Tuesday, 17 January 2017

Sistem Pencernaan Manusia



Sistem Pencernaan Manusia
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Kesehatan manusia sangat dipengaruhi oleh pola makan sehari-hari. Agar manusia tetap sehat maka sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan seimbang. Seimbang mengandung arti (1) keseimbangan antara jenis-jenis makanan, dan (2) seimbang antara makanan yang dikonsumsi sesuai dengan jumlah kebutuhan.
   Proses pencernaan pada manusia merupakan suatu proses yang melibatkan
organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Proses pencernaan, organ-organ pencernaan, dan kelenjar pencernaan merupakan sistem. Sistem pencernaan berfungsi memecah bahan-bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap oleh sel-sel tubuh.
Saluran pencernaan atau alat-alat pencernaan manusia terdiri dari mulut (rongga mulut), tekak, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Penjabarannya sebagai berikut:
a.    Rongga Mulut
Pada rongga mulut makanan mulai dicernakan baik secara mekanis maupun secara kimiawi. Pencernaan secara mekanis dikunyah oleh gigi dan lidah. Pencernaan secara kimiawi dilakukan oleh kelenjar air ludah (glandula salivales).
b.   Lidah (Lingua)
Dalam proses pencernaan lidah mempunyai beberapa fungsi penting, yaitu (1) membantu mengaduk makan yang ada di dalam rongga mulut, (2) membantu mendorong makanan pada waktu menelan, (3) mempertahankan makanan agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat makanan dikunyah, (4) sebagai indra pengecap.
c.    Tekak (Faring)
Tekak (faring) merupakan bagian belakang mulut yang sekaligus merupakan bagian atas tenggorokan. Pada faring terdapat lubang yang terletak dibagian yang menuju tenggorokan. Lubang ini disebut glotis. Glotis mempunyai klep yang disebut epiglotis. Epiglotis bersifat lentur dan berfungsi untuk mencegah makanan masuk ke dalam saluran pernapasan. Hal tersebut dapat terjadi dengan cara epiglottis menutup saluran pernapasan sehingga  makanan masuk ke dalam kerongkongan. Panjang faring kira-kira 7 cm. Makanan yang sudah dicerna kemudian akan masuk ke dalam kerongkongan.
gambar struktur pencernaan makanan pada manusia
Gambar Struktur pencernaan makanan pada manusia
d.   Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Pada kerongkongan tidak terjadi proses pencernaan. Masuknya makanan dari kerongkongan ke lambung disebabkan oleh gerak peristaltik. Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot polos yang tersusun secara memanjang dan melingkar.
e.    Lambung (Ventrikel)
Lambung adalah bagian dari saluran pencernaan berupa kantung besar terletak  dalam rongga perut di sebelah bawah tulang rusuk terkhir agak ke kiri. Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi dengan bantuan enzim yang disebut pepsin. Pepsin berperan mengubah protein menjadi pepton. Saat terjadi proses pencernaan pada lambung, otot-otot dinding lambung berkontraksi. Hal tersebut menyebabkan makanan akan tercampur dan teraduk dengan enzim serta asam klorida. Secara bertahap, makanan akan menjadi berbentuk bubur atau kim. Kemudian, makanan yang telah mengalami pencernaan akan bergerak sedikit demi sedikit ke dalam usus halus.
Di dalam lambung terdapat asam klorida (HCl) atau getah lambung atau asam lambung yang menyebabkan lambung menjadi asam. Asam lambung dihasilkan oleh dinding lambung. Asam lambung memiliki beberapa fungsi berikut : antara lain  (1) mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung, misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin, (2) mengasamkan lambung  sehingga dapat membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung, (3) mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus dua belas jari, dan (4) merangsang sekresi getah usus.
f.     Usus Halus (Intestinum Tenue)
Usus halus bentuknya berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 8,25 meter, lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili berfungsi memperluas permukaan usus halus sehingga berpengaruh terhadap proses penyerapan sari makanan ke dalam peredaran darah. Usus halus terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: (1) usus dua belas jari (deudenum) panjangnya sekitar 0,25 m, (2) usus kosong (yeyenum) panjangnya sekitar 7 m, dan (3) usus penyerapan (ileum) panjangnya sekitar 1 m. Pencernaan yang terjadi di dalam usus halus bersifat pencernaan kimiawi. Di dalam usus halus terdapat vili yang berfungsi menyerap sari-sari makanan.. penyerapan terdapat bagian yang di sebut vili. Vili banyak mengandung pembuluh darah sebagai sarana transportasi. Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Molekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asam amino. Molekul lemak dicerna menjadi molekul gliserol dan asam lemak.  Getah pankreas yang berasal dari pankreas mengalir melalui saluran pankreas masuk ke usus halus. Dalam getah pancreas terdapat tiga macam enzim, yaitu lipase yang membantu dalam pemecahan lemak, tripsin membantu dalam pemecahan protein, dan amilase membantu dalam pemecahan pati.
1)   Penyerapan Karbohidrat.
Karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida. Monosakarida yang sangat penting adalah glukosa. Glukosa disalurkan ke seluruh tubuh yang membutuhkan melalui peredaran darah untuk dioksidasi sehingga menghasilkan energy guna melakukan aktivitas hidup. Kelebihan glukosa diubah menjadi glikogen sebagai cadangan energi.
2)   Penyerapan Protein.
Protein diserap dalam bentuk asam amino oleh kapiler darah usus. Dari usus, asam amino diangkut ke hati dan di dalam hati asam amino akan diubah sesuai dengan kebutuhan.
3)   Penyerapan Lemak
Lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserin.Asam lemak dan gliserin diserap oleh pembuluh kil. Mekanisme penyerapan lemak adalah sebagai berikut.
a)    Asam lemak direaksikan dengan asam karbonat membentuk senyawa sabun yang diserap oleh sel jonjot usus.
b)   Gliserin diserap oleh sel jonjot usus.
c)    Di dalam sel jonjot usus dilepaskan asam karbonat sedangkan asam lemak dan gliserin membentuk lemak. Kemudian lemak diangkut oleh pembuluh kil menuju ke vena bawah selangka.
g.    Usus Besar (intestinum Crassum)
          Usus besar terdiri atas usus tebal (kolon) dan poros usus (rektum).Makanan yang kita makan tidak semuanya diserap oleh ileum. Makanan yang tidak diserap ini akan masuk ke dalam kolon dan di dalam kolon, sisa makanan akan dibususkkan oleh bakteri Escherichia coli yang terdapat di dalam kolon.
h.    Anus
Anus adalah lubang yang merupakan muara akhir dari saluran pencernaan. Dinding anus terdiri atas dua lapis otot, yaitu otot lurik dan otot polos. Otot lurik yaitu lapisan otot yang langsung membatasi lubang anus, sedangkan otot polos yaitu yang terdapat di dalamnya.
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
a.    Diare
Diare merupakan gangguan yang disebabkan infeksi pada kolon. Infeksi ini terjadi karena bakteri tertentu (misalnya E.coli, V.cholerae, dan Aeromonas sp.) atau sebab-sebab lain misalnya stes, makanan tertentu. Hal tersebut mengganggu proses penyerapan air sehingga feses keluar dalam bentuk cair. Mekanisme diare apabila kim dari lambung mengalir ke usus halus terlalu cepat maka feses banyak  mengandung air. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
b.   Konstipasi (Sembelit)
Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus halus bergerak sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.
c.    Tukak Lambung / maag (Ulkus)
Maag adalah peradangan yang terjadi pada dinding lambung. Hal tersebut disebabkan asam (HCl) yang dihasilkan lambung terlalu banyak sehingga mengikis dinding lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Tukak lambung dapat pula disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium). Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.


EmoticonEmoticon