Friday, 26 May 2017

Pengertian Inovasi Pendidikan



Pengertian Inovasi Pendidikan
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Pengertian Inovasi Pendidikan

Istilah inovasi berasal dari kata bahasa Inggris innovation yang berarti pembaharuan atau perubahan baru. Istilah inovasi, perubahan, dan pembaharuan seringkali dipakai secara silih berganti untuk menjelaskan tentang inovasi. Di dalam hal ini inovasi sebagai suatu usaha yang dilakukan secara sengaja untuk meningkatkan praktik dalam mencapai tujuan dan selanjutnya dinyatakan suatu pembaharuan adalah suatu inovasi dari suatu sistem dalam skala yang luas.
Menurut Wijaya, dkk. (1992, hlm 9) menjelaskan bahwa “inovasi (innovation) adalah upaya memperkenalkan berbagai hal yang baru dengan maksud memperbaiki apa-apa yang sudah terbiasa demi timbulnya praktik yang baru baik dalam metode ataupun cara-cara bekerja untuk mencapai tujuan”. Selanjutnya, Barnett (1953, hlm. 7) berpendapat “an innovation is here defined as any thought, behavior, or thing that is new because it is qualitatively different from existing forces”. Artinya, sebuah inovasi didefinisikan sebagai pemikiran, perilaku, atau sesuatu yang baru karena secara kualitatif berbeda dari yang ada.
Selanjutnya, berkaitan dengan inovasi dan perubahan Nichols (1983, hlm. 4) berpendapat
change refers to continuous reaprasial and improvement of existing practice which can be regarded as part of the normal activity...while innovation refers to...idea, subject, or practice as new by an individual or individuals, which is intended to bring about improvement in relation to desired objectivies, which is fundamental in nature and which is planned and deliberate”.
Nichols menekankan perbedaan antara perubahan (change) dan inovasi (innovation) sebagaimana dikatakannya, bahwa perubahan mengacu kepada kelangsungan penilaian, penafsiran, dan pengharapan kembali dalam perbaikan pelaksanaan pendidikan yang ada dianggap sebagai bagian aktivitas yang biasa. Sedangkan inovasi menurutnya mengacu kepada ide, obyek, atau praktik sesuatu yang baru oleh seseorang atau sekelompok orang yang bermaksud untuk memperbaiki tujuan yang diharapkan.
Drucker (1990, hlm. 1) berpendapat bahwa “inovasi adalah sebagai perubahan yang menciptakan dimensi baru kinerja”. Selanjutnya menurut Rogers dan Shoemaker (1987, hlm. 26) “inovasi adalah gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru oleh seseorang”. Dalam konteks lain, Fontana (2009, hlm. 22) menyatakan “inovasi adalah pengenalan cara-cara baru atau kombinasi baru dari cara-cara lama dalam mentransformasikan input menjadi output, sehingga menghasilkan perubahan besar dalam perbandingan antara nilai guna dan harga yang ditawarkan kepada konsumen atau pengguna”.
Sa’ud (2011, hlm. 4) menyimpulkan bahwa “inovasi adalah suatu ide, hal-hal yang praktis, metode, cara, barang-barang buatan manusia, yang diamati atau dirasakan sebagai suatu yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat)”. Kata kunci lainnya dalam pengertian inovasi adalah yang baru. Hamijoyo (dalam Wijaya, dkk., 1992, hlm. 6) menjabarkan bahwa “kata baru diartikan sebagai apa saja yang belum dipahami, diterima, atau dilaksanakan oleh si penerima pembaharuan, meskipun mungkin bukan baru lagi bagi orang lain”.
Inovasi adalah perubahan yang direncanakan, bertujuan untuk memperbaiki praktik menuju keadaan yang lebih baik. “Tegasnya inovasi adalah sesuatu yang baru, membuat terciptanya suasana baru karena adanya cara baru untuk memenuhi kebutuhan manusia” (Ancok, 2011, hlm. 3).
Bagaimanapun, setiap inovasi adalah suatu ide atau konstelasi ide yang menurut kodratnya hanya dalam organisasi sentral, dalam tata pikir yang bersifat rohaniah. Inovasi akan tampak nyata jika telah menjadi kelakuan, tindakan, atau sesuatu barang yang dihasilkan sebagai konsekuensi inovasi yang dilakukan seseorang atau kelompok dalam organisasi atau masyarakat tertentu. Istilah inovasi sangat umum digunakan dalam literatur untuk menggambarkan perubahan dan perbaikan dalam organisasi atau sistem. Kata inovasi jarang digunakan dalam kaitannya dengan individu. Definisi inovasi sebagai suatu perubahan yang direncanakan, bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan praktik atau cara kerja, memunculkan hubungan yang problematik.
“Inovasi bermula dari seseorang dengan kecerdasan yang cukup untuk memahami kebutuhan baru dan menghasilkan metode baru, produk, atau pelayanan untuk mencapai kebutuhan tersebut” (Canter dalam Drucker, 1990, hlm. 74). Di dalam banyak inovasi, perubahan akan mengarah pada perbaikan bagi sebagian orang, sedangkan untuk sebagian lain mungkin tidak relevan, dan untuk pihak ketiga perubahan itu justru dapat mengarah pada memburuknya situasi.
Maka, dapat ditarik garis besar bahwa inovasi adalah pembaharuan dalam ide, gagasan, dan produk barang dalam kehidupan manusia untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik. Karena itu, inovasi yang dilakukan individu dan kelompok masyarakat atau bangsa berkenaan dengan perubahan kualitatif dalam perwujudan kebudayaan manusia yang termanifestasikan pada berbagai bidang kehidupan. Adapun inovasi pendidikan berarti bahwa inovasi yang dimaksud berfokus pada bidang pendidikan.

Referensi
Ancok, D. (2011). Psikologi Kepemimpinan dan Inovasi. Surabaya: Erlangga.
Barnett, H. G. (1953). Innovation: The Basic of Cultural Change. New York: Mcgraw-Hill Book Company.
Drucker, F. (1990). Leading For Innovation. New York: F Foundations.
Fontana, A. (2009). Innovate We Can!. Jakarta: PT Gramedia.
Nichols, R. (1983). Managing Educational Innovation. Londong: George, Allen and Unwin.
Rogers, E., & Shoemaker, F. F. (1987). Memasyarakatkan Ide-ide Baru. Terjemahan Abdillah Hanafi. Surabaya: Usaha Nasional.
Sa’ud, U. S. (2011). Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Wijaya, C., dkk. (1992). Upaya Pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.


EmoticonEmoticon