Friday, 6 January 2017

Metode Eksperimen



Metode Eksperimen
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

metode eksperimen

Metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan siswa melakukan percobaan agar mengalami untuk membuktikan sendiri sesuatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari. Menurut Sayiful Sagala (2005, hlm. 220)
“metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, dimana siswa melakukan suatu percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru”.
Sedangkan menurut Sanjaya (2009, hlm. 149)
“metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran, siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya”.
Penggunaan metode eksperimen memiliki tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Siswa juga dapat terlatih dalam cara berpikir ilmiah. Dengan demikian, melalui metode eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dari suatu teori yang sedang dipelajarinya.
Pada proses pembelajaran menggunakan metode eksperimen siswa diberikan kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, menagamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan, dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu obyek keadaan atau proses tertentu.
Lebih lanjut Sanjaya (2009, hlm. 150) mengemukakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan metode eksperimen, diantaranya:
1. Upayakan siswa terlibat langsung saat mengadakan eksperimen.
2. Sebelum dilaksanakan eksperimen, siswa terlebih dahulu diberikan penjelasan pengantar.
3. Masing-masing siswa melaksanakan percobaan yang telah direncanakan, bila hasilnya belum memuaskan dapat diulangi lagi untuk membuktikan kebenarannya.
4. Setiap kelompok atau individu dapat melaporkan hasil percobaannya secara tertulis.
Selanjutnya agar penggunaan metode eksperimen efektif dan efisien, maka perlu diperhatikan hal-hal, sebagai berikut:
1. Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan bahan atau materi eksperimen harus cukup bagi setiap siswa.
2. Agar eksperimen tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi alat dan mutu bahan eksperimen yang digunakan harus baik dan aman.
3. Dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan, maka perlu adanya waktu yang cukup lama, sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari.
4. Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih, maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen.
5. Tidak semua masalah dapat dieksperimenkan, seperti masalah mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan sosial dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu tidak bias diadakan percobaan karena alatnya belum ada.
Pembelajaran dengan metode eksperimen meliputi tahap-tahap, sebagai berikut:
1. Percobaan awal
Pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena. Demonstrasi ini menampilkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan dipelajari.
2. Pengamatan
Kegiatan ini merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan eksperimen. Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut.
3. Hipotesis awal
Siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatan.
4. Verifikasi
Kegiatan ini untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan, selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya.
5. Aplikasi konsep
Setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep, hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang telah dipelajari.
6. Evaluasi
Kegiatan ini merupakan kegiatan akhir setelah selesai eksperimen.
Adapun kelebihan dari penggunaan metode eksperimen, diantaranya:
1. Membuat peserta didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
2. Peserta didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi tentang ilmu dan teknologi.
3. Membawa peserta didik pada terobosan-terobosan baru dengan penemuan.
4. Peserta didik memperoleh pengalaman dan keterampilan dalam melakukan eksperimen.
5. Peserta didik terlibat aktif mengumpulkan fakta dan informasi yang diperlukan untuk eksperimen.
6. Peserta didik dapat menggunakan dan melaksanakan prosedur metode ilmiah dan berpikir ilmiah.
7. Dapat memperkaya pengalaman dan berpikir peserta didik dengan hal-hal yang bersifat obyektif, realitas, dan menghilangkan verbalisme.
Sedangkan kelemahan dari penggunaan metode eksperimen, yakni:
1. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap peserta didik berkesempatan mengadakan eksperimen.
2. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, peserta didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
3. Terdapat kesalahan dan kegagalan siswa yang sulit terdeteksi oleh guru.
4. Sering mengalami kesulitan dalam melaksanakan eksperimen karena siswa maupun guru kurang berpengalaman melakukan eksperimen.
5. Perlunya keterampilan khusus dari guru sesuai dengan eksperimen yang akan dilaksanakan.

Referensi
Sagala, S. (2005). Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: CV. Afabeta.
Sanjaya, W. (2009). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada.


EmoticonEmoticon