Tuesday, 16 May 2017

Media Gambar Seri



Media Gambar Seri
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Media gambar adalah media yang paling umum digunakan. Secara bahasa gambar merupakan “tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dan sebagainya) yang dibuat dengan cat, tinta, coret, potret, dan sebagainya” (Poerwadarminta, 1985, hlm. 292). Sedangkan seri adalah “rangkaian yang berturut-turut” (Poerwadarminta, 1985, hlm. 928).
Rudi Hartono (2013, hlm. 72) mengemukakan bahwa gambar seri merupakan “sejumlah gambar yang menggambarkan suasana yang sedang diceritakan dan menunjukkan adanya kesinambungan antara gambar yang satu dengan gambar lainnya”. Selanjutnya, menurut Haryadi dan Zamzani (1997, hlm. 21) gambar seri yaitu “media grafis yang digunakan untuk menerangkan suatu rangkaian perkembangan. Sebab setiap seri media gambar bersambung dan selalu terdiri dari sebuah gambar”.
Berdasarkan paparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa gambar seri adalah media pembelajaran yang digunakan oleh guru, berupa gambar datar yang mengandung cerita, dengan urutan tertentu, sehingga antara gambar satu dengan gambar lain memiliki hubungan cerita dan membentuk suatu kesatuan. Gambar seri adalah rangkaian gambar yang menceritakan suatu peristiwa. Setiap gambar menceritakan bagian dari cerita. Gambar tersebut dapat disusun secara urut sehingga membentuk sebuah cerita yang runtut. Langkah pertama mengurutkan gambar seri adalah menemukan judul cerita dalam gambar seri tersebut. Setelah menemukan judul, selanjutnya adalah menentukan peristiwa pertama yang mungkin terjadi dalam gambar tersebut. Lalu, menentukan peristiwa lain yang disusun secara logis, sehingga membentuk cerita yang runtut.
Penggunaan media gambar seri dalam pengajaran berfungsi untuk mempercepat proses belajar mengajar di dalam kelas, dan juga sebagai alat bantu dalam mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
Manfaat penggunaan gambar sebagai media dalam pembelajaran di kelas menurut Subana dan Sunarti (2011, hlm. 322), diantaranya:
1. Menimbulkan daya tarik pada diri siswa.
2. Mempermudah pengertian/pemahaman siswa.
3. Memudahkan penjelasan yang sifatnya abstrak, sehingga siswa lebih mudah memahami apa yang dimaksud.
4. Memperjelas bagian-bagian yang penting.
5. Menyingkat suatu uraian. Informasi yang dijelaskan dengan kata-kata mungkin membutuhkan uraian panjang. Uraian tersebut dapat ditunjukkan pada gambar.
Guru dapat menyampaikan pelajaran dengan menggunakan media gambar sebagai pendukung. Penggunaan media gambar dapat membantu siswa untuk memusatkan perhatian terhadap materi yang disampaikan. Secara operasional media gambar seri dimaksudkan sebagai suatu media berbentuk gambar yang terdiri dari dua atau lebih gambar seri dimana antar gambar yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan atau berkaitan dan merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat dipisah-pisahkan antara seri atau yang satu dengan seri yang lain, karena gambar tersebut.
Pengalaman siswa terhadap dunia nyata pada umumnya dibentuk melalui media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang digunakan untuk memperjelas pesan, untuk keterbatasan ruang karena obyek terlalu besar, kejadian di masa lalu atau jauh, sering digunakan gambar. Selain dapat menjelaskan berbagai hal, gambar juga mudah diperoleh. Melalui gambar, siswa dapat menerjemahkan ide-ide abstrak dalam bentuk realitas. Media gambar dapat juga diartikan sebagai suatu jenis media pembelajaran, dimana media gambar termasuk media visual, yakni media yang dinikmati oleh alat indera penglihatan.
Agar tujuan penggunaan media gambar dapat tercapai, Subana dan Sunarti (2011, hlm. 323) mengemukakan bahwa gambar harus memenuhi syarat-syarat:
1. Bagus, jelas, menarik, dan mudah dipahami.
2. Cocok dengan materi pelajaran.
3. Benar dan otentik, artinya menggambarkan situasi yang sebenarnya.
4. Sesuai dengan tingkat umur/kemampuan siswa.
5. Walaupun tidak mutlak, sebaiknya gambar menggunakan warna yang menarik, sehingga tampak lebih realitas merangsang minat siswa untuk mengamatinya.
6. Perbandingan ukuran gambar harus sesuai dengan ukuran obyek yang sebenarnya.
7. Agar siswa lebih tertarik dan memahami gambar, hendaknya menunjukkan hal yang sedang melakukan perbuatan.
8. Gambar yang dipilih hendaknya mengandung nilai-nilai murni dalam kehidupan sosial.
Menurut Sadiman (dalam Dadan Djuana, 2006, hlm. 104) gambar yang baik dan dapat digunakan sebagai media belajar harus memiliki ciri-ciri, sebagai berikut:
1. Dapat menyampaikan pesan dan ide tertentu.
2. Memberi kesan yang kuat dan menarik perhatian, kesederhanaan, yaitu sederhana dalam warna, tetapi memiliki kesan tertentu.
3. Merangsang orang yang melihat ingin mengungkap tentang obyek-obyek dalam gambar.
4. Berani dan dinamis, pembuatan gambar hendaknya menunjukkan gerak atau perbuatan.
5. Bentuk gambar bagus, menarik, dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
Media gambar seri merupakan golongan atau jenis media gambar visual yang berupa gambar datar. Kelebihan media gambar seri menurut Subana dan Sunarti (2011, hlm. 324), sebagai berikut:
1. Gambar mudah diperoleh pada buku, majalah, koran, album foto, dan sebagainya.
2. Dapat menerjemahkan ide-ide abstrak dalam bentuk yang lebih nyata.
3. Gambar mudah dipakai karena tidak membutuhkan peralatan.
4. Gambar relatif murah.
5. Gambar dapat digunakan dalam banyak hal dan berbagai disiplin ilmu.
Adapun kelemahan penggunaan media gambar seri menurut Subana dan Sunarti (2011, hlm. 325), diantaranya:
1. Karena berdimensi dua, gambar sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya.
2. Gambar tidak dapat memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup.
3. Siswa tidak selalu dapat menginterpretasikan isi gambar.
Berikut ini beberapa contoh gambar seri:

Media Gambar Seri

Media Gambar Seri

Media Gambar Seri
Media Gambar Seri

Referensi
Djuana, D. (2006). Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Komunikatif dan Menyenangkan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Ketenagaan.
Hartono, R. (2013). Ragam Mengajar yang Mudah Diterima Murid. Yogyakarta: Diva Press.
Haryadi & Zamzani (1997). Peningkatan Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angakasa Bandung.
Poerwadarminta, W. J. S. (1985). Kamus Besar Bahasa Indonesia: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Balai Pustaka.
Subana dan Sunanti (2011). Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia: sebagai Pendekatan, Metode, Teknik, dan Media Pengajaran. Bandung: Pustaka Setia.


EmoticonEmoticon