Monday, 23 January 2017

Gasing



Gasing
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Gasing merupakan salah satu permainan tradisional masyarakat Indonesia. Hampir semua daerah di nusantara memiliki permainan sejenis gasing. Permainan ini diyakini termasuk salah satu jenis permainan tradisional yang usianya sangat tua.
Meski begitu, daerah asal permainan ini dan penyeberannya secara kronologis di wilayah nusantara belum diketahui secara pasti. Pasalnya data sejarah berupa naskah kuno maupun data arkeolog, baik artefak maupun non artefak tentang gasing belum ditemukan. Sehingga sulit untuk mengungkapkan sejarah dan penyebarannya di wilayah nusantara secara pasti.
Walaupun tidak dapat diketahui asal usulnya secara pasti, para ahli meyakini bahwa gasing merupakan permainan tradisional yang berawal dari kawasan Asia, terutama Melayu seperti Indonesia, Malaysia, dan sekitarnya. Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa munculnya permainan tradisional gasing berawal dari masyarakat pesisir pantai Melayu.
Permainan ini awalnya menggunakan buah berembang, yakni sejenis buah-buahan yang banyak tumbuh di tepian pantai. Buah ini berbentuk bulat dan bisa diputar menggunakan tangan. Ada pula yang berpendapat bahwa permainan tradisional gasing berawal dari sebuah permainan anak yang menggunakan telur yang diputar. Dari sini lalu muncul sebuah ide untuk mengembangkan permainan ini dengan membuat replika dengan menggunakan bahan dari kayu. Sedangkan sebagai alat pemutarnya menggunakan bantuan tali yang dililit pada tangkai di bagian atasnya.
Pada zaman dahulu beberapa kalangan masyarakat Melayu menggunakan permainan tradisional gasing sebagai media untuk meramal dan menghitung dalam hal bercocok tanam. Pada upacara adat tertentu gasing digunakan untuk meramal berbagai hal. Perputaran gasing menjadi patokan hasil ramalan tersebut. Namun, selain sebagai media dalam beberapa upacara adat, fungsi utama gasing adalah sebagai wahana bersosialisasi. Dengan bersama-sama bermain gasing, masyarakat secara tidak langsung bersosialisasi dan saling mempererat hubungan persaudaraan.
Di beberapa wilayah Indonesia permainan gasing dikenal dengan nama yang beragam. Berikut ragam nama permainan gasing yang dikenal di beberapa wilayah Indonesia:
1. Permainan gangsing atau panggal di daerah Jakarta dan Jawa Barat.
2. Permainan pukang di daerah Lampung.
3. Permainan gasing di wilayah Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau.
4. Permainan gangsingan di wilayah Yogyakarta.
5. Permainan Paki di wilayah Sulawesi Utar.
6. Permainan Begasing di wilayah Kalimantan Timur.
7. Permainan megangsing di wilayah Bali.
8. Permainan maggasing di wilayah Nusa Tenggara Barat, dan permainan apiong di wilayah Maluku.
Meskipun penggunaan nama yang beragam tersebut, namun kesemuaan itu merupakan permainan sejenis gasing.
Permainan ini biasa dimainkan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Permainan ini dapat dilakukan pada bidang tanah datar dan keras. Gasing diputarkan dengan bantuan tali. Gasing yakni berupa permainan dari kayu keras berbentuk bulat lonjong, jantung, piring terbang, silinder, dan bentuk-bentuk lainnya. Permainan ini dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Jenis, bentuk, ukuran, jenis bahan baku, dan aturan permainan gasing di masing-masing wilayah memiliki  perbedaan.
Cara kerja gasing sangat sederhana, yakni hanya melilitkan tali secara teratur pada tangkai atau leher gasing, kemudian melempar gasing tersebut dengan keras sembari menarik talinya. Lalu, gasing akan jatuh ke tanah dan berputar dengan kencang.
Beberapa daerah di Indonesia misalnya di Demak pada saat tahun baru Muharram sengaja melombakan permainan gasing ini. Lomba gasing merupakan adu ketangkasan bermain gasing. Biasanya gasing akan diadu dalam sebuah arena, dengan ketentuan gasing yang keluar dari arena akan dianggap kalah. Di sini gasing biasanya akan sengaja ditrabakan dengan keras. Gasing yang menang adalah yang masing berputar dan masih berada dalam arena.

gasing
Gasing

gasing

Permainan Gasing

gasing

Adu Gasing


EmoticonEmoticon