Tuesday, 28 March 2017

Model Pembelajaran Study Tour



Model Pembelajaran Study Tour
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Model Pembelajaran Study Tour

Setiap sekolah biasanya memprogramkan kegiatan studi tour bagi setiap peserta didik. Lokasi yang biasanya dikunjungi adalah tempat-tempat yang tidak hanya memberikan hiburan bagi peserta didik, namun sekaligus memberikan pelajaran penting, sehingga peserta didik dapat belajar pada kondisi nyata yang menyenangkan.
Pembelajaran melalui study tour adalah pembelajaran dengan membawa peserta didik mempelajari bahan-bahan atau sumber-sumber belajar di luar kelas dengan maksud agar peserta didik lebih memahami serta memiliki wawasan yang luas tentang bahan ajar yang dipelajarinya di dalam kelas. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa study tour adalah suatu upaya untuk meningkatkan diri peserta didik dengan kehidupan nyata (real life) yang menjadi sumber belajar bagi peserta didik. Model study tour merupakan suatu cara penguasaan bahan pelajaran dengan membawa peserta didik langsung kepada obyek yang akan dipelajari di luar kelas atau di lingkungan kehidupan nyata. Model study tour berfungsi pula untuk memberikan variasi belajar kepada peserta didik.
Pada model study tour ini, guru mengajak peserta didik ke obyek tertentu untuk mempelajari sesuatu. Ini berbeda dengan darmawisata yang tujuannnya adalah rekreasi. Model study tour berguna bagi peserta didik dalam memahami kehidupan riil beserta segala masalahnya.
Adapun tujuan model study tour, sebagai berikut:
1. Peserta didik dapat membandingkan yang mereka pelajari di dalam kelas secara teoritis dengan keadaan nyata di lapangan atau membandingkan antara teori dengan praktik penggunaannya.
2. Menghilangkan kejenuhan peserta didik yang selalu belajar di dalam kelas.
3. Sebagai rekreasi sambil belajar, sehingga peserta didik akan belajar dengan suasana hati yang riang mengena dan mengesankan, sehingga peserta didik akan mendapatkan pengalaman bermakna yang sangat beguna bagi penguasaan kompetensi tertentu.
Langkah-langkah pokok dalam pelaksanaan study tour, sebagai berikut:
1. Perencanaan study tour
a. Merumuskan tujuan study tour
b. Menetapkan obyek study tour sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
c. Menetapkan lamanya kegiatan study tour.
d. Menyusun rencana belajar bagi peserta didik selama study tour.
e. Merencanakan perlengkapan belajar yang harus disediakan.
2. Pelaksanaan study tour
a. Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan belajar sesuai dengan tujuan dari kegiatan study tour yang telah ditentukan.
b. Perlu ditekankan bahwa prioritas utama adalah belajar, bukan hanya sekedar rekreasi semata.
c. Jika menemui masalah atau hal-hal yang tidak diinginkan, hendaknya guru segera melakukan perundingan dengan panitia maupun peserta didik untuk mencari solusi.
d. Guru memberikan perhatian kepada peserta didik agar mereka dapat terkontrol saat melakukan kegiatan belajar.
e. Peserta didik diberi kesempatan seluas-luasnya untuk bereksplorasi mencari pengetahuannya sendiri di bawah pengawasan dan kontrol guru.
f. Jika memungkinkan, akan lebih baik apabila sesekali diadakan diskusi dan tanya jawab dengan peserta didik membahas apa saja yang telah mereka lihat dan dapatkan.
g. Guru memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memaparkan pengetahuan atau hasil pengamatan yang telah mereka lakukan.
3. Tindak lanjut
a. Peserta didik diminta untuk membuat dan mengumpulkan laporan hasil study tour secara individu atau bisa juga secara kelompok.
b. Guru memberikan penilaian terhadap kinerja peserta didik, baik di lokasi study tour maupun laporan yang telah mereka buat.
Banyak hal yang harus diperhatikan oleh guru jika mengadakan kegiatan study tour. Hal-hal tersebut, diantaranya:
1. Sebelum mengadakan study tour, hendaknya guru atau panitia merumuskan tujuan yang jelas. Tujuan study tour seharusnya relevan dengan materi pelajaran yang sedang diikuti oleh peserta didik di sekolah. Tujuan tersebut disosialisasikan tidak hanya kepada peserta didik saja, namun juga kepada orangtua atau wali.
2. Pemberitahuan kepada orangtua atau wali mutlak diperlukan termasuk permohonan izin dan penentuan lokasi yang akan dikunjungi, sehingga kegiatan study tour benar-benar merupakan kegiatan yang sangat didukung oleh semua pihak, termasuk orangtua/wali peserta didik.
3. Dalam menentukan obyek yang akan dikunjungi, hendaknya disesuaikan dengan tujuan study tour. Sebisa mungkin benar-benar banyak mengandung unsur pendidikan di dalamnya. Guru dapat menawarkan beberapa alternatif lokasi berikut besarnya biaya yang harus dikeluarkan peserta didik kepada orangtua/wali, sehingga mereka dapat memilih dan ikut menentukan lokasi yang akan dikunjungi.
4. Jika menggunakan agen perjalanan wisata, hendaknya direncanakan dan didiskusikan dengan matang, sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.
5. Guru dan sekolah harus memproritaskan pembelajaran untuk peserta didik dalam study tour, sehingga kegiatan tersebut benar-benar berjalan sesuai dengan tujuan.
6. Guru hendaknya menyiapkan rencana kerja yang akan dilakukan oleh peserta didik di lokasi yang akan dikunjungi, khususnya rencana kegiatan belajar di lokasi yang benar-benar disesuaikan dengan aktivitas belajar di sekolah.
7. Final checking harus dilakukan sebaik mungkin, sekitar sehari atau dua hari sebelum kegiatan study tour dilaksanakan.
8. Sebelum dilaksanakan study tour, peserta didik diberikan pengarahan tentang perlengkapan yang harus dibawa, termasuk tata tertib yang harus dipatuhi selama kegiatan study tour.
9. Penjelasan tentang informasi lama perjalanan, perkiraan kapan tiba di lokasi hingga lokasi tempat istirahat, kamar mandi, tempat parkir, dan lain-lain sangat dibutuhkan peserta didik sebelum mereka tiba di lokasi tujuan.
10. Sebelum berangkat atau meninggalkan lokasi, guru pendamping harus memastikan jumlah peserta didik yang ada dengan menghitung jumlah mereka atau bisa juga dengan menyuruh peserta didik untuk mengecek teman mereka masing-masing agar tidak ada peserta didik yang tertinggal.
11. Jika sudah sampai di lokasi, guru harus menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk berada di lokasi tersebut, sehingga perjalanan dapat tepat waktu.
12. Guru harus menyiapkan P3K atau obat-obatan, guna mengantisipasi adanya peserta didik yang mengalami masalah yang berhubungan dengan kesehatan, sehingga dapat ditangani sedini mungkin.
13. Kamera atau handycam juga diperlukan untuk dokumentasi perjalanan study tour. Hal ini bisa digunakan sebagai kenangan dan juga bahan evaluasi demi perbaikan kegiatan study tour berikutnya.
14. Untuk membuat kegiatan study tour lebih berkesan dan memberikan semangat bagi peserta didik, guru atau panitian dapat membuat cindera mata atau sejenisnya, seperti topi, syal, stiker, atau gantungan kunci sehingga nantinya kegiatan study tour dapat dikenang oleh peserta didik.
Adapun keuntungan dari kegiatan study tour, antara lain:
1. Peserta didik memperoleh pengalaman langsung, sehingga proses belajar lebih bermakna.
2. Membangkitkan minat peserta didik untuk menyelidiki dan mempelajari sesuatu.
3. Memperkaya dan menyempurnakan pengetahuan yang diperoleh peserta didik di dalam kelas.
4. Mendorong belajar dengan pengamatan sendiri.
5. Memberikan pemahaman terhadap lingkungan sekitar.
6. Melatih seni hidup bersama dan tanggung jawab bersama.
7. Menciptkan kepribadian yang komplet bagi guru dan peserta didik serta mengintegrasikan pengajaran di kelas dengan kehidupan dunia nyata.
8. Memberikan motivasi untuk penelitian dan penemuan baru.
9. Memupuk rasa cinta terhadap alam sekitar.
Meski memiliki banyak keuntungan, namun kegiatan study tour ini juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya:
1. Membutuhkan persiapan yang lama dan matang.
2. Memerlukan sarana yang banyak.
3. Membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
4. Memiliki risiko yang cukup tinggi.
5. Menuntut perhatian ekstra dari guru saat berada di lokasi.


EmoticonEmoticon