Monday, 30 January 2017

Program Pengalaman Lapangan (PPL) bagi Calon Guru Sekolah Dasar



Program Pengalaman Lapangan (PPL) bagi Calon Guru Sekolah Dasar
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

program pengalaman lapangan (PPL) bagi calon guru sekolah dasar


Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan bagian inti kurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa calon guru, baik latihan mengajar maupun tugas kependidikan lainnya secara terbimbing dan terpadu sebagai persyaratan profesi keguruan. PPL dirancang untuk melatih para calon guru agar mampu menguasai kemampuan keguruan yang utuh dan terintegrasi, sehingga setelah menyelesaikan pendidikan sudah siap secara mandiri untuk mengemban tugas sebagai guru. Selain itu, PPL juga merupakan suatu program yang memasyarakatkan kemampuan aplikatif dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar ke dalam program latihan, berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan guru, baik kegiatan mengajar maupun tugas keguruan lainnya.
Secara umum tujuan PPL adalah membentuk pribadi calon pendidik yang memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang cakap dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Adapun tujuan khusus PPL dirumuskan, sebagai berikut:
1. Mengenal cermat lingkungan fisik, administratif, akademik, dan lingkungan sosial sekolah.
2. Menerapkan berbagai kemampuan potensial keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata.
3. Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sekolah.
4. Menarik kesimpulan nilai edukatif dari penghayatan dan pengalamannya selama pelatihan melalui refleksi dan menuangkan hasilnya dalam pembuatan laporan.
5. Mampu mengembangkan cara belajar yang efektif bagi siswa.
Sasaran PPL yang ingin dicapai merupakan pribadi calon guru yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai, dan tingkah laku yang sesuai dengan profesi guru dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah maupun di luar sekolah dengan:
1. Meningkatkan pengetahuan mahasiswa sendiri sebagai calon guru agar mampu melaksanakan tugas sebagai guru yang profesional.
2. Meningkatkan pribadi calon guru yang berwawasan luas dan berdedikasi tinggi khususnya dalam bidang pendidikan.
3. Memberikan bantuan kepada peserta didik yang memerlukan bantuan bimbingan dalam belajar dan penyuluhan.
Manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan PPL ini bagi mahasiswa sebagai calon guru, antara lain:
1. Mahasiswa dapat menerapkan dan mengembangkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dalam kegiatan PPL sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik yang dibimbing.
2. Mahasiswa dapat melihat dan merasakan suasana fisik dan psikologis dari proses pendidikan di suatu lembaga pendidikan yang sesungguhnya, sehingga dapat memberikan pengalaman nyata yang bermanfaat bagi mahasiswa.
3. Mahasiswa dapat meningkatkan mutu dan profesionalisme di bidang pendidikan yang akan ia tekuni.
4. Mahasiswa dapat lebih memahami arti pentingnya pendidikan karena telah mengetahui sendiri ruang lingkup pendidikan yang akan digeluti.
Kegiatan PPL kependidikan dilaksanakan dengan kegiatan inti, yakni:
1. Observasi kegiatan pembelajaran.
Kegiatan observasi dilakukan untuk membantu mahasiswa PPL agar memahami apa yang akan ia geluti selama pelaksnaan PPL. Adapun hal-hal yang dipantau dalam kegiatan observasi, diantaranya:
a. Perangkat pembelajaran
1) Kurikulum sekolah
2) Silabus sekolah
3) Program sekolah
4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
b. Proses pembelajaran
1) Membuka pelajaran
Pada tahap membuka pelajaran, mahasiswa melakukan beberapa kegiatan seperti memulai pelajaran dengan berdoa, salam pembuka, menanyakan kabar siswa dan kesiapan belajar siswa, menyampaikan garis besar materi dan kompetensi yang harus dicapai, serta mencatat kehadiran siswa.
2) Penyajian materi
Penyajian materi yang dilakukan oleh mahasiswa sesuai dengan yang tertulis dalam RPP. Untuk memudahkan dalam menyampaikan materi pelajaran dalam proses pembelajaran, sebelumnya mahasiswa menyuruh siswa untuk membaca materi yang akan disampaikan di rumah, sehingga pada saat materi disampaikan di kelas, siswa sudah siap menerima materi.
3) Metode pembelajaran
Mahasiswa perlu menggunakan variasi metode yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
4) Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam proses pembelajaran yakni bahasa Indonesia yang baik dan benar serta penggunaan bahasanya harus komunikatif sehingga peserta didik antusias dan aktif mengikuti proses pembelajaran.
5) Penggunaan waktu
Mahasiswa menggunakan waktu secara efektif, yakni 30 menit untuk satu jam pelajaran bagi kelas rendah dan 35 menit untuk satu jam pelajaran bagi kelas tinggi.
6) Gerak
Dalam kegiatan belajar mengajar, mahasiswa tidak hanya terpaku dan berdiri di satu tempat, tetapi berkeliling yang tujuannya untuk mengontrol siswa, apakah siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik atau tidak.
7) Cara memotivasi siswa
Untuk memotivasi siswa, mahasiswa dapat memilih model pembelajaran yang menarik bagi siswa dan beberapa kali mengadakan permainan yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Mahasiswa juga berusaha selalu memotivasi siwa agar siswa giat belajar dan memberikan pujian serta saran yang membangun, sehingga meningkatkan rasa percaya diri dari siswa.
8) Teknik bertanya
Mahasiswa biasanya memberikan suatu pertanyaan secara klasikal. Ketika ada siswa yang menjawab, mahasiswa memberi pujian kepada siswa tersebut atau memberikan poin tambahan. Hal ini biasanyan membuat siswa cenderung aktif menjawab tanpa harus disuruh atau ditunjuk.
9) Teknik penguasaan kelas
Untuk menguasai kelas, mahasiswa perlu memperhatikan siswa yang ada di dalam kelas dan apabila ada siswa yang menganggu proses pembelajaran diberikan sebuah pertanyaan atau menyuruhnya mengulang materi yang telah disampaikan. Sehingga siswa tersebut dapat lebih berkonsentrasi dan secara keseluruhan pembelajaran berjalan dengan kondusif.
10) Penggunaan media
Media pembelajaran digunakan agar penyampaian materi dapat berjalan secara optimal, bermakna, dan efektif serta efisien. Penggunaan media ini menunjang terhadap kejelasan materi yang hendak dipelajari.
11) Penggunaan sistem evaluasi
Kegiatan evaluasi untuk mengetahui ketercapaian indikator pada setiap pembelajaran yang dilakukan. Bentuk kegiatan evaluasi ini dapat dilakukan baik secara tes dengan bentuk tes tulis, lisan, atau praktik, maupun non tes dengan bentuk observasi, angket, wawancara, dan lain sebagainya.
12) Menutup pembelajaran
Pada tahap ini mahasiswa bersama siswa merangkum atau menyimpulkan pelajaran yang telah dipelajari, melaksanakan evaluasi, berdoa sebelum pulang, dan salam penutup.
c. Perilaku siswa
Secara sederhana perilaku siswa ini terbagi dua, yakni perilaku siswa di dalam kelas dan perilaku siswa di luar kelas. Perilaku siswa yang dimaksud yakni tingkah laku siswa apakah sudah sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku ataupun terjadi penyimpangan perilaku dari siswa. Hal ini yang akan menjadi dasar pertimbangan dalam pelayanan penyuluhan bagi siswa tersebut.
2. Orientasi atau pengenalan lingkungan fisik sekolah, baik secara akademik maupun administrasi.
3. Adaptasi dengan lingkungan sekolah.
4. Pelatihan menyusun program dan rencana kegiatan.
5. Latihan praktik mengajar secara terbimbing dan mandiri.
Setiap mahasiswa PPL mendapat bimbingan dari dosen pembimbing dan guru pamong. Dosen pembimbing bertugas membimbing mahasiswa PPL dalam hal memecahkan masalah-masalah praktik pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Sedangkan guru pamong bertugas membimbing mahasiswa PPL dalam hal merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan kegiatan kependidikan di lingkungan sekolah.


EmoticonEmoticon