Sunday, 5 March 2017

Pendekatan Deduktif



Pendekatan Deduktif
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Pendekatan Deduktif

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan deduktif sering disebut pembelajaran tradisional, yakni guru memulai dengan teori-teori, selanjutnya menuju penerapan teori. Pembelajaran dengan pengunaan pendekatan deduktif menekankan pada guru mentransfer informasi atau pengetahuan.
Punaji Setyosari (2010, hlm. 7) menyatakan bahwa “berpikir deduktif merupakan proses berpikir yang didasarkan pada pernyataan-pernyataan yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus dengan menggunakan logika tertentu”.
Hal serupa disampaikan oleh Syaiful Sagala (2010, hlm. 76) yang menyatakan “pendekatan deduktif adalah proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan yang khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan dan prinsip umum yang diikuti dengan contoh-contoh khusus atau penerapan aturan dan prinsip umum itu ke dalam keadaan khusus”.
Selanjutnya Martinis Yamin (2008, hlm. 89) menyatakan “pendekatan deduktif merupakan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atau contoh-contohnya dalam situasi tertentu”.
Berdasar beberapa pendapat tersebut dapat ditarik garis besar bahwa pendekatan deduktif menjelaskan hal yang berbentuk teoritis ke bentuk realitas atau menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus. Disini guru menjelaskan teori-teori yang telah ditemukan para ahli, kemudian menjabarkan kenyataan yang terjadi atau memberi contoh-contoh.
Menurut Martinis Yamin (2008, hlm. 89) pendekatan deduktif dapat dipergunakan apabila:
1. Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari.
2. Isi pelajaran meliputi terminologis, teknis, dan bidang yang kurang membutuhkan proses berpikir kritis.
3. Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicaraan yang baik.
4. Waktu yang tersedia sedikit.
Kemudian Syaiful Sagala (2010, hlm. 76) mengungkapkan langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan deduktif dalam pembelajaran, antara lain:
1. Guru memilih konsep, prinsip, dan aturan yang akan disajikan.
2. Guru menyajikan aturan dan prinsip yang bersifat umum, lengkap dengan definisi dan contoh-contohnya.
3. Guru menyajikan contoh-contoh khusus agar siswa dapat menyusun hubungan antara keadaan khusus dengan aturan prinsip umum.
4. Guru menyajikan bukti-bukti untuk menunjang atau menolak kesimpulan bahwa keadaan khusus itu merupakan gambaran dari keadaan umum.
Berikut kelebihan penggunaan pendekatan deduktif dalam pembelajaran, diantaranya:
1. Tidak memerlukan banyak waktu.
2. Tidak memerlukan banyak perlengkapan.
3. Sifat dan rumus yang diperoleh dapat langsung diaplikasikan ke dalam soal-soal atau masalah yang konkrit.
Sedangkan kelemahan penggunaan pendekatan deduktif dalam pembelajaran, antara lain:
1. Siswa sering mengalami kesulitan memahami makna dalam pembelajaran disebabkan siswa dapat memahami konsep setelah disajikan berbagai contoh.
2. Siswa sulit memahami pembelajaran yang diberikan karena siswa menerima konsep yang secara langsung diberikan oleh guru.
3. Siswa cenderung bosan dengan pembelajaran karena siswa langsung menerima konsep dari guru dengan minimnya kesempatan untuk menemukan konsep secara mandiri.
4. Konsep cenderung sulit diingat dengan baik oleh siswa.

Referensi
Sagala, S. (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Setyosari, P. (2010). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Yamin, M. (2008). Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.


EmoticonEmoticon