Tuesday, 10 January 2017

Unsur Dasar Seni Tari



Unsur Dasar Seni Tari
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Tari merupakan gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik, diatur dengan irama yang sesuai sesuai maksud dan tujuan tertentu. Selain itu, tari diartikan sebagai gerakan ritmis dan ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi sehingga menjadi wujud gerak simbolis.
Terdapat unsur-unsur dasar seni tari, antara lain:
1. Gerak
Gerak dalam tari mengandung unsur keindahan. Mengingat bahwa tari merupakan salah satu cabang kesenian yang merupakan hasil budi manusia, maka unsur dasar utama tari berwujud gerak. Tidak semua gerak dapat dikatakan gerak tari. Gerak tari hanyalah gerakan-gerakan dari bagian tubuh manusia yang telah diolah dari gerak keadaan mentah menjadi suatu bentuk gerak tertentu. Dalam istilah seni, gerak tersebut mengalami distorsi.
Dari hasil pengolahan gerak yang telah mengalami distorsi, lahir dua jenis gerak tari, yakni (1) gerak murni dan (2) gerak maknawi. Gerak murni merupakan gerak tari yang dalam pengungkapannya tidak mempertimbangkan suatu pengertian dari gerak tari tersebut. Gerak ini mempertimbangkan faktor nilai keindahan gerak tarinya saja. Misalnya, gerak memutar tangan pada pergelangan tangan, gerak leher, dan sebagainya. Sedangkan gerak maknawi merupakan gerak yang telah diolah menjadi suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud tertentu selain keindahannya. Misalnya gambaran seorang petani yang mencangkul dan menebar benih.
Ditinjau dari cara pengungkapannya ada dua bentuk gerak tari, yakni (1) representatif dan (2) non representatif. Tarian yang bersifat representatif yakni gerak tarinya menggambarkan suatu pengertian atau maksud tertentu dengan gerakan tari yang jelas. Sedangkan tarian yang bersifat non representatif merupakan gerak tari yang tidak menggambarkan suatu pengertian tertentu. Namun, dalam keseluruhan sebuah tari pasti tidak meninggalkan salah satu sifat tersebut. Keduanya saling bertautan dan saling mengisi. Pada tari non representatif banyak digunakan gerak murni. Sedangkan pada tari representatif banyak disusun dari gerak maknawi. 

unsur dasar tari
 
2. Ritme
Dalam kehidupan manusia, ritme selalu ada dan bersifat tetap. Contohnya matahari selalu terbit dari timur dan terbenam ke barat. Untuk itu, ritme diartikan sebagai jarak yang tetap. Ritme tersebut terdapat pula dalam seni tari. Tari merupakan rangkaian gerakan yang indah dan rangkaian gerak tersebut tersusun melalui suatu ritme tertentu. Dengan demikian, ritme merupakan unsur yang tidak dapat terpisahkan dari tari.
3. Iringan
Tari merupakan suatu gerak ritmis. Untuk memperkuat dan memperjelas gerak ritmis dari suatu bentuk tarian dapat dilakukan dengan iringan. Iringan tersebut pada umumnya berupa suara atau bunyi-bunyian termasuk suara manusia itu sendiri. Bangsa primitif menari-nari dengan iringan teriakan-teriakan. Hal ini terus berkembang hingga sekarang terdapat banyak ragam alat musik pengiring tari, seperti gendang, gitar, seruling, gamelan, rebana, akordion, dan sebagainya. Iringan ini membuat keindahan tari semakin nampak dan dapat dinikmati secara optimal.

unsur dasar seni tari

4. Tata rias dan tata busana
Pada mulanya penari memakai pakaian sesuai dengan apa yang pada saat itu sedang dipakai. Hal ini berkembang, pakaian atau busana tersebut diatur dan ditata sesuai dengan kebutuhan tari tersebut. Hal yang paling utama bahwa busana tersebut enak dipakai, tidak menganggu gerak tari, menarik, dan enak dipandang. Busana ini sangat beragam, tergantung jenis tarian yang ditampilkan. Meskipun dalam kehidupan sehari-hari dikenal bermacam-macam warna, namun dalam hubungannya dengan kebutuhan tari, hanyalah beberapa macam warna saja yang digunakan. Warna tersebut dipilih berdasarkan arti simbolis. Misalnya, warna merah berarti berani, warna putih berarti suci, warna hijau berarti muda, dan sebagainya.
Selain bahan pakaian berupa kain, dipakai juga beberapa perhiasan, seperti kalung, binggel, dan sebagainya. Perhiasan ini ada yang terbuat dari bahan imitasi, ada juga yang terbuat dari kulit binatang. Selain itu beberapa tarian menggunakan atribut khusus seperti ikat kepala, piring, payung, dan sebagainya tergantung tarian yang ditampilkan.
Tata rias membantu menentukan wajah beserta perwatakannya. Selain itu, tata rias membantu membentuk ekspresi. Tata rias pertunjukan tari dibuat terlihat jelas. Hal ini selain sebagai penguat perwatakan dan keindahan juga agar penampilan tersebut dapat dinikmati dari jarak jauh.

unsur dasar seni tari

5. Tema
Pada awalnya tari bukan semata-mata untuk ditonton. Namun dalam perkembangannya, tari sengaja disusun untuk dipertontonkan. Untuk itu, maka muncullah unsur tema. Tema dapat diangkat dari berbagai sumber. Hal ini dapat berasal dari manusia itu sendiri, dapat berupa pengalaman hidup, aktivitas sehari-hari, atau kisah seseorang. Tema juga dapat diangkat dari cerita yang bersifat legenda, mitos, ataupun sejarah. Tema tarian juga dapat diangkat dari flora dan fauna. Biasanya tema suatu tarian disesuaikan dengan taraf kehidupan masyarakat yang menontonnya.
Contoh penerapan dari keberadaan tema tari tersebut terdapat pada link berikut:


EmoticonEmoticon