Sunday, 2 April 2017

Karakteristik Buku Cerita untuk Anak



Karakteristik Buku Cerita untuk Anak
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Tanggal 2 April merupakan Hari Buku Anak Internasional (International Children’s Book Day). Awal mula ditentukannya 2 April sebagai hari buku anak internasional adalah bertepatan dengan hari kelahiran pengarang buku anak terkenal di dunia, yakni Hans Christian Andersen. Perayaan hari buku anak internasional ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca atau memupuk minat baca dan mengajak kita semua untuk lebih memberi perhatian pada perkembangan buku anak-anak.
Karakteristik Buku Cerita untuk Anak
Buku cerita merupakan salah satu jenis buku yang banyak digemari oleh anak. Meskipun era digital semakin berkembang pesat, namun bukan berarti buku sudah kehilangan masanya. Buku cerita tetap memiliki posisi tersendiri. Banyak orang tua memberikan buku cerita kepada anak agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang gemar membaca. Hal ini bukan berarti orang tua dapat membebaskan anak memilih buku cerita sesukanya.
Tidak setiap buku cerita cocok dibaca oleh anak. Orang tua perlu mengetahui karakteristik buku cerita yang cocok dibaca oleh anak. Maka, penulis memaparkan beberapa karakteristik buku cerita untuk anak, sebagai berikut:

1. Memiliki banyak warna

Karakteristik Buku Cerita untuk Anak

Warna akan mendorong perkembangan otak anak. Otak anak akan terstimulasi tatkala ia mendengarkan cerita sambil menatap gambar yang berwarna-warni.
Variasi warna apapun akan menarik bagi anak. Terlepas anak laki-laki ataupun perempuan, tidak ada batasan gender untuk warna. Tentunya, buku cerita yang memiliki banyak warna akan lebih menarik bagi anak.

2. Alur cerita yang sederhana

Karakteristik Buku Cerita untuk Anak

Buku cerita anak yang baik memiliki alur cerita yang pendek dan sederhana. Hal ini karena anak memiliki konsentrasi yang masih pendek. Oleh sebab itu, kisah-kisah sederhana akan membuatnya berimajinasi, tanpa membuatnya merasa bosan.
Orang tua perlu berinteraksi dengan anak tentang cerita yang dibaca oleh anak. Orang tua dapat mengajak anak bermain peran atau menanyakan kembali apa yang dilakukan oleh tokoh dalam cerita. Jangan menekan anak untuk langsung mengingat apa yang ia baca.

3. Buku didominasi oleh gambar

Karakteristik Buku Cerita untuk Anak

Gambar yang banyak dan bervariasi menjadi salah satu ciri penting buku cerita yang baik untuk anak. Namun, pastikan orang tua membaca setiap buku cerita yang akan diberikan kepada anak terlebih dahulu. Baca dan cermati baik-baik, adakah gambar yang dirasa buruk atau tidak tepat untuk anak? Jika ada, maka buku tersebut jangan diberikan kepada anak. Jangan sungkan untuk meminta izin kepada toko buku agar dapat melihat sampel buku yang akan dibeli untuk memastikan buku tersebut layak dibaca oleh anak.

4. Buku tidak mudah robek

Karakteristik Buku Cerita untuk Anak

Bahan buku yang tidak mudah robek menjadi standar bagi buku untuk anak. Anak masih menjalani perkembangan motorik. Ditambah rasa ingin tahu anak yang sangat besar. Itulah sebabnya anak suka merobek kertas, apalagi buku.

5. Buku ringan dan mudah dibawa

Karakteristik Buku Cerita untuk Anak

Buku cerita yang ringan akan membantu anak dapat melihat atau membaca kembali bukunya di mana saja. Hal yang sangat lumrah, apabila anak suka membawa barang kesayangannya ke mana saja.

6. Menggunakan kata yang tidak berkonotasi negatif

Karakteristik Buku Cerita untuk Anak
Penggunaan kata yang berkonotasi negatif dapat membuat anak mengambil kesimpulan yang salah pada cerita. Di samping itu, mungkin saja ia akan menanyakan makna kata kepada orang di sekitarnya, yang bisa saja, jawabannya berbeda-beda.
Hal ini dapat membuat ia menentukan pilihan arti sendiri. Sayangnya, anak belum bisa mengambil keputusan yang tepat. Maka, ada baiknya menghindarkan kata-kata yang berat dan bermakna ganda dari koleksi buku cerita anak dan akan lebih baik apabila anak didampingi saat ia membaca buku yang bermakna sedikit berat baginya.

7. Kosakata Baru

Karakteristik Buku Cerita untuk Anak

Buku cerita yang kaya akan kosakata dapat membantu kemampuan anak dalam berkomunikasi. Berikan buku cerita yang memang menggunakan kata yang baik dan benar. Hindari memberikan buku dengan kata atau bahasa yang tidak baku.
Terlebih jika menggunakan kata-kata yang termasuk vulgar. Anak sangat mudah meniru, ia akan menjadikan cerita yang dibacanya sebagai landasan imajinasinya. Maka, tidak heran apabila anak cenderung berbicara dan berkomunikasi sesuai dengan apa yang dilihat, didengar, dan dibacanya.

8. Alur cerita berkaitan dengan kehidupan anak-anak

Karakteristik Buku Cerita untuk Anak

Buku yang terbaik adalah buku yang mampu melibatkan pembacanya. Dalam hal ini, anak-anak suka dengan buku yang menceritakan kehidupannya dari sisi lain.
Baik buku petualangan ataupun buku tentang kisah kehidupan, semuanya harus memiliki keterkaitan dengan tokoh yang seusianya. Hal ini akan membantu dia memahami diri dan lingkungan sekitarnya.

9.  Cerita mengandung pengajaran yang positif

Karakteristik Buku Cerita untuk Anak

Anak membutuhkan semangat yang positif. Jangan berikan ia buku yang suram, kelam, dan penuh kekecewaan. Kecuali, pada akhirnya cerita berujung dengan baik.

Anak belum memahami tentang makna kehidupan. Anak bahkan masih berjuang mengenali dan memahami dirinya sendiri. Jangan memberikan beban berat yang masih sulit dicerna bagi anak. Maka, memilih buku cerita untuk anak bukan hal yang sederhana. Orang tua harus mempertimbangkan manfaat dan kelayakan cerita buku anak untuk dicerna oleh anak.
Buku cerita akan sangat mempengaruhi perkembangan dari anak. Buku cerita dapat membuat anak membangun persepsi tentang diri dan lingkungan anak. Baik atau tidak, hal itu tergantung dari bagaimana orang tua memilihkan buku untuk anak.


EmoticonEmoticon