Tuesday, 30 May 2017

Sejarah Uang



Sejarah Uang
Karya : Siti Putri Indriani

Uang telah menjadi kebutuhan wajib bagi setiap orang saat ini. Setiap hari orang dewasa pergi bekerja untuk mencari uang. Jika orang menginginkan sesuatu, maka ia harus membelinya dengan uang. Sejak kecil anak sudah mengenal adanya uang, itu sebabnya banyak anak yang meminta uang kepada orang tuanya untuk sekedar membeli makanan atau mainan kesukaannya. Sehingga di sekolah anak belajar mengenai uang dari mulai cara membaca, menghitung, juga sejarahnya. Pada tulisan ini penulis akan membahas mengenai sejarah uang yang dipelajari di SD kelas 3 pada Kurikulum 2006.
Uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebelum adanya uang, manusia memenuhi kebutuhan pribadinya dengan mencari dan membuatnya sendiri. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan akan makanan dengan cara menanam bahan makanan, membuat baju sendiri dari pepohonan, membuat tempat tinggal dari bambu, dan lain sebagainya. Namun, semakin hari kebutuhan manusia semakin berkembang, manusia tidak lagi mampu membuat kebutuhannya sendiri, mereka membutuhkan bantuan orang lain.
Dari peristiwa tersebut maka munculah kegiatan barter. Barter adalah perdagangan dengan saling bertukar barang. Dengan kata lain, barter adalah proses tukar-menukar barang. Mulailah manusia menukarkan barangnya dengan barang yang ia butuhkan. Namun, kegiatan barter ini cukup sulit dilakukan karena antara satu orang dengan yang lainnya harus menukarkan hal yang dibutuhkan masing-masing. Sehingga kegiatan barter mulai ditinggalkan manusia, dengan alasan:
1. Sulit menemukan orang yang cocok diajak barter
Di dalam kegiatan barter diperlukan orang yang cocok, artinya orang tersebut membutuhkan barang yang akan kita tukarkan dan kita pun membutukan barang yang dimilikinya. Hal ini secara kebetulan dapat terjadi, namun tidak mudah ditemukan.
2. Nilai barang yang akan ditukarkan sukar ditentukan
Cara menentukan nilai atau harga suatu barang harus ditentukan pada barang tersebut. Misalnya, beras dan baju memiliki harga atau nilai tukar. Permasalahan yang muncul adalah berapa kg beras dapat ditukarkan untuk mendapatkan sebuah baju? Hal ini sulit untuk ditentukan, sehingga ditemukan kesulitan dalam proses barter.
3. Pilihan barang dibatasi.
Barang yang ada terikat syarat-syarat tertentu jika ingin ditukarkan sedangkan pihak yang membutuhkan tidak bisa memenuhi hal tersebut. Biasanya berhubugan dengan kuantitas dan kualitas barang.
4. Kesulitan mengangkut dan menyimpan.
Kesulitan disini apabila pihak yang diajak barter menukarkan barang yang banyak, sehingga tidak memungkinkan cukup, jika tempat yang dimilikinya kecil.

Sejarah Uang
Barter

Setelah kegiatan barter mulai ditinggalkan, sedangkan manusia tetap harus memenuhi kebutuhannya, munculah pemikiran-pemikiran baru untuk menggunakan benda-benda tertentu yang digunakan sebagai alat tukar. Benda yang dimaksud berupa kulit, emas, kerang, atau garam. Namun, dalam pelaksanaannya pun masih banyak memiliki kesulitan, diantaranya:
1. Nilainya tidak stabil
Nilai benda tersebut selalu berubah setiap saat dalam kurun waktu yang relatif singkat.
2. Sulit disimpan
Seperti halnya barter, ada beberapa benda yang membutukan ruang atau tempat penyimpanan yang besar, sehingga hal ini menjadi kesulitan tersendiri.
3. Tidak tahan lama
Misalnya garam, jika disimpan lama akan mencair.
4. Sulit untuk dipindahkan ke tempat lain
Barang atau benda yang digunakan sulit dibawa jika akan pergi ke tempat lain dikarenakan benda yang terlalu banyak atau terlalu berat.
Dari kesulitan-kesulitan tersebut, membuat manusia memilih emas dan perak sebagai alat untuk menukarkan barang. Dengan alasan, sebagai berikut:
1. Mudah dipindahkan
2. Dapat diterima dan dipercaya oleh umum
3. Jumlahnya terbatas
4. Tahan lama dan tidak mudah rusak
5. Mudah disimpan
6. Memiliki nilai tetap untuk jangka waktu yang panjang

Sejarah Uang
Emas dan Perak

Kesulitan-kesulitan selanjutnya dapat teratasi dengan menggunakan emas dan perak sebagai alat tukar-menukar barang. Sehingga muncullah apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak, sehingga dijadikanlah emas dan perak sebagai alat tukar.

Sejarah Uang
Uang Logam

Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan memiliki hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam. Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan uang logam yang harus dilayani bertambah, sedangkan jumlah logam mulia (emas dan perak) terbatas. Penggunaan uang logam pun sulit dilakukan untuk penggunan dalam jumlah besar sehingga muncullah uang kertas. Walaupun sampai saat ini uang logam masih beredar di masyarakat, yang pada umumnya terbuat dari perunggu dan alumunium tidak lagi emas dan perak.

Sejarah Uang
Uang Kertas

Uang kertas yaitu uang yang bahan pembuatannya berasal dari kertas. Alasan manusia memilih ketiga benda tersebut, yaitu perunggu, alumunium, dan kertas karena harganya lebih murah dibanding benda lain. Alat tersebut yang masih digunakan sampai saat ini dan memenuhi seluruh kebutuhan manusia walaupun jumlahnya besar. Dari peristiwa tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa uang adalah benda yang dijadikan sebagai alat tukar-menukar barang/jasa dan memiliki syarat-syarat tertentu agar dapat digunakan serta diterima oleh masyarakat.
Pada masa saat ini, setiap orang memerlukan uang sebagai alat pembayaran yang utama. Beberapa manfaat dan kegunaan uang, sebagai berikut:
1. Sebagai alat tukar yang resmi dan sah.
2. Sebagai alat pembayaran.
3. Sebagai ciri atau identitas negara.


EmoticonEmoticon