Sunday, 8 January 2017

Tahap Perkembangan Psikoseksual Anak Menurut Sigmund Freud



Tahap Perkembangan Psikoseksual Anak
Menurut Sigmund Freud
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
Tahap Perkembangan Psikoseksual Anak Menurut Sigmund Freud
Sesuai pandanan Freud (dalam Sujiono dan Bambang, 2010) bahwa anak-anak bergerak melalui langkah-langkah yang berbeda dengan tujuan untuk mencapai kepuasan yang berasal dari sumber berbeda, dimana mereka juga harus menyeimbangkan keadaan tersebut dengan harapan orangtua. Konflik yang timbul antara kebutuhan dan kepuasan dan penindasan dapat berguna untuk memuaskan dan juga menciptakan ketertarikan. Mekanisme pertahanan diri diciptakan untuk tujuan agar dapat berhubungan dengan ketertarikan. Kebanyakan orang belajar untuk mengendalikan perasaan mereka dan juga berusaha agar dapat diterima di dalam lingkungan sosial serta untuk mengintegrasikan diri mereka. Freud memandang manusia sebagai mahluk biologi yang kompleks, baik dalam hal sosial, emosional dan juga sebagai suatu organisme yang dapat berpikir.
Sigmund Freud (dalam Dariyo, 2007) mengajukan 5 tahap perkembangan psikoseksual manusia yaitu:
1.  Masa oral (0-1,5 tahun)
Masa oral ialah masa perkembangan bayi yang ditandai dengan kecendrungan perilaku untuk memusatkan kepuasan fisiologis pada bagian mulut (oral). Anak biasanya senang mengisap ibu jari, menggigit dan merusak dengan mulut. Yang menjadi sasaran pemuasan pada masa ini adalah mulut sendiri dan memilih benda-benda ke mulut, selain iu digigit dengan keras.
2.   Masa anal (1,5-3 tahun)
Masa perkembangan anak usia 1,5-3 tahun yang ditandai dengan kecenderungan perilaku untuk memusatkan kepuasan fisiologis pada bagian anus (dubur). Anak senang memeriksa dan memainkan duburnya serta memperlihat duburnya. Sasaran pemuasan pada masa anak adalah memilih benda dan menyentuhnya/memasukan ke dalam duburnya.
3.   Masa phalic (3-5 tahun)
Ditandai dengan kecenderungan perilaku anak usia 3-5 tahun untuk mencari kedekatan emosional dengan orang tua lawan jenisnya dan menjauhi orang tua yang sesama jenisnya. Anak laki-laki akan mencari perhatian, perlindungan dan kasih sayang dari ibunya dan menjauhi ayahnya, hal ini dikenal dengan istilah kompleks oidipus. Anak wanita akan mencari kasih sayang dari ayah dan menjauhi ibunya. Hal ini dinamakan kompleks elekstra. Pada masa ini anak senang menyentuh, memegang, melihat dan menunjukan alat kelaminnya. Sasaran dari pemuasan masa ini adalah ditujukan pada orang tuanya.
4.  Masa latency (6-12 tahun)
Masa ini ditandai dengan kecenderungan perilaku menekan dorongan libido seksual ke dalam alam bawah sadar dan meningkatkan keterampilan-keterampilan kognitif dan keterampilan sosial agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Cara pemuasan dalam masa ini adalah represi, reaksi-formasi, sublimasi dan kecenderungan kasih sayang.
5.   Masa genital (13 tahun ke atas)
Masa remaja yang ditandai dengan kecenderungan perilaku untuk memusatkan perhatian pada kepuasan genital. Cara pemuasan pada masa ini adalah mengurangi cara-cara waktu masa kanak-kanak dan munculnya cara orang dewasa dalam memperoleh pemuasan. Sementara itu sasaran dalam pemuasan masa ini adalah menyenangi diri sendiri (narcism) atau oedipus object choice nya. Yang menjadi obyek pemuasan mungkin diri sendiri atau lawan jenis.

Referensi
Dariyo, A. (2007). Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama. Bandung: PT Refika Aditama.
Sujiyono, Y. N., & Bambang, S. (2010). Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta: PT Indeks.


EmoticonEmoticon