Saturday, 13 May 2017

Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Membimbing kegiatan diskusi dalam pembelajaran merupakan salah satu keterampilan mengajar yang harus dikuasai oleh guru, karena melalui diskusi siswa didorong untuk belajar secara aktif, belajar mengemukakan pendapat, berinteraksi, saling menghargai, dan berlatih bersikap positif.
Mulyasa (dalam Suwarna, 2006, hlm. 79) berpendapat bahwa “diskusi kelompok adalah suatu proses percakapan yang teratur, yang melibatkan sekelompok orang (siswa) dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan berbagi informasi/pengalaman, mengambil keputusan atau memecahkan suatu masalah. Sedangkan Moh. Uzer Usman (2005, hlm. 94) mengemukakan “diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur, melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman dan informasi, pengambilan kesimpulan/pemecahan masalah.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil adalah strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, dan berlatih bersikap positif.
Tujuan membimbing diskusi kelompok kecil menurut Mulyasa (dalam Suwarna, 2006, hlm. 80), sebagai berikut:
1. Siswa dapat saling memberi informasi atau pengalaman dalam menjelajahi gagasan baru atau masalah yang harus dipecahkan oleh siswa.
2. Siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan untuk berpikir dan komunikasi.
3. Siswa terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
Diskusi kelompok kecil memiliki karakteristik, sebagai berikut:
1. Melibatkan kelompok siswa yang anggotannya antara 3-9 orang.
2. Berlangsung dalam interaksi secara bebas (tidak ada tekanan dan paksaan) dan langsung. Artinya, semua anggota kelompok mendapat kesempatan untuk saling beradu pandang dan saling mendengarkan serta saling berkomunikasi dengan yang lain.
3. Mempunyai tujuan tertentu yang akan dicapai dengan kerja sama antar anggota kelompok.
4. Berlangsung menurut proses yang teratur dan sistematis, menuju suatu kesimpulan.
Moh. Uzer Usman (2005, hlm. 94-95) mengemukakan ada beberapa komponen keterampilan membimbing diskusi, sebagai berikut:
1. Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi.
Cara-cara yang dapat digunakan, diantaranya:
a. Rumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi.
b. Kemukakan masalah-masalah khusus.
c. Catat perubahan atau penyimpangan diskusi dari tujuan.
d. Rangkum hasil pembicaraan dalam diskusi.
2. Memperluas masalah atau urunan pendapat
Selama diskusi berlangsung sering terjadi penyimpangan ide yang kurang jelas, sehingga terjadi kesalahpahaman antar anggota kelompok. Di dalam hal ini tugas guru dalam memimpin diskusi untuk memperjelas, yakni dengan cara:
a. Menguraikan kembali urunan tersebut hingga jelas.
b. Meminta komentar siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membantu mereka memperjelas atau mengembangkan ide tersebut.
c. Menguraikan gagasan siswa dengan memberi informasi tambahan.
3. Menganalisis pandangan siswa
Di dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat. Untuk itu, guru perlu menganalisis alasan perbedaan tersebut, yakni dengan cara:
a. Meneliti apakah alasan tersebut memang memiliki dasar yang kuat.
b. Memperjelas hal-hal yang disepakati dan tidak disepakati.
4. Meningkatkan urunan siswa
Beberapa cara untuk meningkatkan urunan siswa, yakni:
a. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang siswa untuk berpikir.
b. Memberikan contoh-contoh verbal dan non verbal yang sesuai dan tepat.
c. Memberikan waktu untuk berpikir.
d. Memberikan dukungan terhadap pendapat siswa dengan penuh perhatian.
5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Penyebaran kesempatan berpartisipasi dapat dilakukan dengan cara:
a. Mencoba memancing urunan siswa yang enggan berpartisipasi.
b. Mencegah terjadinya pembicaraan serentak dengan memberi giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu.
c. Mencegah secara bijaksana siswa yang suka memonopoli pembicaraan.
d. Mendorong siswa untuk mengomentari urunan temannya, hingga interaksi antar siswa dapat ditingkatkan.
6. Menutup diskusi
Hal yang dapat dilakukan guru dalam menutup diskusi, sebagai berikut:
a. Membuat rangkuman hasil diskusi dengan bantuan para siswa.
b. Memberi gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi atau tentang topik diskusi yang akan datang.
c. Mengajak siswa untuk menilai proses maupun hasil diskusi yang telah dicapai.
Hasibuan (dalam Suwarna, 2006, hlm. 81-82) mengemukakan ada dua prinsip yang digunakan dalam membimbing diskusi kelompok kecil, yakni:
1. Diskusi hendaknya berlansung dengan iklim terbuka
Hal ini ditandai dengan adanya keantusiasan berpartisipasi, kehangatan hubungan antar pribadi, kesediaan menerima, dan mengenal lebih jauh topik diskusi serta kesediaan menghargai pendapat orang lain. Dengan demikian, setiap anggota kelompok memiliki keinginan untuk untuk dikenal, dihargai, dan bebas mengemukakan pendapat.
2. Perlu perencanaan dan persiapan matang
Perencanaan dan persiapan tersebut, diantaranya:
a. Topik yang dipilih hendaknya sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, minat, dan kemampuan siswa.
b. Masalah hendaknya mengandung jawaban yang kompleks, bukan jawaban tunggal.
c. Adanya informasi pendahuluan yang berhubungan dengan topik tersebut agar para siswa memiliki latar belakang pengetahuan yang sama.
d. Guru harus benar-benar siap dengan sumber informasi sebagai fasilitator, sehingga mampu memberikan penjelasan dan memberikan pertanyaan serta bimbingan yang dapat memotivasi siswa.

Referensi
Suwarna (2006). Pengajaran Mikro. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Usman, M. U. (2005). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.


EmoticonEmoticon