Sunday, 19 February 2017

Sistem Pernapasan Manusia



Sistem Pernapasan Manusia
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
sistem pernapasan manusia
Seperti halnya organ lainnya pada manusia, sistem ini merupakan gabungan dari beberapa organ, mulai dari hidung yang terletak di bagian kepala, tekak (faring), tenggorokan (trakea) yang terletak di bagian leher, bronkus, bronkiolus, dan alveolus (paru-paru) yang terletak di bagian rongga dada atau tulang rusuk.
Berikut penjabaran secara lebih terperinci:
1. Sistem pernapasan hidung
Hidung adalah organ yang membuat udara dari lingkungan dapat masuk ke dalam saluran pernapasan yang tersusun atas bagian eksternal (luar) berupa kulit dan penonjolan akibat tulang nasal dan tulang rawan serta bagian internal berupa bulu-bulu hidung, alat sensor, rongga berlapis, dan membran mukosa bersilia yang memiliki banyak pembuluh darah.
Hidung terdiri atas bagian luar atau ekternal dan bagian dalam atau internal. Bagian hidung yang terlihat, dibentuk oleh adanya dua buah tulang nasal dan tulang rawan. Kedua tulang tersebut dibungkus dan dilapisi oleh kulit.
Selanjutnya di bagian dalam hidung terdapat rambut rambut halus yang membantu mencegah benda-benda asing masuk ke dalam hidung beserta lendir yang akan menangkap kotoran tersebut. Yang dimaksud benda asing adalah debu-debu dan benda lainnya yang mampu mengancam pernapasan, umumnya berukuran cukup besar, untuk benda yang sangat mikroskopis seperti berukuran nm (nanometer), rambut rambut hidung tak akan mampu menepisnya. Pada bagian dalam hidung  terdapat kavum nasalis yang merupakan lubang besar yang dipisahkan oleh septum. Bagian yang terbuka dari hidung ini disebut nares anterior. Sedangkan bagian hidung yang terbuka setelah itu disebut nares posterior yang akan terbuka hingga ke bagian faring.
2. Sistem pernapasan tekak atau faring
Faring pada manusia terbagi atas tiga bagian yaitu nasofaring, orofaring dan laringofaring. Tekak (faring) terletak di belakang hidung, mulut, dan tenggorokan. Tekak berupa saluran dengan panjang kurang lebih 7 centimeter. Nasofaring merupakan bagian faring yang pertama dilewati setelah udara masuk dari hidung. Pada Nasofaring dapat ditemukan tuba eustachius dan kelenjar adenoid. Kemudian, setelah itu terdapat faring oralis atau orofaring yang terletak di belakang mulut. Di bagian ini anda dapat menemukan tonsil amandel dan epiglotis. Terakhir, faring laryngeal atau laringofaring yang terletak dekat laring.
3. Sistem pernapasan laring
Laring memiliki fungsi yang analog dengan kelopak mata manusia. Fungsinya mengeluarkan benda-benda asing yang masuk ke dalam sistem pernapasan manusia khususnya paru-paru. Laring sendiri terdiri atas tulang-tulang rawan yang diikat oleh ligamen dan otot.  Laring tersusun dari tiga tulang rawan (kartilago) besar yang tidak berpasangan (cricoid, thyroid, epiglottis); 3 tulang rawan (kartilago) kecil yang berpasangan (arytenoids, corniculate, cuneiform); dan sejumlah otot intrinsik (otot yang mampu elastis dan bergerak bebas). Pada laring juga terdapat tonjolan yang menjadi ciri seksual sekunder pada pria atau lebih dikenal sebagai jakun.
4. Sistem pernapasan trakea
Masuknya udara ke bagian trakea pada tenggorokan disebabkan adanya epiglotis pada faring, sehingga makanan dapat terarah masuk ke esofagus dan udara dapat terarahkan ke trakea.  Trakea adalah tabung yang tersusun oleh cincin tulang rawan (kartilago) yang berongga. Panjang trakea sekitar 10 centimeter dan dengan diameter 20-25 mm atau sekitar 2 centimeter. Kalau diliat hampir sama besar dengan uang koin 500 rupiah.
Trakea bermula dari kartilago krikoid yang berbentuk cincin stempel dan meluas ke anterior pada esofagus, turun ke dalam vertebrae thoraks ke-5 dan seterusnya dimana trakea membelah menjadi dua bronkus utama (primer kanan dan kiri) pada karina. bentuk rangka trakea terdiri atas 16-20 cincin rawan hialin yang tidak lengkap, menyerupai huruf C. Bagian huruf yang tidak lengkap ini mengarah ke posterior dan diisi oleh otot licin. Di tempat trakea bercabang, terdapat satu sudut di antara bronkus primer kanan dan kiri yang dikenali sebagai karina. Epithelium bersilia (silium) yang melapisi trakea disebut epithelium kolumna pseudostratum. Fungsi utama trakea sebagai saluran udara yang di bawa masuk dan udara yang dikeluarkan.
5. Sistem pernapasan bronkus
Bronkus merupakan bagian terusan dari trakea yang terbelah dua yaitu satu ke kiri dan satu lagi ke kanan paru-paru. Bronkus sendiri ada yang membaginya menjadi tiga bagian yaitu bronkus primer atau bronkus utama, bronkus sekunder dan terakhir bronkus tersier.
Dalam sistem pernapasan, bronkus memiliki arti saluran udara atau windpipe yang berasal dari kata bronkos (greek). Bronkus pada manusia khususnya terbagi atas dua yaitu bronkus primer kanan  dan bronkus primer kiri. Bronkus primer kanan kemudian terbagi menjadi 3 bronkus sekunder dan bronkus primer kiri terbagi menjadi 2 bronkus sekunder. Selanjutnya setiap bronkus sekunder bercabang lagi menjadi bronkus tersier yang setelah itu akan bercabang menuju terowongan udara yang cukup kecil (sekitar 1mm) disebut bronkiolus. Selain perbedaan jumlah percabangan, bronkus kiri dan kanan berbeda dalam panjang tabungnya. Bronkus kiri lebih panjang, lebih kecil dari bronkus primer kanan. Selain sebagai saluran udara, bronkus berperan penting dalam melindungi paru-paru dari benda-benda asing dengan mukus atau lendir yang dihasilkannya.
6. Sistem pernapasan tersier
Saluran bronkus bercabang lagi menjadi pipa yang lebih kecil disebut bronkiolus yang tidak lagi mengandung tulang rawan, dan lendir pada lapisan submukosanya. Bronkiolus dilapisi oleh epitelium kuboid bersilia dan lapisan otot halus. Bronkiolus kemudian terbagi lagi menjadi cabang yang lebih kecil dengan diameter kurang dari 0,5 milimeter yang disebut terminal atau bronkiolus terminal. Setelah itu bronkiolus terminal akan bercabang lagi menjadi bronkiolus respiratori yang akan bercabang dan membentuk tabung atau saluran alveolar menuju kantong alveolus.
Besar atau diameter bronkiolus berubah sesuai dengan kebutuhan terhadap udara atau oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Perubahan diameter pada bronkiolus dalam sistem pernapasan manusia distimulasi/dirangsang oleh hormon epinefrin atau saraf simpatik untuk melakukan pembesaran (bronkodilatasi) sedangkan untuk pengecilan (bronkokonstriksi) dipengaruhi oleh hormon histamin dan atau saraf parasimpatik. Pengecilan juga dapat diakibat oleh udara dingin, iritasi yang disebabkan oleh bahan kimia dan faktor-faktor lain yang mengharuskan untuk mengurangi suplai udara dari luar
Selanjutnya dalam sistem pernapasan pada manusia, setelah melewati bronkiolus respiratori, udara masuk kedalam tabung atau saluran alveolar yang merupakan saluran kecil yang menghubungkan bronkiolus respiratori dan kantong alveolar yang mengandung banyak alveoli (alveolus). Dalam sistem pernapasan manusia, terdapat sekitar 1,5 hingga 2 juta tabung alveolar dalam paru-paru. Pada saluran alveolar terdapat otot polos yang berkontraksi oleh saraf parasimpatik dan berelaksasi dibawah kendali saraf simpatik.
 Alveolus tersusun atas lapisan epitel dan matriks ekstraseluler yang  dikelilingi oleh banyak kapiler. pada beberapa dinding alveolar terdapat pori kohn yang menghubungkan antara satu alveolus dengan lainnya dan juga terdapat kolagen dan serat elastin. Serat elastin yang terdapat pada alveolus membuatnya mampu mengembang saat terjadi inspirasi (penarikan udara). Selanjutnya pada saat terjadi ekspirasi atau pengeluaran udara alveolus akan mengecil.
Sistem pernapasan pada manusia normal dikenal terbagi dua yaitu inspirasi (memasukkan udara) dan ekspirasi (mengeluarkan udara). Mekanisme dalam sistem pernapasan manusia pun ada dua yaitu pernapasan perut dan pernapasan dada. Pengertian inspirasi dalam sistem pernapasan adalah proses masuknya udara terutama oksigen ke dalam zona respirasi melalui zona konduksi atau dari saluran pernapasan menuju paru-paru (alveolus) dengan menggunakan perbedaan tekanan udara serta volume antara paru paru dan lingkungan tubuh.
Sedangkan pengertian ekspirasi dalam sistem pernapasan  manusia adalah keluarnya karbondioksida dan uap air yang merupakan produk metabolisme tubuh manusia mulai dari zona respirasi yaitu alveolus hingga ke zona konduksi mulai dari terminal bronkiolus hingga ke hidung ataupun mulut menuju lingkungan yang memanfaatkan perbedaan tekanan dan volume antara paru-paru dan lingkungan.
Dalam sistem pernapasan pada manusia terdapat dua cara bernapas yaitu pernapasan perut dan pernapasan dada. Perbedaan ini terletak pada organ yang mengatur pernapasan saat itu dikarenakan paru-paru terletak dan dibatasi oleh rongga dada dan perut sehingga volume paru-paru dapat diatur oleh keduanya.
Pernapasan perut dalam sistem pernapasan manusia pada proses inspirasi dan ekspirasi dijelaskan sebagai berikut:
1. Inspirasi: Otot-otot antar tulang rusuk berkontraksi, tulang rusuk terangkat sehingga otot diafragma mendatar, dan mengakibatkan volume rongga dada membesar dan tekanan udaranya mengecil menyebabkan terjadinya aliran udara dari luar masuk ke dalam paru-paru.
2. Ekspirasi: Otot-otot antar tulang rusuk mengendur dan tulang rusuk ujung ujungnya turun, dan mengakibatkan volume rongga dada mengecil dan tekanan udaranya menjadi besar. Hal ini menyebabkan udara di dalam paru-paru dipompa ke luar tubuh.
Sedangkan pernapasan dada dalam sistem pernapasan manusia pada proses inpirasi dan ekspirasi dijelaskan sebagai berikut:
1. Inspirasi : Otot-otot perut mengendur hingga otot diafragma posisinya mendatar, dan akibatnya volume rongga dada membesar dan tekanan udaranya mengecil. Hal ini menyebabkan terjadinya aliran udara luar masuk ke dalam paru-paru.
2. Ekspirasi: Otot-otot perut menekan kepada otot otot diafragma sehingga posisinya menonjol ke atas, sehingga volume rongga mengecil dan tekanan udaranya menjadi membesar. Hal ini menyebabkan udara di dalam paru paru dipompa keluar tubuh.
Beberapa gangguan pada sistem pernapasan manusia, diantaranya:
1. Emfisema
Emfisema disebabkan hilangnya elastisitas alveolus. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin merupakan penyebab utama hilangnya elastisitas alveolus ini. Adapun gejala yang ditimbulkan, yakni nafsu makan menurun, berat yang menurun, dan sesak napas dalam waktu lama serta tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan oleh penderita sesak napas.
2. Pneumonia
Pneumonia ini menyebabkan radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri diplococcus pneumonia. Akibatnya alveolus dipenuhi oleh nanah dan lendir sehingga oksigen sulit berdifusi mencapai darah. Penyakit ini memiliki gejala, seperti batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernapas.
3. Influenza
Influenza disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan, yakni pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal. Influenza merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernapasan terutama ditandai oleh demam, gigil, sakit otot, sakit kepala, dan disertai pilek, sakit tenggorokan, dan batuk yang tidak berdahak. Lama sakit berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri.
4. Asma
Asma merupakan penyakit penyumbatan saluran pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, kotoran, debu, atau tekanan psikologis. Asma merupakan penyakit turunan. Gejala asma bersifat episodik, gejala awal dapat berupa batuk terutama pada malam hari atau dini hari, sesak napas, napas berbunyi, rasa berat di dada, dan dahak sulit keluar.
5. TBC (tuberculosis)
TBC disebabkan oleh bakteri mycobacteriumtuberculosis. Penyakit ini menyerang paru-paru sehingga terbentuk bintil-bintil dalam alveolus. Penyakit TBC ini lebih sering menyerang paru-paru walaupun pada beberapa kasus menyerang organ lain dan ditularkan melalui udara, makanan dan minuman, melalui darah atau lendir dari penderita TBC. Penyebab TBC, antara lain perokok, paru-paru luka, sistem kekebalan tubuh lemah, dan lingkungan yang kotor. Adapun gejala penyakit TBC, yakni keringat pada malam hari, perasaan terasa lemah, lesu, dan tidak enak, mudah terserang flu yang bersifat hilang timbul, turunnya berat badan dan nafsu makan, sering mengalami demam yang tidak terlalu tinggi dan berlangsung lama, serta batuk-batuk lebih dari 3 minggu dan kadang disertai darah.


EmoticonEmoticon