Wednesday, 11 January 2017

Pendekatan Ekspositori



Pendekatan Ekspositori
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Ekspositori merupakan suatu pendekatan pembelajaran dengan siswa belajar menerima bahan yang telah disusun dan disajikan oleh guru melalui ceramah. Menurut Surtikanti, dkk. (2008, hlm. 49) pendekatan ekspositori adalah
“kegiatan mengajar yang berpusat pada guru dimana guru memberikan informasi, menerangkan suatu konsep, mendemonstrasikan keterampilannya mengenai pola, aturan, dalil, memberi kesempatan siswa bertanya, guru memberikan contoh soal dan siswa diminta mengerjakan soal secara individual atau kelompok”.
Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono (2006, hlm. 172) pendekatan ekspositori merupakan “pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara langsung dari seorang guru kepada siswanya dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pembelajaran secara optimal”. Untuk itu, karakteristik khusus pada pendekatan ekspositori, yakni guru lebih mendominasi kegiatan dengan mengontrol alur pelajaran melalui penyampaian informasi dan demonstrasi untuk menyelesaikan suatu soal.
Penggunaan metode pada pendekatan ekspositori tidak harus selalu ceramah dan demonstrasi. Melainkan guru dapat mengajukan pertanyaan, merespon pertanyaan yang diajukan siswa, dan meningkatkan diskusi kelas melalui komentar-komentar selama pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, siswa tetap terlibat secara aktif, meskipun secara umum tetap didominasi oleh guru.
“Tujuan utama dalam pembelajaran ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada siswa” (Dimyati dan Mudjiono, 2006, hlm. 172). Dengan kata lain, materi pembelajaran telah disiapkan, siswa tidak dituntut untuk menemukan materi melainkan hanya menerima. Maka, tujuan utama pembelajaran ekspositori adalah penguasaan materi itu sendiri. Artinya, setelah proses pembelajaran berakhir, siswa diharapkan dapat memahami materi dengan benar dan siswa dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan.
Berhasil tidaknya penerapan suatu pendekatan pembelajaran dipengaruhi oleh efektif atau tidaknya pendekatan tersebut digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu, terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan pada penerapan pendekatan ekspositori, yakni:
1. Berorientasi pada tujuan
Keberadaan tujuan pembelajaran sangat menentukan dalam penggunaan pendekatan ekspositori. Perumusan tujuan yang spesifik memungkinkan guru untuk mengontrol efektifitas penggunaan pendekatan ekspositori. Hal ini sesuai dengan pendapat Thursan Hakim (dalam Faturohman dan Sutikno, 2007, hlm. 6) yang mengartikan belajar adalah “suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan kemampuan lainnya”.
2. Prinsip komunikasi
“Penyampaian pesan dari seseorang (sumber pesan) kepada sekelompok orang (penerima pesan), dapat dikatakan sebagai proses komunikasi” (Sanjaya, 2006, hlm. 182). Pesan yang disampaikan dalam hal ini adalah materi pelajaran yang disusun dan dipersiapkan sesuai dengan tujuan tertentu yang hendak dicapai. Dalam proses komunikasi, guru sebagai sumber pesan dan siswa berfungsi sebagai penerima pesan.
3. Prinsip kesiapan
Kesiapan merupakan salah satu prasarat belajar. Inti dalam proses kesiapan ini adalah bahwa setiap individu akan merespon dengan cepat dari setiap stimulus manakala dirinya sudah memiliki kesiapan.
4. Prinsip berkesinambungan
Pendekatan ekspositori harus mendorong siswa untuk mau mempelajari pelajaran lebih lanjut. Ekspositori dapat dikatakan berhasil apabila proses penyampaian dapat membawa siswa belajar secara mandiri.
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006, hlm. 173) peranan guru dalam pendekatan ekspositori, diantaranya:
1. Menyusun program pembelajaran.
2. Memberi informasi yang benar.
3. Memberi fasilitas belajar yang baik.
4. Membimbing siswa dalam memperoleh informasi yang benar.
5. Menilai pemerolehan informasi.
Sedangkan peranan siswa dalam pendekatan ekspositori menurut Dimyati dan Mudjiono (2006, hlm. 173), antara lain:
1. Pencari informasi yang benar.
2. Pemakai media dan sumber belajar yang benar.
3. Menyelesaikan tugas sehubungan dengan penilaian guru.
Adapun secara garis besar, prosedur penerapan pendekatan ekspositori menurut Wina Sanjaya (2007, hlm. 190), yakni:
1. Preparasi (persiapan)
2. Apersepsi (mengarahkan)
3. Presentasi (penyampaian)
4. Resitasi (tanya jawab)
5. Generalisasi (menyimpulkan)
6. Korelasi (penghubungan)
7. Evaluasi (penilaian)

Referensi
Dimyati & Mudjiono (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Faturohman, P., & Sutikno, S. (2007). Strategi Belajar Mengajar melalui Penanaman Konsep Umum dan Islam. Bandung: Redika Aditama.
Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Bandung: Kencana Prenada Media Group.
Surtikanti, dkk. (2008). Strategi Belajar Mengajar. Surakarta: UMS.


EmoticonEmoticon