Sunday, 21 May 2017

18 Nilai Pembentuk Karakter Bangsa Indonesia



18 Nilai Pembentuk Karakter Bangsa Indonesia
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

18 Nilai Pembentuk Karakter Bangsa Indonesia

Penerapan pendidikan karakter bagi semua tingkatan pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi telah dirancang oleh pemerintah sejak tahun 2010. Perancangan ini menurut Nurla Isna Aunillah (2011, hlm. 9) dilakukan sebab selama ini, “dunia pendidikan dinilai kurang berhasil dalam mengantarkan generasi bangsa menjadi pribadi-pribadi yang bermartabat”. Dunia pendidikan kita hanya mampu melahirkan lulusan manusia dengan tingkat intelektual yang memadai. Banyak dari lulusan sekolah yang memiliki nilai tinggi, cerdas, dan mampu menyelesaikan soal mata pelajaran dengan sangat cepat, namun sayangnya tidak sedikit diantara mereka tidak memiliki perilaku cerdas serta kurang mempunyai mental kepribadian yang baik. Padahal tujuan pendidikan adalah “menjadikan manusia berkarakter, manusia yang mulia, manusia yang manusiawi” (Andrias Harefa, 2013, hlm. 200).
“Di dalam rangka lebih memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter pada satuan pendidikan, telah teridentifikasi 18 nilai pembentuk karakter bangsa Indonesia yang bersumber dari Agama, Pancasila, Budaya, dan Tujuan Pendidikan Nasional” (Kemendiknas, 2010, hlm. 9). Nilai-nilai ini diharapkan dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga lambat laun akan membentuk karakter peserta didik.
18 nilai pembentuk karakter bangsa Indonesia tersebut dipaparkan pada tabel berikut:
No.
Nilai
Deskripsi
1.
Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2.
Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3.
Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4.
Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan serta peraturan.
5.
Kerja keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6.
Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7.
Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8.
Demokratis
Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9.
Rasa ingin tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10.
Semangat kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompok.
11.
Cinta tanah air
Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesediaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
12.
Menghargai prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain.
13.
Bersahabat/ komunikatif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14.
Cinta damai
Sikap perkataan dan tidakan yang menyebabkan orang lain menjadi senang serta aman atas kehadiran dirinya.
15.
Gemar membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16.
Peduli lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitar, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17.
Peduli sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18.
Tanggung jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya yang seharusnya ia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Referensi
Aunillah, N. I. (2011). Panduan Menerapkan Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Laksana.
Harefa, A. (2013). Menjemput Keberuntungan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Kemendiknas (2010). Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran berdasarkan Nilai-nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kemendiknas.


EmoticonEmoticon