Friday, 19 May 2017

Benteng atau Jaga Tiang



Benteng atau Jaga Tiang
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Benteng atau Jaga Tiang

Permainan benteng atau jaga tiang merupakan permainan tradisional yang dimainkan oleh beberapa orang untuk merebut dan mempertahankan benteng atau tiang agar bisa memenangkan pemainan. Sesuai dengan namanya, maka sebuah benteng atau tiang dalam permainan ini merupakan tujuan atau inti dari permainan.
Benteng atau jaga tiang awalnya merupakan permainan yang dimainkan oleh anak-anak di pedesaan untuk mengisi waktu bermain, tepatnya pada masa bangsa Indonesia berhasil lepas dari penjajahan. Permainan ini mencerminkan perjuangan bangsa Indonesia saat melawan penjajah, dimana dalam permainan ini pemainnya berusaha untuk mengamankan daerahnya dan memperoleh kejayaan yang disimbolkan dengan menduduki benteng lawan. Hal ini sama dengan tindakan bangsa Indonesia ketika zaman penjajahan dimana bangsa Indonesia bersatu mempertahankan daerahnya dan mengusir penjajah agar memperoleh kemerdekaan. Permainan ini dinamakan benteng karena salah satu markas penjajah pada zaman dahulu sering dikenal dengan istilah benteng, misal benteng Duurstede, benteng Malioboro, dan sebagainya. Jadi, dikenallah permainan benteng yang bertujuan untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang perjuangan rakyat Indonesia untuk menduduki benteng penjajah (meraih kemerdekaan).
Permainan benteng atau jaga tiang terdiri dari dua kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-6 pemain atau bisa juga lebih sesuai dengan jumlah anak yang ada, serta tempat yang digunakan. Permainan ini dilakukan dengan menjaga benteng yang diwujudkan dalam bentuk tonggak tiang kayu atau bambu, atau dapat juga menggunakan pohon. Tonggak dijadikan sebagai benteng (basecamp) masing-masing kelompok.

Benteng atau Jaga Tiang
Area Pemainan Benteng

Pemain benteng yang keluar dari benteng (basecamp) dianggap menyerbu terlebih dahulu. Pemain ini apabila dikejar oleh musuh dan tersentuh tangan oleh musuh dianggap tertangkap. Pemain yang tertangkap ditempatkan sebagai tahanan (tempatnya sudah ditentukan sebelum permainan dimulai, biasanya 2 meter sebelah kanan atau kiri dari benteng).

Benteng atau Jaga Tiang
Pemain Musuh Mengejar Penyerang

Pemain yang tertangkap dapat kembali mempertahankan bentengnya apabila telah diselamatkan temannya, dengan cara menyentuh tangan atau bagian tubuh.

Benteng atau Jaga Tiang
Pemain yang Tertangkap Berada di Tempat Tawanan

Kelompok pemain dinyatakan mendapatkan nilai apabila dapat menyentuh benteng musuh. Berakhirnya permainan ditentukan oleh kesepakatan para pemain. Kelompok yang kalah akan mendapatkan hukuman, yaitu menggendong kelompok yang menang dari benteng satu ke benteng lainnya, jumlah gendongan tergantung kesepakatan.

Benteng atau Jaga Tiang
Seorang Pemain Mendapatkan Nilai dengan Menyentuh Benteng Musuh

Permainan benteng menjadi media bagi anak untuk bersosialisasi karena permainan ini dimainkan secara berkelompok. Permainan ini menuntut semua anak untuk berperan secara aktif dalam memenangkan permainan tersebut. Anak dapat belajar menghargai orang lain dan aturan kalah-menang dapat menjadi peluang untuk mengembangkan sikap sportif.
Permainan ini juga melatih kemampuan anak dalam bekerja sama. Karena setiap pemain harus dapat bekerja sama dalam menjaga benteng, memata-matai musuh, menangkap musuh, dan menduduki benteng lawan. Pemain harus mampu menyesuaikan dengan kondisi kelompok, dapat berempati dengan kelebihan dan kekurangan teman maupun lawan mainnya.


EmoticonEmoticon