Tuesday, 17 January 2017

Sifat-Sifat Cahaya



Sifat-Sifat Cahaya
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Cahaya adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia. Beberapa contoh sumber cahaya, meliputi matahari, lampu, dan api. Matahari merupakan sumber cahaya utama bagi manusia. Cahaya matahari menyinari bumi pada siang hari, sedangkan malam hari manusia memanfaatkan cahaya lampu atau cahaya dari api.
Cahaya memiliki sifat khusus yang disebut dengan sifat-sifat cahaya, sebagai berikut:
1. Cahaya merambat lurus
Sumber cahaya adalah semua benda yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Contoh sumber cahaya antara lain: matahari, bintang, api, lampu dan kilat. Salah satu sifat cahaya yaitu merambat lurus. Apabila kita memperhatikan cahaya matahari, maka akan tampak bahwa berkas cahayanya merambat dengan lurus. Cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan atau celah-celah rumah yang gelap akan tampak seperti garis-garis putih yang lurus. Dengan demikian, bila terhalang oleh tembok atau karton, berkas cahaya tidak dapat terlihat. Berkas cahaya yang merambat lurus dapat kita amati pada cahaya lampu mobil atau senter di malam hari, berkas cahaya yang berasal dari proyektor film yang dipancarkan ke arah layar, dan lain-lain.

sifat-sifat cahaya

Gambar Cahaya Merambat Lurus
2. Cahaya menembus benda bening
Berdasarkan dapat tidaknya meneruskan cahaya, benda dibedakan menjadi benda tidak tembus cahaya dan benda tembus cahaya. Benda tidak tembus cahaya tidak dapat meneruskan cahaya yang mengenainya. Apabila dikenai cahaya, benda ini akan membentuk bayangan. Contoh benda tidak tembus cahaya yaitu kertas, karton, tripleks, kayu, dan tembok. Sementara itu, benda tembus cahaya dapat meneruskan cahaya yang mengenainya. Contoh benda tembus cahaya yaitu kaca.

sifat-sifat cahaya

Gambar Cahaya Menembus Benda Bening
3.  Cahaya dapat dipantulkan
Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi apabila cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata. Pada pemantulan ini, sinar pantul arahnya tidak beraturan. Sementara itu, pemantulan teratur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang rata, licin, dan mengilap. Permukaan yang mempunyai sifat seperti ini misalnya cermin. Pada pemantulan ini sinar pantul memiliki arah yang teratur. Berikut merupakan gambar dari pemantulan baur dan pemantulan teratur.


sifat-sifat cahaya

Gambar Pemantulan Baur dan Pemantulan Teratur
Cermin merupakan salah satu benda yang memantulkan cahaya. Berdasarkan  bentuk   permukaannya  ada   cermin   datar  dan   cermin  lengkung.
Cermin lengkung ada dua macam, yaitu cermin cembung dan cermin cekung.
a. Cermin Datar
Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya datar dan tidak melengkung. Sifat bayangan pada cermin datar yaitu: 1) Ukuran (besar dan tinggi) bayangan sama dengan ukuran benda. 2) Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin. 3) Kenampakan bayangan berlawanan dengan benda. 4) Bayangan tegak seperti bendanya. 5) Bayangan bersifat semu atau maya. Artinya, bayangan dapat dilihat dalam cermin, tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar.

sifat-sifat cahaya

  Gambar Cermin Datar
b. Cermin Cembung
Cermin cembung yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya melengkung ke arah luar. Cermin cembung biasa digunakan untuk spion pada kendaraan bermotor. Bayangan pada cermin cembung bersifat maya, tegak, dan lebih kecil (diperkecil) daripada benda yang sesungguhnya.

sifat-sifat cahaya

 Gambar Cermin Cembung
c.  Cermin Cekung
Cermin cekung yaitu cermin yang bidang pantulnya melengkung ke arah dalam. Cermin cekung biasanya digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil dan lampu senter. Sifat bayangan benda yang dibentuk oleh cermin cekung sangat bergantung pada letak benda terhadap cermin. 1) Jika benda dekat dengan cermin cekung, bayangan benda bersifat tegak, lebih besar, dan semu (maya). 2) Jika benda jauh dari cermin cekung, bayangan benda bersifat nyata (sejati) dan terbalik.

sifat-sifat cahaya

       Gambar Cermin Cekung
4. Cahaya dapat dibiaskan
Apabila cahaya merambat melalui dua zat yang kerapatannya berbeda, cahaya tersebut akan dibelokkan. Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan. Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya merambat dari udara ke air. Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal. Misalnya cahaya merambat dari air ke udara. Contoh lainnya yaitu dasar kolam terlihat lebih dangkal daripada kedalaman sebenarnya. Gejala pembiasan juga dapat dilihat pada pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air. Pensil tersebut akan tampak patah.

sifat-sifat cahaya

  Gambar Pembiasan Cahaya
5.  Cahaya dapat diuraikan
Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna. Cahaya matahari yang kita lihat berwarna putih. Namun, sebenarnya cahaya matahari tersusun atas banyak cahaya berwarna. Cahaya matahari diuraikan oleh titik-titik air di awan sehingga terbentuk warna-warna pelangi.

sifat-sifat cahaya

 Gambar Penguraian Cahaya


EmoticonEmoticon