Sunday, 5 February 2017

Teks Mengomentari Persoalan Faktual



Teks Mengomentari Persoalan Faktual
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Teks ini dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 SD semester 2 untuk Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar berikut:


A. STANDAR KOMPETENSI
6. Berbicara
Mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain drama.
B. KOMPETENSI DASAR
6.1 Mengomentari persoalan faktual disertai alasan yang mendukung dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa.

Hidup Hemat
Teks Mengomentari Persoalan Faktual

Sekarang ini kita perlu hemat. Hemat apa saja, yaitu hemat menggunakan uang jajan, hemat menggunakan air, hemat menggunakan listrik, dan lain-lain. Kasihan orang tua kita, Ayah dan Ibu menyekolahkan kita. Biaya sekolah itu tidak murah, kita perlu buku dan alat-alat sekolah yang lain. Semuanya tentu harus dibeli dengan uang.
Sayangnya hidup hemat itu tidak mudah. Coba kita lihat teman-teman dan tetangga kita, banyak yang hidupnya boros. Ada yang sering lupa mematikan kran air, ada yang mandinya terlalu lama, ada yang menyalakan lampu pagi hari, ada yang menghidupkan televise lalu ditinggal tidur, dan lain-lain. Kalau selamanya dihitung dengan uang tentu sudah banyak jumlahnya, belum lagi kalau jajan. Sudah berapa banyak yang kita gunakan untuk jajan?, memang hidup hemat itu susah teman-teman, tetapi kapan lagi kita mau memulai hidup hemat kalau tidak sekarang?

Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Apakah kamu hidup hemat? Hidup hemat apa saja yang kamu lakukan?
2. Kamu suka jajan apa saja?
3. Setiap hari berapa uang jajan yang kamu habiskan?
4. Apakah kamu suka menabung? Bagaimana cara kamu menabung?
5. Kenapa kita harus hidup hemat?


Berkelahi
Teks Mengomentari Persoalan Faktual
Suatu siang di SDN 2 Sukasuka suasana mendadak ramai. Para siswa berkerumun di depan kelas. Ada juga yang melihat dari dalam kelas. Keriuhan terdengar ke seluruh penjuru sekolah. Keributan ini disebabkan karena ada siswa yang berkelahi.
Andi dan Joni berkelahi di sekolah. Mereka awalnya saling bercanda. Lama kelamaan bercandaan mereka kelewatan dan akhirnya mereka berkelahi. Mereka saling adu tonjok dan saling menendang. Keduanya tidak mau mengalah sampai akhirnya dipisahkan oleh guru olahraga. Keduanya terluka di bagian wajah dan seragam mereka kotor dengan tanah. Setelah dinasihati guru olahraga, mereka bersalaman dan berbaikan. Mereka menyesal telah berkelahi dan kembali berteman baik.

Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Apakah kamu pernah berkelahi? Jelaskan apa penyebabnya !
2. Dengan siapa kamu sering berkelahi?
3. Apakah berkelahi itu baik? Jelaskan !
4. Apa yang akan kamu lakukan jika melihat teman yang berkelahi?
5. Saat kamu bertengkar, daripada berkelahi apa yang akan kamu lakukan?


Teman Jatuh
Teks Mengomentari Persoalan Faktual
Setiap hari minggu Temi selalu berkeliling memakai sepeda. Suatu ketika Temi sedang asyik mengayuh sepedanya. Ketika Temi melihat jalan yang panjang dan jalan itu sangat jarang dilewati orang, tiba-tiba Temi berpikir untuk memacu sepeda lebih cepat seperti halnya pembalap.
Temi mengendarai sepeda dengan sangat cepat sampai-sampai ia tidak bisa mengendalikan sepedanya. Ia pun berteriak minta tolong dan tidak lama Temi terjatuh. Temi terlihat kesakitan. Ani dan Budi langsung menghampiri Temi yang sudah terjatuh. Mereka membantu Temi untuk berdiri dan mengantarkan Temi pulang ke rumah. Temi menyesal dan berjanji bahwa lain kali ia akan mengendarai sepeda dengan lebih hati-hati.

Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Pernahkah kamu terjatuh? Coba ceritakan !
2. Kenapa kamu bisa terjatuh pada saat itu?
3. Apa yang kamu rasakan saat terjatuh?
4. Sebaiknya apa yang kamu lakukan agar tidak terjatuh?
5. Pernahkah kamu melihat temanmu terjatuh? Apa yang kamu lakukan?



Lupa Mengerjakan PR
Teks Mengomentari Persoalan Faktual

Pada hari Rabu kemarin, Ujang belajar matematika di kelas. Sebelum pulang, Bu Susi memberikan PR untuk dikerjakan di rumah. Soal untuk PR tersebut ditulis di papan tulis. Seluruh siswa menulis soal PR tersebut, kecuali Ujang. Ujang malah asyik memainkan pensilnya dan lupa untuk mencatat soal PR.
Keesokan harinya, PR matematika tersebut dikumpulkan. Seluruh siswa mengumpulkan PR tersebut. Ujang kebingungan karena ia lupa bahwa hari itu ada PR matematika. Ujang lupa karena tidak mencatat soal matematika tersebut kemarin. Akhirnya, Ujang dihukum oleh Bu Susi agar tidak mengulangi perbuatannya.

Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Kapan biasanya kamu mengerjakan PR?
2. Pernahkan kamu lupa mengerjakan PR? Coba ceritakan!
3. Kenapa kamu lupa mengerjakan PR?
4. Apa yang kamu rasakan saat lupa mengerjakan PR?
5. Sebaiknya apa yang kamu lakukan agar tidak lupa mengerjakan PR?


Dimarahi Orang Tua
Teks Mengomentari Persoalan Faktual
Suatu pagi di hari minggu, Rahmat bermain di halaman rumah. Ia bermain bola dengan teman-temannya di halaman rumah. Tidak lama kemudian, cuaca menjadi mendung dan turun hujan. Rahmat dengan teman-temannya berlarian pulang ke rumah untuk berteduh menghindari hujan.
Sesampainya di rumah Rahmat merasa bosan dan kesal karena hujan, ia jadi tidak bisa bermain bola. Lalu, ia mempunyai ide untuk bermain bola di dalam rumah. Awalnya ia menendang bola dengan pelan sampai akhirnya ia menendang bola terlalu keras dan memecahkan kaca jendela rumah. Ibunya Rahmat sangat terkejut. Rahmat dimarahi oleh ibunya karena telah memecahkan kaca jendela rumah. Rahmat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Pernahkah kamu dimarahi orang tua? Coba ceritakan!
2. Kenapa kamu dimarahi orang tua?
3. Apa yang kamu rasakan saat dimarahi orang tua?
4. Apa yang kamu lakukan setelah dimarahi orang tua?
5. Sebaiknya apa yang kamu lakukan agar tidak dimarahi orang tua?

4 comments

terima kasih atas informasinya... sangat membantu !

izin menggunakan materinya ya kak^^


EmoticonEmoticon