Saturday, 29 July 2017

Tips Mengenalkan Huruf pada Anak



Tips Mengenalkan Huruf pada Anak
Karya : Siti Putri Indriani

Huruf adalah bentuk atau lambang tertentu yang berfungsi mengomunikasikan bahasa dalam bentuk tulis. Huruf akan memberikan makna jika terdiri dari beberapa huruf dan berubah menjadi kata, kalimat, sampai dengan tulisan yang lebih kompleks. Seperti yang telah banyak orang ketahui bahwa terdapat 4 keterampilan bahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran menyimak dan berbicara merupakan keterampilan yang harus dibiasakan dan merupakan keterampilan yang selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Lain halnya dengan membaca dan menulis yang harus terlebih dahulu dipelajari anak. Artinya, bahwa orang dewasa mempunyai peran penting untuk mengajarkan anak membaca dan menulis. Keterampilan membaca dan menulis diawali dari mengenalkan huruf kepada anak.
Tips mengenalkan huruf pada anak dimulai dari membaca, kemudian menulis. Kenapa menulis berada pada urutan terakhir dalam 4 keterampilan berbahasa? Karena menulis merupakan perpaduan dari semua keterampilan berbahasa, di mana saat menulis semua aspek kebahasaan bekerja. Banyak para ahli menyatakan bahwa menulis adalah keterampilan berbahasa yang paling kompleks.
Menurut Tadkiroatun Musfiroh (2003) sebaiknya, sangat tidak disarankan melaksanakan pembelajaran membaca dan menulis yang ditekankan pada pengembangan keterampilan yang terpisah-pisah seperti; (1) mengenal huruf-huruf tunggal; (2) menghafal abjad; (3) menyanyikan nyanyian abjad; (4) mewarnai gambar yang sudah diberi garis sebelumnya diajari bentuk-bentuk huruf yang benar pada suatu garis yang sudah dicetak.
Pengenalan huruf juga tidak dapat dipisahkan dari tingkat perkembangan membaca dan menulis anak. Adapun tingkat perkembangan membaca anak menurut Cochrane (dalam Brewer Ann Jo, 2007, hlm. 218) sebagai berikut:
1. Magical stage (anak berpikir bahwa buku itu penting).
2. Self concept stage (pura-pura membaca).
3. Bidging reading stage (membaca gambar).
4. Take-off reader stage (pengenalan bacaan).
5. Independent reader stage (membaca lancar).
6. Skilled stage (terampil membaca).
7. Advanced skilled stage (sangat terampil membaca).
Sedangkat tingkat perkembangan menulis anak menurut Temple, dkk. (dalam Brewer Ann Jo, 2007, hlm. 220), sebagai berikut:
1. Scrible stage (mencoret/membuat goresan).
2. Linear repetitive stage (pengulangan linier).
3. Random letter stage (huruf acak).
4. Letter name writing/phonetic writing (menulis nama/bunyi).
5. Traditional spelling (mulai mengenal sistem standar tapi kadang kembali ke sistem bunyi).
6. Conventional spelling (anak dapat menulis dalam bentuk standar).
Sehingga mengenalkan huruf pada anak dapat dilakukan dengan cara, antara lain:

1. Membaca

membaca permulaan

Mengenalkan huruf diawali dengan mengenalkan bunyi huruf yang dimaksud, huruf-huruf yang digunakan berasal dari kata utuh. Misalnya, kata yang bersumber dari nama hewan, makanan yang anak suka, kata yang ada pada bajunya, dan lain sebagainya, berupa kata-kata yang maksudnya sudah dimengerti anak. Selanjutnya ketika anak sudah tahu beberapa huruf maka anak akan mencobanya sendiri dengan membaca tulisan-tulisan yang anak temui. Misalnya, saat diperjalanan anak membaca spanduk-spanduk di jalan, nama-nama toko, atau sekedar membaca jurusan bus yang terpampang di kaca depan bus. Jika huruf yang anak temui belum diketahuinya maka anak tidak malu untuk bertanya kepada siapapun terutama kepada orang tuanya. Sehingga dengan sendirinya anak pandai membaca.
Jika guru kelas yang akan mengenalkan huruf di dalam kelasnya maka langkah-langkah pembelajaran membaca permulaan yang dapat dilakukan antara lain:
a. Menunjukkan gambar, misalnya menunjukkan gambar bola yang sering anak temui saat bermain. Hal ini akan menarik perhatian anak.
b. Menceritakan gambar, misalnya guru menceritakan gambar tersebut dengan menjelaskan kegunaannya, kemudian menuliskan nama “bola” di papan tulis.
c. Siswa bercerita dengan bahasanya sendiri.
d. Menyembunyikan gambar yang diperlihatkan kepada anak sehingga yang tersisa adalah tulisan “bola”.
e. Membaca huruf satu-persatu pada kata “bola” yang dapat dilakukan dengan mengenalkan kata, suku kata, hingga kata yang dimaksud.
f. Lakukan pula pada kata-kata yang lain. Sehingga anak akan tahu semua bunyi huruf abjad.

2. Menulis

menulis permulaan

Tahap paling kompleks adalah menulis karena selain anak harus mengingat bunyi hurufnya anak pun harus mengingat bentuk huruf, lebih jauhnya anak dapat meniru bentuk huruf tersebut dan menuliskannya. Dalam menulis anak harus melewati beberapa tahap, antara lain:
a. Belajar memegang pensil.
b. Belajar menyoret sebagai awal melatih memegang pensil.
c. Mulai meniru bentuk huruf pada kata yang anak senangi.
d. Huruf yang digunakan pada permulaan mengenal huruf adalah huruf kecil, karena huruf kecil yang banyak digunakan pada tulisan. Sedangkan untuk huruf kapital (besar) dikenalkan saat anak sudah menguasai semua huruf.
e. Setelah anak dapat menulis huruf dengan benar maka selanjutnya anak dikenalkan dengan tanda baca.
f. Untuk melancarkan anak menulis dapat dilatih menggunakan beberapa hal, diantaranya:
   1) Menuliskan perjalanan liburan.
   2) Menuliskan kegiatan sehari-hari anak.
   3) Menceritakan film kesukaannya dalam tulisan, dan lain sebagainya.

Referensi
Jo, B. A. (2007). Introductional to Early Children Educational Preschool trough Prymary Grades. Pearson: Allyn ang Bacon.
Musfiroh, Tadkiroatun. (2003). Memperkenalkan Huruf dan Angka di Taman Kanak-kanak. Disampaikan kepada Guru-guru Taman Kanak-kanak IGTKI Kabupaten Sleman, 8 Juli 2003.


EmoticonEmoticon