Monday, 29 May 2017

Sampel dalam Penelitian



Sampel dalam Penelitian
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Sampel dalam Penelitian

Sampel secara harfiah berarti contoh.  Sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi obyek/subyek penelitian. “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti” (Arikunto, 2002, hlm. 109). Pendapat yang sejalan dikemukakan oleh Sugiyono (2001, hlm. 56) yang menyatakan bahwa “sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi”. Jika populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu, sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representatif.
Margono (2004, hlm. 121) menyatakan bahwa “sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu”. Selanjutnya, Hadi (dalam Margono, 2004, hlm. 121) menyatakan bahwa sampel dalam suatu penelitian timbul disebabkan hal berikut:
1. Peneliti bermaksud mereduksi obyek penelitian sebagai akibat dari besarnya jumlah populasi, sehingga harus meneliti sebagian saja.
2. Peneliti bermaksud mengadakan generalisasi dari hasil-hasil kepenelitiannya, dalam arti mengenakan kesimpulan-kesimpulan kepada obyek, gejala, atau kejadian yang lebih luas.
Penggunaan sampel dalam kegiatan penelitian dilakukan dengan berbagai alasan. Nawawi (dalam Margono, 2004, hlm. 121) mengungkapkan beberapa alasan, sebagai berikut:
1. Ukuran populasi
Pada populasi tidak terbatas (tidak terhingga) berupa parameter yang jumlahnya tidak diketahui dengan pasti, pada dasarnya bersifat konseptual. Karena itu, sama sekali tidak mungkin mengumpulkan data dari populasi seperti tersebut. Demikian pula dalam populasi terbatas (terhingga) yang jumlahnya sangat besar, tidak praktis untuk mengumpulkan data dari populasi siswa sekolah dasar di seluruh Indonesia yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, misalnya.
2. Masalah biaya
Besar-kecilnya biaya tergantung juga dari banyak sedikitnya obyek yang diteliti. Semakin besar jumlah obyek, maka semakin besar biaya yang diperlukan, lebih-lebih bila obyek tersebut tersebar pada wilayah yang cukup luas. Oleh karena itu, pengambilan sampel ialah satu cara untuk mengurangi biaya.
3. Masalah waktu
Meneliti sampel tentunya memerlukan waktu yang lebih sedikit daripada meneliti populasi. Sehubungan dengan itu, apabali waktu yang tersedia terbatas, dan kesimpulan diinginkan dengan segera, maka meneliti sampel, dalam hal ini yang lebih tepat.
4. Percobaan yang sifatnya merusak
Banyak penelitian yang tidak dapat dilakukan pada seluruh populasi karena dapat merusak atau merugikan. Misalnya, tidak mungkin mengeluarkan semua darah dari tubuh seorang pasien yang akan dianalisis keadaan darahnya. Karena itu, penelitian harus dilakukan hanya pada sampel.
5. Masalah ketelitian
Masalah ketelitian adalah salah satu segi yang diperlukan agar kesimpulan cukup dapat dipertanggungjawabkan. Ketelitian, dalam hal ini meliputi pengumpulan, pencatatan, dan analisis data. Penelitian terhadap populasi sulit untuk mendapatkan ketelitian. Boleh jadi peneliti akan bosan dalam melaksanakan penelitian karena subyek yang diteliti terlalu banyak jumlahnya. Untuk menghindari hal tersebut, penelitian terhadap sampel memungkinkan ketelitian dalam suatu penelitian.
6. Masalah ekonomis
Pertanyaan yang harus selalu diajukan oleh seorang peneliti; apakah kegunaan dari hasil penelitian sepadan dengan biaya, waktu, dan tenaga yang telah dikeluarkan? Jika tidak, mengapa harus dilakukan penelitian? Dengan kata lain, penelitan sampel pada dasarnya akan lebih ekonomis daripada meneliti keseluruhan populasi.

Referensi
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pengantar Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Margono (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono (2001). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.


EmoticonEmoticon