Monday, 7 August 2017

Lari Estafet



Lari Estafet
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Lari lari estafet atau lari sambung adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian. Pada satu regu lari estafet terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada lari estafet pelari harus memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya. Nomor lari estafet yang sering diadakan, yakni nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Pada lari estafet ini bukan hanya memerlukan teknik berlari, tetapi teknik pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.
Lari estafet dimulai dari bangsa Aztek, Inka, dan Maya. Dahulu lari estafet dilakukan dengan tujuan untuk meneruskan berita dari satu tempat ke tempat lain. Di Yunani, estafet obor diselenggarakan dalam hubungan dengan pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api keramat ke jajahan baru. Tradisi api olimpiade juga berasal dari tradisi Yunani tersebut. Lari estafet 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter bagi pria pertama kali diselenggarakan pada olimpiade tahun 1992 di Stockholm. Sedangkan estafet 4 x 100 meter bagi wanita diselenggarakan sejak tahun 1928 dan 4 x 400 meter wanita sejak tahun 1972.
Masing-masing pelari memiliki peranan penting dalam olahraga lari estafet. Maka, kekompakan dan irama lari juga harus selalu dijaga. Pada lari estafet 4 x 100 meter, pelari tidak diperbolehkan untuk menjatuhkan tongkat estafet. Jadi, harus benar-benar dilatih cara mengoper tongkat karena bila terjatuh, peserta lari akan langsung didiskualifikasi. Berbeda dengan olahraga lari estafet dengan jarak tempuh 4 x 400 meter karena jarak tempuh lebih jauh, maka peraturannya pun lebih ringan. Peserta lari boleh menjatuhkan dan mengambil kembali tongkat estafet yang terjatuh. Tetapi resikonya adalah kalah karena ketika peserta lari mengambil tongkat, dapat dipastikan peserta tersebut akan jauh tertinggal dari peserta lainnya.
Tongkat estafet pada lari estafet merupakan benda yang diberikan secara bergilir dari satu peserta ke peserta lari lainnya dalam satu regu. Tongkat estafet ukurannya dibuat sesuai dengan panjang genggaman pelari pada umumnya. Panjang tongkat estafet berkisar 29-30 cm, berat 50 gram, dengan diameter tongkat 3,81 cm untuk dewasa dan 2,54 cm untuk anak-anak.

Lari Estafet

Tongkat Lari Estafet
 

Terdapat sejumlah teknik dasar yang perlu dipelajari pada lari estafet, sebagai berikut:

1. Teknik memegang tongkat estafet

Lari Estafet

Tongkat dipegang pada ujung hingga setengah bagian dengan tangan kanan atau kiri, sedangkan setengah bagian tongkat lainnya untuk dipegang oleh penerima tongkat estafet.

2. Teknik start lari estafet

Lari Estafet

Pelari pertama menggunakan start jongkok. Hal yang perlu diperhatikan pelari pada saat start yakni tangan ditempatkan di belakang garis start dan tongkat yang dipegang tidak menyentuh garis start.

3. Teknik memberi dan menerima tongkat estafet
Pemindahan tongkat estafet hanya dapat dilakukan pada zona tertentu dalam lari estafet. Pelari yang membawa tongkat lari hingga melewati daerah yang disebut pra zone atau daerah awal berlarinya pelari yang akan menerima tongkat. Panjang pra zone adalah 10 meter. Kemudian perpindahan tongkat estafet dapat dilakukan di daerah wessel zone. Panjang wessel zone adalah 20 meter. Diupayakan perpindahan tongkat terjadi mendekati garis akhir dari wessel zone. Pergantian tongkat yang terjadi di luar daerah wessel zone akan menyebabkan diskualifikasi.
Berdasarkan posisi tangan penerima, terdapat dua macam cara memberi dan menerima tongkat estafet, yakni:

a. Memberi tongkat estafet dari atas

Lari Estafet
Teknik ini dipergunakan apabila telapak tangan penerima menghadap ke atas.

b. Memberi tongkat estafet dari bawah ke atas

Lari Estafet

Teknik ini dipergunakan apabila telapak tangan penerima menghadap ke bawah.
Pada saat menerima tongkat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Visual (dengan melihat), yaitu penerima tongkat berpaling ke belakang untuk melihat pemberi tongkat.

Lari Estafet

b. Non visual (tanpa melihat), yaitu penerima tongkat tidak melihat pemberi tongkat.

Lari Estafet

4. Teknik masuk finish

a. Lari terus tanpa mengubah kecepatan lari

Lari Estafet

b. Membusungkan dada ke depan

Lari Estafet

c. Merebahkan badan ke depan

Lari Estafet

Agar dapat mencapai hasil yang maksimal, diperlukan strategi dalam pemilihan pelari pada lari estafet. Sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum menyusun regu lari estafet, antara lain:
1. Pelari pertama
Pilihlah pelari yang memiliki start paling baik dan memiliki keahlian lari di tikungan. Pelari pertama juga sebaiknya merupakan pelari tercepat pertama atau kedua dalam tim agar dapat memberikan posisi memimpin pada awal-awal lari estafet.
2. Pelari kedua
Pelari kedua memiliki tanggung jawab sebagai penerima dan pemberi tongkat. Pelari kedua sebaiknya memiliki daya tahan yang baik, sebab ia harus berlari cepat menempuh jarak 120-130 meter. Pelari yang kurang mahir di tikungan dapat dipilih sebagai pelari kedua.
3. Pelari ketiga
Pelari ketiga memiliki tanggung jawab yang besar, karena bertindak sebagai penerima dan pemberi tongkat. Pelari ketiga harus memiliki keahlian untuk berlari di tikungan dan memiliki daya tahan untuk berlari sejauh 200 meter.
4. Pelari keempat
Pelari keempat sebaiknya merupakan pelari tercepat pertama atau kedua dalam tim. Pelari keempat haruslah memiliki daya tuang yang tinggi, karena pelari ini akan menentukan menang atau kalahnya dari tim.
Pada pelaksanaan lari estafet, dimungkinkan terjadi beberapa kesalahan pada saat pergantian tongkat. Kesalahan tersebut dapat dilakukan oleh penerima maupun pemberian tongkat. Kesalahan yang dapat dilakukan oleh penerima, yaitu:
1. Start yang terlambat sehingga cepat terkejar oleh pelari di belakangnya sebelum mencapai kecepatan maksimum.
2. Terlalu cepat melakukan start sehingga mengganggu lari pemberi tongkat.
3. Larinya terlalu ke tengah sehingga mengganggu lari pemberi tongkat.
4. Pada waktu mengulurkan tangan ke belakang, tangan dalam keadaan goyang, sehingga sukar menerima tongkat.
Sedangkan kesalahan yang sering dialami oleh pemberi tongkat, yakni:
1. Kurang berhati-hati dalam memberikan tongkat, sehingga gagal dalam pemberian tongkat atau terjatuh.
2. Pada waktu memberikan tongkat pemberi berada di belakang penerima, tidak di sisi sampingnya, sehingga dapat menginjak kaki penerima.
3. Pemberi mengayun tangan yang salah.
4. Pemberi tongkat tidak memberi isyarat kepada penerima tongkat, sehingga penerima tidak tahu.
5. Pemberi tongkat mengurangi kecepatan pada saat mengayun tongkat.
Peserta lari estafet dapat didiskualifikasi, apabila:
1. Start mendahului aba-aba sampai 2 kali.
2. Selama lari mengganggu pelari lain.
3. Masuk ke lintasan lain hingga mendapat keuntungan.
4. Tidak masuk finish.
5. Pergantian tongkat melewati wessel zone.
6. Tongkat jatuh diambil pelari lain.
7. Penerima sudah lewat batas wessel zone.
8. Masuk finish tanpa tongkat.


EmoticonEmoticon