Kurangi pembelian barang sachet.
g. Beli barang dengan kemasan yang mudah didaur ulang.
h. Bawa tas belanja sendiri ketika belanja.
i. Tolak penggunaan kantong plastik.
j. Gunakan rantang/bisting untuk tempat makanan.
k. Pakai serbet/sapu tangan sebagai pengganti tisu.
2. Reuse (menggunakan kembali)
Prinsip reuse dilakukan dengan sebisa mungkin memilih barang yang bisa digunakan kembali dan menghindari pemakaian barang yang sekali pakai. Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum barang tersebut menjadi sampah. Berikut tindakan yang dapat dilakukan berkaitan dengan program reuse sesuai dengan pandangan Suyoto (2008), diantaranya:
a. Pilih produk dengan pengemas yang dapat didaur ulang.
b. Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill).
c. Kurangi penggunaan barang sekali pakai.
d. Plastik keresek digunakan untuk tempat sampah.
e. Kaleng/baskom besar digunakan sebagai pot bunga atau tempat sampah.
f. Gelas atau plastik digunakan untuk pot bunga atau kerajinan.
g. Bekas kemasan plastik tebal digunakan sebagai tas.
h. Styrofoam digunakan untuk alas pot atau lem.
i. Potongan kain digunakan untuk lap atau keset.
j. Kertas koran digunakan untuk pembungkus.
3. Recycle (mendaur ulang)
Prinsip recycle dilakukan dengan cara sebisa mungkin barang-barang yang sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang dapat didaur ulang. Maka, kita harus memilah penggunaan barang yang materialnya mudah didaur ulang. Sesuai dengan pendapat Suyoto (2008) tindakan yang dapat dilakukan berkaitan dengan program recycle, yakni:
a. Mengubah sampah plastik jadi souvenir.
b. Mengolah sampah organik menjadi kompos.
c. Mengolah sampah kertas menjadi sampah yang baru.
d. Mengolah sampah kaca menjadi kaca yang baru.
4. Replace (mengganti)
Prinsip replace dilakukan dengan cara lebih memperhatikan barang yang digunakan sehari-hari. Replace dapat dilakukan dengan cara mengganti barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Prinsip ini mengedepankan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti mengganti kantong plastik dengan tas belanja atau menghindari penggunaan styrofoam karena mengandung banyak zat kimia berbahaya dan sulit untuk terurai.
5. Replant (menanam kembali)
Prinsip replant dilakukan dengan cara membuat hijau lingkungan sekitar baik lingkungan rumah, sekolah, kantor, pertokoan, dan lahan kosong. Penanaman kembali ini sebagian menggunakan barang atau bahan yang diolah dari sampah, seperti penggunaan kaleng atau ember plastik untuk digunakan sebagai pot.
Pengelolaan sampah dengan konsep 3-R, 4-R, atau 5-R penting untuk dilaksanakan dalam rangka penanganan sampah secara efektif dan efisien terutama di perkotaan, sehingga diharapkan dapat mengurangi biaya penanganan sampah.



Referensi
Suyoto, B. (2008). Fenomena Gerakan Mengelola Sampah. Jakarta: PT Prima Infosarana Media.


EmoticonEmoticon