Saturday, 8 April 2017

Tujuan dan Manfaat Sosiologi Pendidikan



Tujuan dan Manfaat Sosiologi Pendidikan
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Tujuan dan Manfaat Sosiologi Pendidikan

Tujuan pendidikan nasional harus bertolak pada falsafah hidup suatu bangsa. Kita dapat merujuk pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3. Disebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Tujuan tersebut tentu saja menjadi tujuan umum pada setiap disiplin ilmu tidak terkecuali sosiologi pendidikan.
Secara umum tujuan sosiologi adalah meningkatkan daya dan kemampuan manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya, terutama lingkungan sosial budaya dengan cara mengembangkan pengetahuan yang obyektif mengenai gejala-gejala kemasyarakatan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah-masalah sosial.
Sosiologi penting untuk dipelajari. Tujuan dari mempelajari sosiologi, diantaranya:
1. Untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum karena sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi antar manusia dan juga perihal sifat, hakekat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan ilmu sosiologi dapat memberikan wawasan akademis maupun praktis.
2. Untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
3. Meningkatkan pemahaman terhadap ciri-ciri dan sifat-sifat masyarakat serta meningkatkan daya adaptasi diri dengan lingkungan hidupnya.
4. Memahami konsep-konsep sosiologi, seperti sosialisasi, kelompok sosial, struktur sosial, lembaga sosial, perubahan sosial, konflik, dan integrasi sosial.
5. Menumbuhakan sikap, kesadaran, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
6. Untuk menganalisis status pendidikan di masyarakat.
7. Untuk menganalisis partisipasi orang-orang terdidik/berpendidikan dalam kegiatan sosial.
Karena sosiologi secara garis besar mengkaji masyarakat dan interaksi yang terjadi di dalamnya, hasil studi sosiologi dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Data-data masyarakat yang diperoleh dapat membantu kegiatan pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi hasil-hasilnya.
Dalam proses sosialisasi pendidikan bisa terjadi kendala atau hambatan, hal ini dikarenakan terjadinya kesulitan komunikasi dan adanya pola kelakuan yang berbeda-beda atau bahkan bertentangan. Setiap orang atau individu harus berusaha menguasai kondisi semaksimal mungkin dengan tuntutan lingkungannya termasuk di sekolah. Sebab kegagalan dalam proses sosialisasi dapat menyebabkan gangguan kejiwaan.
Manfaat sosiologi, diantaranya :
1. Sudut pandang sosiologis membuat kita mampu menilai peluang dan hambatan yang ada di dalam kehidupan kita. Cara berpikir sosiologis akan membantu kita memahami proses yang sesungguhnya terjadi di masyarakat. Dengan demikian, kita bisa menempatkan diri secara lebih tepat dan meraih tujuan dengan lebih efektif.
2. Sudut pandang sosiologis membantu kita untuk menghargai perbedaan umat manusia dan menyiapkan kita dalam menghadapi tantangan hidup dalam dunia yang plural.
3. Sudut pandang sosiologis menantang pemahaman-pemahaman yang lazim mengenai diri kita sendiri dan pihak lain. Hal itu menjadikan kita bisa menilai secara kritis berbagai kebenaran yang didasarkan pada asumsi-asumsi yang lazim. Dengan berpikir sosiologis kita bisa mengetahui bahwa gagasan-gagasan yang selama ini kita terima sebagai kebenaran belum tentu benar.
4. Sudut pandang sosiologis membuat kita mampu menjadi partisipan yang aktif dalam kehidupan masyarakat. Tanpa kesadaran mengenai bagaimana sesungguhnya proses dalam masyarakat itu terjadi, akan sulit ikut berpartisipasi dalam masyarakat.
Sedangkan beberapa manfaat sosiologi dari segi kehidupan bermasyarakat, sebagai berikut :
1. Menambah pengetahuan kebhinekaan sosial seperti keragaman ras, suku, dan agama
Sosiologi dapat menambah pengetahuan tentang keberagaman budaya yang menyangkut sistem nilai dan norma, adat istiadat, kesenian, dan unsur-unsur budaya lainnya. Melalui pembelajaran sosiologi, kita akan memperoleh pengetahuan tentang karakteristik sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat.
2. Menumbuhkan kepekaan terhadap toleransi sosial
Sosiologi bermanfaat untuk menumbuhkan kepekaan tehadap toleransi sosial dalam pergaulan sehari-hari, sehingga memungkinkan terjadinya hubungan saling pengertian dan saling menguntungkan. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain, sehingga manusia pasti membangun kerjasama yang saling menguntungkan antara umat manusia yang satu dengan yang lainnya.
3. Menghindari konflik sosial
Pengetahuan sosiologi bermanfaat untuk menghindari konflik sosial terutama konflik horizontal yang melibatkan pertikaian antar golongan, antar suku, maupun antar ras. Pada dasarnya konflik sosial itu terjadi jika antara dua kubu mempunyai prinsip atau pola pikir yang berbeda.
4. Menghindari dominasi sosial
Memahami sosiologi bermanfaat untuk menghindari terjadinya dominasi sosial. Dominasi sosial pada hakikatnya merupakan suatu bentuk penjajahan oleh kelompok yang kuat terhadap kelompok yang lebih lemah secara terselubung. Dengan tumbuhnya solidaritas sosial sebagai hasil dari pemahaman terhadap nilai-nilai karakteristik sosial dan individu melalui sosiologi, maka dominasi sosial, dominasi politik, dominasi ekonomi, maupun dominasi budaya dapat dihindari, atau paling tidak dapat dikurangi.
5. Ketertiban dan pengendalian sosial
Dalam suatu sistem kemasyarakatan, pola hubungan dan kebiasaan yang berjalan lancar digunakan untuk mencapai tujuan masyarakat. Hal ini dapat terwujud apabila kegiatan berlangsung dengan menyenangkan. Pada masyarakat sederhana, sosialisasi menciptakan ketertiban sosial dengan cara mempersiapkan individu-individu agar  bersedia berperilaku sebagaimana yang diharapkan. Masyarakat yang teratur hanya dapat tercipta jika kebanyakan orang melaksanakan sebagian besar kewajiban mereka kepada orang lain dan mampu menuntut hak mereka dari orang lain.
6. Meningkatkan integritas nasional
Memahami sosiologi bermanfaat untuk meningkatkan integritas nasional dalam rangka mewujudkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang maju dan yang memiliki standar hidup yang tinggi. Sebagai bangsa yang majemuk, yang memiliki keberagaman ras, suku, dan agama seringkali menimbulkan suatu akses-akses yang negatif. Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan adanya saling pengertian dan kerja sama yang erat di antara unsur-unsur sosial yang berbeda dalam masyarakat yang majemuk, sehingga semua itu dapat meningkatkan integritas sosial bagi masyarakat tersebut.
7. Interaksi sosial
Interaksi sosial merupakan hal penting dalam sosiologi karena merupakan syarat terjadinya aktivitas sosial dalam masyarakat. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang di dalamnya menyangkut hubungan antara individu, kelompok, maupun individu dengan kelompok.
             8. Sosiologi sebagai ahli riset
Seperti semua ilmuan lainnya, para sosiolog menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data. Untuk itu, para sosiolog melakukan riset ilmiah untuk mencari data tentang kehidupan sosial suatu masyarakat. Data itu, kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah yang berguna bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat. Dalam kaitan dengan hal ini, seorang sosiolog harus mampu menjernihkan berbagai anggapan keliru yang berkembang dalam masyarakat. Dari hasil penilitiannya, sosiolog harus dapat menghadirkan kebenaran-kebenaran agar dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kekeliruan dalam masyarakat dapat dihindari. Berdasarkan hal itu pula, seorang sosiolog bisa menghadirkan ramalan sosial yang didasarkan pada pola-pola, kecenderungan, dan perubahan yang paling mungkin terjadi.
            9. Sosiologi konsultan kebijakan
Ramalan sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Setiap kebijakan sosial adalah suatu ramalan. Artinya, kebijakan diambil dengan suatu harapan menghasilkan pengaruh atau dampak yang diinginkan. Namun sering terjadi bahwa kebijakan yang diambil tidak memenuhi harapan tersebut. Salah satu faktornya adalah ketidakakuratan kesimpulan atau dugaan yang salah terhadap permasalahannya.
           10. Menujang sebuah proses-proses kesuksesan
Manfaat yang dapat mewujudkan pada hakikat yang benar-benar nyata, dimana masyarakat menilai dari sebuah titik nol menuju puncak buah karirnya. Siapapun tidak akan bisa sukses dengan sendirinya tanpa ada peran orang lain dimana harus tahu dan selalu mengerti kehidupan di masyarakat, kehidupan di dunia kerja serta menempatkan dirinya pada bidang yang mungkin orang lain menjadi yakin bahwa diri kita mempunyai potensi besar dan mempunyai kualitas tanggung jawab dalam melakukan apapun dengan komitmen yang kuat.
          11. Keteraturan pada pola hidup di lingkungan
Manusia dalam mencapai pola hidupnya dihadapkan pada dua pilihan yaitu ingin lebih baik ataukah sebaliknya. Di dalam ilmu sosiologi bermasyarakat dengan berdampingan tidak hanya asal kumpul, asal mengikuti dalam hal apa saja. Di sini sosiologi memberi manfaat bagaimana seseorang di beri batasan di beri aturan-aturan yang cenderung mutlak secara umum maupun dari sisi spiritual dalam tanda kutip. Seseorang terlihat mempunyai pola hidup yang baik apabila ia memberlakukan, menghormati, dan melaksanakan dari aturan-aturan yang ada, serta poin jelas yang perlu di garis bawahi tidak menganggap aturan itu menjadikan arti dilarangnya hak kebebasan pola hidup di lingkungan masyarakat menjadi bekal serta ciri dari setiap pribadi seseorang di manapun ia berada, ia sudah mengerti aturan yang seimbang dan dapat mengatur diri.
          12. Menghormati pada sebuah perbedaan
Sosiologi memberikan manfaat bagaimana seseorang dapat saling menghormati dari semua bukti-bukti yang teruji memberikan pengertian perbedaan apapun dapat disatukan dan saling menguatkan dari sisi-sisi yang berbeda. Contohnya, dalam sebuah perbedaan pendapat pada forum yang sangat penting untuk mewujudkan satu persamaan yang saling dibutuhkan satu dengan yang lainnya tanpa ada sikap dan perilaku yang membuat perbadaan itu seakan-akan yang menjadikan diri seorang rendah dan merasa tidak adil. Karena memang hak asasi manusia adalah mutlak pada siapapun itu.
          13. Menciptakan kerjasama antar pihak
Pengetahuan sosiologi menciptakan macam-macam ide sosial pada pembangunan sebuah kemajuan ilmu-ilmu sosial keterkaitan akan kerjasama antar pihak tertentu untuk mencapai sesuatu yang saling menguntungkan dan tidak merugikan pihak lain. Pada proses kerjasama pun terdapat interaksi dan timbal balik yang di inginkan oleh orang-orang yang terlibat kerjasama. Kerjasama memerlukan standar mutu yang ditentukan pada manfaat kerjasama yang baik, seperti apa yang menjadi ciri penelitian terapan.
          14. Penyesuaian diri pada lingkungan
Sosiologi juga memberi manfaat penuntun, pengarah pada setiap diri seseorang dalam menempatkan diri pada suatu lingkungan masyarakatnya serta pemahaman pada setiap karakterisasi lingkungan tempat kita sedang berdiri. Sebagaimana pada sosiologi, kontak langsung dengan seseorang tidak dapat dihindari. Dimana dapat memberikan pengetahuan cara bersosialisasi kumpul dengan khalayak dengan hanya mendahulukan ego sendiri termasuk penghambat untuk kita lebih menyesuaikan lingkungan. Karena rasa ke-akuan tidak bisa membuat proses-proses berbaur lebih baik pada pihak manapun.
          15. Perbaikan diri menanggapi masalah
Sosiologi juga tak jauh dari pengendalian, adapun termasuk pengendalian diri dalam melihat satu titik masalah yang tidak bisa dikeluarkan dan dipecahkan dengan amarah, merasa benar dan seolah-olah kesalahan selalu di pihak lain. Musyawarah dengan saling mengakui dan saling meraba diri atau introspeksi diri, bukan hanya berselisih satu sama lain, karena kita saling berdampingan untuk saling mengisi dengan tanggung jawab serta langkah dewasa untuk tidak terpuruk pada masalah.
Seorang guru mempunyai peran yang amat penting dalam dunia pendidikan. Guru merupakan salah satu faktor utama bagi terlaksananya suatu pendidikan. Oleh karena itu, guru perlu mengetahui karakteristik dari masing-masing peserta didiknya agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan tujuan pendidikan tercapai secara maksimal. Agar guru dapat memahami karakteristik setiap peserta didiknya, tentu saja guru harus pandai bergaul dan menyesuaikan diri terhadap peserta didiknya, sehingga dalam melaksanakan suatu pembelajaran, guru perlu memahami sosiologi pendidikan. Tujuan mempelajari sosiologi pendidikan bagi guru, diantaranya:
1. Untuk menganalisis proses sosialisasi anak, baik dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
2. Memahami seberapa jauh pembinaan yang sudah dilakukan pada kegiatan sosial peserta didik untuk mengembangkan kepribadiannya.
3. Memberikan kepada guru latihan-latihan yang efektif dalam bidang sosiologi sehingga dapat memberikan sumbangannya secara cepat dan tepat kepada masalah pendidikan.
4. Untuk mengadakan integrasi kurikulum pendidikan dengan masyarakat sekitarnya agar pendidikan mempunyai kegunaan praktis di dalam masyarakat, dan negara seluruhnya.
5. Untuk menyelidiki faktor-faktor kekuatan masyarakat, yang bisa menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak.
6. Memberi pegangan terhadap penggunaan prinsip-prinsip sosiologi untuk mengadakan sosiologi sikap dan kepribadian anak didik.
Selain berbagai tujuan di atas, berikut ini ada beberapa manfaat dari mempelajari sosiologi pendidikan bagi guru yaitu :
1. Guru mampu mengetahui karakteristik dari setiap peserta didik, meliputi keadaan sosialnya maupun keadaan psikologisnya, sehingga guru dapat menerapkan teknik mengajar yang tepat kepada peserta didik.
2. Guru mampu menempatkan dirinya sebagai seseorang yang memiliki kewibawaan. Kewibawaan perlu bagi seorang guru karena dengan adanya kewibawaan, maka pengaruh yang akan diberikan oleh guru dapat diterima dengan baik oleh siswa karena siswa beranggapan bahwa pengaruh tersebut memang pantas untuk ditiru.
3. Guru mampu memberikan kontribusi yang positif bagi perkembangan ilmu pendidikan.
4. Mengetahui pembinaan ideologi pancasila dan kebudayaan nasional Indonesia di lingkungan pendidikan dan pengajaran.
5. Guru dapat memahami karakteristik proses belajar dan pembelajaran sehingga guru dapat menentukan sistem pembelajaran yang tepat untuk diterapkan.
6. Guru mampu memahami lingkungan sekitar siswa untuk dimanfaatkan dalam peningkatan proses dan hasil pendidikan, sehingga dapat memberikan prinsip-prinsip untuk digunakan dalam membuat keputusan yang baik dalam pendidikan.

Referensi
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


EmoticonEmoticon