Saturday, 10 December 2016

Lompat Tali



Lompat Tali
Karya : Siti Putri Indriani

Lompat tali atau biasa disebut lompat karet adalah salah satu permainan tradisional yang populer pada tahun 70-an sampai 90-an. Karet yang digunakan berasal dari karet gelang kecil berwarna merah ataupun kuning. Permainan lompat tali ini dapat dimainkan secara individu maupun kelompok. Bermain secara individu minimal dimainkan oleh 3 orang ketika permainan akan menghasilkan pemenang, yaitu 1 orang bermain, 2 orang memegang ujung tali sebelah kanan dan kiri. Bisa pula dimainkan hanya satu orang dengan cara kedua tangan memegang ujung tali kemudian tangan diayunkan ke depan dan belakang melewati kepala dan kaki secara otomatis badan harus melompat yang biasa disebut dengan skipping. Sedangkan jika bermain secara berkelompok, kelompok satu dan lainnya bermain secara bergiliran.
Tali yang digunakan terbuat dari karet gelang yang diuntun menjadi berbentuk tali panjang. Gambar tali yang digunakan, sebagai berikut
lompat tali
Permainan lompat tali ini dilakukan dengan cara melompati tali yang banyak gradasi ketinggian, dari mulai tali yang di simpan di tanah hingga tali berada di atas sambil kita mengangkat tangan, kemudian dari lompatan yang statis yaitu hanya satu kali melompat hingga lompatan dinamis yaitu dilakukan dengan beberapa kali melompat. Sebetulnya lompat tali dapat dikatakan bermain sambil berolahraga dan baik bagi kesehatan anak.
Banyak manfaat yang didapatkan dari bermain lompat tali, diantaranya:
1.    Motorik Kasar
“Motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh, motorik kasar diperlukan agar anak dapat duduk, menendang, berlari, naik turun tangga dan sebagainya” (Sunardi dan Sunaryo, 2007: 113-114). Dalam permainan lompat tali seluruh tubuh anak digerakan dengan tumpuan terbesar adalah otot-otot kaki karena harus melompati tali dalam bermainnya.
2.    Ketelitian
Ketika melompat dibutuhkan ketelitian misalnya ketelitian dalam ketepatan melompat ketika melakukan permainan dinamis, anak harus mengikuti ritme ayunan tali yang dipegang temannya.
3.    Sosialisasi
Dalam bermain anak berinteraksi dengan teman-temannya,disini anak akan belajar menghargai orang lain, berempati, dan mengikuti aturan permainan dengan baik.
4.    Intelektual
Permainan lompat tali ini ada saatnya lompatan harus dihitung, hitungan anak harus tepat sehingga dibutuhkan pengetahuan anak dalam proses menghitung.
5.    Moral
Moral yang dibangun dalam permainan lompat tali adalah hasil menang atau kalahnya anak, mereka belajar menerima kenyataan dan bersikap sportif karena setiap permainan pasti ada yang kalah dan menang.
Berikut gambar-gambar anak sedang bermain lompat tali
anak bermain lompat tali

anak bermain lompat tali


anak bermain lompat tali

Daftar Pustaka
Sunardi dan Sunaryo. (2007). Mengelola Kurikulum pada Pendidikan Inklusi, Jakarta : Makalah Simposium dan Temu Ilmiah Nasional.


EmoticonEmoticon