Tuesday, 17 January 2017

Upaya Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Sekolah Dasar melalui Program Latihan Profesi



Upaya Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Sekolah Dasar
melalui Program Latihan Profesi
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
upaya peningkatan kompetensi profesional guru sekolah dasar melalui program latihan profesi

Jabatan guru merupakan suatu profesi kependidikan. Hamalik (2008, hlm. 1) mengemukakan “profesi pada hakikatnya adalah suatu janji yang memiliki nilai-nilai etis yang mengandung unsur pengabdian pada masyarakat, melalui suatu pekerjaan tertentu yang menuntut keahlian tertentu pula”. Profesi kependidikan menuntut kompetensi profesional terhadap para guru. Berdasarkan Undang-Undang No. 14 ayat 1 Tahun 2005 ditegaskan bahwa guru merupakan tenaga pendidik profesional. Menurut Undang-undang No. 14 Tahun 2005,
“profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjdai suber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi”.
Menurut jurnal Education Leadership edisi Maret 1993 (dalam Supriadi, 1999, hlm. 98) untuk menjadi seorang profesional, seorang guru dituntut untuk memiliki lima hal, yaitu:
1. Mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya.
2. Mengusai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada siswa.
3. Bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa memalui berbagai teknik evaluasi.
4. Mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari pengalamannya.
5. Seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.
Kompetensi guru kelas SD/MI dalam menyelenggarakan pembelajaran menurut Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007, sebagai berikut:
1. Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik.
2. Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran.
3. Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, mauun lapangan.
4. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan.
5. Menggunakan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan lima mata pelajaran SD/MI untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.
6. Mengambil keputusan transaksional dalam lima mata pelajaran SD/MI sesuai dengan situasi yang berkembang.
Kompetensi di atas merupakan salah satu kemahiran atau keahlian guru profesional yang di dapat melalui pendidikan guru dan program kependidikan guru yang bermutu.
Program Latihan Profesi (PLP) merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa yang mengambil jalur kependidikan untuk melatih dan mempersiapkan diri untuk menjadi tenaga kependidikan. Pemikiran tersebut sesuai dengan pengertian PLP menurut Satgas PLP (2012, hlm. 2) yaitu:
“PLP merupakan salah satu pelatihan profesional tenaga pendidik/guru dan merupakan mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa UPI program kependidikan calon guru. PLP mencakup pembinan dan pelatihan profesional guru dan tugas-tugas kependidikan lainnya serta tugas-tugas diluar kependidikan secara terbimbing dan terpadu guna memenuhi persyaratan profesi kependidikan dan non kependidikan”.
Dari pengertian di atas dapat dimaknai bahwa PLP memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang mengambil jurusan kependidikan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama perkuliahan. Penerapan tersebut merupakan bentuk pengalaman nyata berupa praktik di sekolah dalam upaya untuk mencoba dan melatih diri dalam melaksanakan profesionalisme guru.
Tujuan dari PLP menurut Satgas PLP (2012, hlm. 2) adalah “…untuk melatih dan membina calon tenaga kependidikan guru secara profesional, bertanggung jawab, berdedikasi dan berdisiplin”. Melalui PLP ini diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman kependidikan yang faktual di lapangan, sebagai wahana terbentuknya tenaga kependidikan yang profesional. Pengalaman tersebut meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan menyelengarakan pendidikan dan pengajaran, baik yang dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan tujuan PLP.
Menurut Rambu-rambu Penyelenggaraan Pendidikan Profesional Guru Sekolah Dasar yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi tahun 2006, menjelaskan bahwa:
“PLP yang dilakukan secara bertahap dan sistematis harus dimulai sejak semester pertama, berlangsung terus sepanjang semester, dan berakhir dengan latihan mandiri berupa  PPL Blok Waktu pada semester terakhir. Tahap-tahap yang harus dilalui mahasiswa selama PPL adalah pengenalan lapangan, latihan keterampilan terbatas, latihan terbimbing, dan latihan mandiri”.
Tahap pengenalan lapangan bisa diagendakan mulai dari semester awal hingga semester 5 melalui penugasan yang terkait dengan mata kuliah yang relevan. Pada semester 6 mulai dijadwalkan latihan keterampilan terbatas, yang juga memungkinkan mahasiswa berkunjung ke SD untuk mengamati guru yang sedang mengajar. Setelah itu dimulai dengan kegiatan pengenalan lapangan dalam bentuk observasi dan partisipasi, yang dilanjutkan dengan latihan terbimbing sampai dengan semester 8. Pada kegiatan latihan terbimbing mulai ditanamkan dasar-dasar peningkatan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Kemampuan ini dimantapkan kembali dalam latihan mengajar mandiri. Semester terakhir, yaitu semester 8, PLP diadakan secara Blok Waktu sampai menjelang ujian PLP. Setelah menjalani semua tahap PLP dengan rekomendasi yang memuaskan, para calon guru dapat menempuh ujian PLP, yang sekaligus merupakan bagian dari uji kompetensi. Dengan begitu, kompetensi akademik mahasiswa menjadi lebih mantap karena tidak hanya belajar dari teori saja, tetapi pengaplikasikannya langgung di lapangan.

Referensi
Hamalik, O. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Satgas PLP (2012). Buku Panduan Program Latihan Profesi (PLP) Program S1 PGSD. Tasikmalaya: UPI Kampus Tasikmalaya.
Supriadi, D. (1999). Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.


EmoticonEmoticon