Monday, 16 January 2017

Menjadi Pengarang Handal Sejak Dini dengan Mengatasi Tugas Klasik Bercerita tentang Liburan Padahal Pada Masa Liburan Hanya Tinggal di Rumah



Menjadi Pengarang Handal Sejak Dini dengan Mengatasi Tugas Klasik Bercerita tentang Liburan Padahal Pada Masa Liburan Hanya Tinggal di Rumah
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Liburan semester merupakan masa libur yang akan dialami oleh seluruh pelajar di Indonesia. Sistem kelas di Indonesia dalam satu tahun terbagi menjadi dua semester. Maka, terdapat dua kali libur semester dalam satu tahun, yakni libur semester ganjil dan libur semester genap. Lama masa libur semester ini tidak menentu mulai dari satu minggu atau bisa sampai satu bulan.
Salah satu kebiasaan menarik di Sekolah Dasar di Indonesia yakni pada pertemuan pertama setelah libur semester dalam pembelajaran bahasa Indonesia, guru hampir selalu memberikan tugas kepada siswa untuk bercerita tentang pengalaman siswa selama berlibur. Tugas ini mengharuskan setiap siswa untuk bercerita di depan kelas tentang liburan yang siswa alami.
Sayangnya, tidak semua siswa mengalami liburan yang menarik untuk diceritakan. Beberapa siswa mengalami kebingungan saat mendapat tugas tersebut karena hampir tidak ada pengalaman liburan yang menarik untuk diceritakan. Terlebih beberapa siswa mungkin saja hanya diam di rumah pada masa liburan. Dengan demikian, beberapa siswa tersebut akan kebingungan untuk bercerita di depan kelas dan terpaksa cenderung untuk mengarang cerita.
Hal inilah yang juga terjadi pada penulis. Untuk itu, penulis ingin membagi pengalaman tentang membuat karangan dengan tema liburan padahal pada masa liburan hanya tinggal di rumah.
Proses mengarang cerita liburan secara sederhana memiliki kerangka, sebagai berikut:
1. Persiapan saat berangkat berlibur dengan menceritakan barang apa saja yang dibawa, siapa saja yang ikut, atau pergi menggunakan kendaraan apa.
2. Keseruan saat di perjalanan dengan menceritakan apa saja yang terlihat atau apa saja yang terjadi di perjalanan.
3. Keseruan saat di tempat liburan, dengan menggambarkan keadaan di tempat liburan, kejadian apa saja yang terjadi, atau apa saja yang dilakukan di tempat libruan.
4. Perjalanan pulang, dengan menyampaikan perasaan setelah berlibur di tempat liburan.
Beberapa alternatif tema yang dapat digunakan untuk membuat karangan tentang liburan, diantaranya:
1. Liburan ke pantai
Mengarang cerita berlibur ke pantai merupakan tema yang klasik. Artinya, tema ini sering digunakan karena dianggap mudah untuk dikarang. Pantai merupakan tempat yang dianggap menarik untuk dikunjungi pada saat liburan karena suasana dan pemandangan yang indah. Di pantai terdapat pasir dan air. Kedua ini menjadi pokok aktivitas yang biasa dilakukan di pantai, meliputi bermain pasir, berenang, dan lain sebagainya. Beberapa hal tersebut dapat dijadikan bahan untuk mengarang cerita liburan ke pantai.

cerita liburan

2. Liburan ke rumah nenek/kakek/saudara
Mengarang cerita liburan ke rumah nenek, kakek, atau saudara juga merupakan tema yang cukup sering digunakan. Setiap siswa pasti pernah memiliki pengalaman ini. Untuk itu, cerita berlibur ke rumah nenek, kakek, atau saudara merupakan tema liburan yang cukup mudah dikarang meskipun pada masa liburan tidak pergi kemanapun. Kebanyakan rumah nenek, kakek, atau saudara berada di desa atau memiliki suasana pedesaan. Dengan demikian, inti tema ini menceritakan tentang berkunjung ke rumah nenek, kakek, atau saudara yang memiliki suasana pedesaan.

cerita liburan

3. Liburan ke gunung/puncak
Berlibur ke gunung atau puncak merupakan tema alternatif untuk mengarang cerita liburan, jika mengarang cerita liburan ke pantai terlalu mainsteram (biasa). Unsur cerita berlibur ke pantai ini akan  hampir sama dengan cerita berlibur ke pantai, hanya saja obyek ceritanya yang berbeda. Suasana gunung yang dingin, pemandangan dari puncak gunung, tumbuh-tumbuhan, dan capenya berjalan menaiki gunung akan menghiasi karangan cerita liburan ke gunung atau puncak.

cerita liburan

4. Liburan mengunjungi suatu kota/tempat wisata
Tema ini dipilih apabila sudah terlalu banyak teman yang bercerita tentang liburan ke pantai, ke rumah saudara, ataupun ke gunung. Mengarang dengan menggunakan tema ini lebih bersifat fleksibel. Siswa yang memiliki daya imajinasi tinggi disarankan untuk menggunakan tema ini. Tema ini mengharuskan kita untuk mengarang secara spesifik tentang suatu kota atau tempat wisata yang dikunjungi. Upayakan kota atau tempat wisata tersebut jarang dikunjungi oleh teman lainnya, agar apapun yang kita ceritakan tidak terlihat sedang mengada-ngada dan cukup meyakinkan bahwa kita benar-benar pergi ke tempat tersebut saat masa liburan.

cerita liburan

5. Menceritakan liburan yang pernah dialami sebelumnya
Ini merupakan salah satu cara kreatif yang dapat digunakan. Tema ini mudah dan sederhana karena kita tinggal menceritakan pengalaman liburan yang pernah dialami. Tema ini cocok digunakan untuk siswa yang tidak ingin repot-repot mengarang cerita. Cukup menceritakan pengalaman liburan yang telah lalu dan tugas bercerita di depan kelas mengenai liburan selesai.

cerita liburan

6. Jujur bahwa hanya tinggal di rumah tapi melebih-lebihkan cerita
Tema ini digunakan bagi siswa yang hampir semasa hidupnya tidak pernah pergi kemanapun. Sehingga tidak memiliki gambaran yang dapat dijadikan bahan untuk membuat karangan cerita. Solusi yang dapat diambil yakni dengan menceritakan aktivitas di rumah, namun tentunya dengan sedikit bumbu-bumbu pemanis cerita. Beberapa hal yang dapat diangkat sebagai bahan mengarang cerita beraktivitas di rumah, seperti membantu orang tua, mengarang kejadian menarik yang dialami saat di rumah, bertengkar dengan kakak/adik, dan sebagainya. Dengan demikian, kita cukup menceritakan bagaimana aktivitas kita saat di rumah, namun menambahkan beberapa hal menarik yang kita karang sebagai pemanis cerita.

cerita liburan

7. Jujur apa adanya tentang liburan yang dialami
Tema ini tentunya kurang menarik untuk disampaikan di depan kelas. Tetapi, beberapa siswa memilih untuk menceritakan apa adanya liburan yang ia alami. Meskipun aktivitasnya hanya seputar bangun tidur, makan, mandi, main game, dan tidur. Siswa ini biasanya memiliki sikap cuek yang tinggi. Biarpun ceritanya tentu membosankan, namun siswa ini telah menceritakan jujur apa adanya cerita liburan yang telah ia alami.

cerita liburan




EmoticonEmoticon