Thursday, 24 August 2017

Lompat Jauh



Lompat Jauh
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Lompat Jauh

Lompat merupakan “gerakan mengangkat tubuh dari suatu titik ke titik lain yang lebih jauh atau tinggi dengan ancang-ancang lari cepat atau lambat dengan menumpu satu kaki dan mendarat dengan kaki atau anggota tubuh lainnya dengan keseimbangan yang baik” (M. Djumidar A. Widya, 2004, hlm. 65). Lompat jauh termasuk bagian dari nomor lompat dalam olahraga atletik. Menurut Aip Syarifuddin (1992, hlm. 90) lompat jauh adalah “suatu gerakan melompat ke depan atas dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin di udara (melayang di udara) yang dilakukan dengan cepat dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya”. Hal senada disampaikan oleh Ballesteros (1979, hlm. 54) bahwa “lompat jauh adalah hasi dari kecepatan horisontal yang dibuat sewaktu dari awalan dengan gaya vertikal yang dihasilkan dari kekuatan kaki tolak. Hasil dari kedua gaya menentukan gerak parabola dari titik pusat grafitasi”.
Berdasar sejumlah pendapat tersebut, disimpulkan bahwa lompat jauh merupakan suatu gerakan melompat sejauh-jauhnya yang didahului dengan lari awalan, kemudian diteruskan dengan menolak pada papan tumpuan, baru melayang di udara, dan akhirnya mendarat pada bak pasir. Kesemuaan gerakan tersebut merupakan gerekan yang berkelanjutan atau tidak terputus-putus.
Pada setiap olahraga agar mendapat hasil optimal, perlu latihan-latihan yang terus menerus, sistematis, dan latihan yang selalu meningkat. Penekanan dari latihan teknik bagi atlet sangatlah penting, termasuk teknik-teknik dalam lompat jauh, seperti awalan, tumpuan, melayang, dan mendarat. Adapun teknik dasar lompat jauh dibahas, sebagai berikut:

1. Awalan

Lompat Jauh

Awalan berfungsi untuk mendapatkan kecepatan yang maksimal sebelum mencapai papan tumpuan. Awalan dilakukan dengan berlari yang semakin lama mendekati kecepatan maksimal, namun masih terkontrol untuk melakukan tolakan. Sehingga kecepatan dari awalan akan menghasilkan satu gaya dorong ke depan secara maksimal.
Pada pelaksanaan awalan lompat jauh, teknik mengambil awalan sangat penting, karena dengan awalan yang tepat, kesalahan-kesalahan pada waktu menumpu dapat diantisipasi dengan baik. Teknik mengambil awalan menurut Harald Muller dan Wolfgang Ritzdorf (2000, hlm. 88) dijabarkan, sebagai berikut:
a. Panjang lari ancang-ancang bervariasi antara 10 langkah (bagi pemula) dan lebih dari 20 langkah (bagi atlet).
b. Teknik lari mirip dengan lari sprint.
c. Kecepatan meningkat terus-menerus sampai mencapai balok tumpuan.

2. Teknik menumpu

Lompat Jauh

Teknik menumpu merupakan suatu gerakan yang penting. Pada saat menumpu, kekuatan dari otot kaki sangat dibutuhkan, agar gerak vertikal dan sudut tolakan dapat dicapai secara maksimal. Sudarminto dan Herywansyah (2001, hlm. 3) menyatakan bahwa “dari kecepatan maju yang penuh, pelompat harus mengarahkan gerakannya dari balok tolakan ke atas dengan sudut yang terbaik yaitu 45o”.
Adapun teknik menumpu menurut Harald Muller dan Wolfgang Ritzdorf (2000, hlm. 89), sebagai berikut:
a. Penancapan kaki adalah aktif dan cepat dengan suatu gerakan ke bawah dan ke belakang.
b. Waktu bertolak adalah dipersingkat, pembelokan minimum dari kaki penumpu.
c. Paha kaki bebas didorong ke posisi horisontal.
d. Sendi-sendi mata kaki, lutut, dan pinggang diluruskan sepenuhnya.

3. Teknik melayang

Lompat Jauh

Teknik gaya lompat jauh setelah menumpu adalah melakukan teknik gerak melayang di udara. Gerakan melayang di udara ini merupakan hasil dari kecepatan awalan yaitu gerak horisontal dan gerak vertikal dari kekuatan tolakan kaki tumpu. Pada saat melayang di udara diupayakan untuk bisa menambah jarak hasil lompatan dengan cara membuat gaya.
Terdapat sejumlah gaya melayang yang terdapat pada lompat jauh, di antaranya:
a. Menurut Eddy Purnomo (2007, hlm. 85) macam gaya lompat jauh adalah “gaya jongkok (sail style), gaya menggantung (hang style), dan gaya berjalan di udara (hitch kick style)”.
b. Menurut Yoyo Basuki, Ucup Yusup, dan Adang Suherman (2000, hlm. 17) pada lompat jauh terdapat tiga gaya yang dilakukan untuk mempertahakan sikap badan di udara, yakni “gaya jongkok, gaya lenting, dan gaya hitch-kick atau walking in the air”.
c. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (1997, hlm. 60) menyatakan “pada saat melayang ada 3 (tiga) teknik yang berbeda yang dapat digunakan; A = Teknik menggantung, B = Teknik mengambang, dan C = teknik berjalan di udara”.
Teknik melayang menurut Harald Muller dan Wolfgang Ritzdorf (2000, hlm. 89), sebagai berikut:
1. Kaki bebas dipertahankan ada di posisi bertolak.
2. Badan tetap tegak ke atas dan vertikal.
3. Kaki penolak mengikuti selama waktu melayang.
4. Kaki tumpu dibengkokan dan ditarik ke depan dan ke atas mendekati akhir gerak melayang.
5. Baik kaki bebas maupun kaki tumpu diluruskan ke depan untuk mendarat.

4. Teknik mendarat

Lompat Jauh

Pada umumnya tidak terdapat perbedaan gaya pada saat mendarat, yakni dengan dua kaki. Hal yang perlu diperhatikan pada saat mendarat adalah kedua kaki mendarat secara bersamaan disertai dorongan pinggul ke depan, sehingga badan tidak ada kecenderungan jatuh ke belakang yang mengakibatkan kerugian bagi atlet.
Teknik mendarat menurut Harald Muller dan Wolfgang Ritzdorf (2000, hlm. 89), sebagai berikut:
a. Kedua kaki hampir sepenuhnya diluruskan.
b. Badan dibengkokan ke depan.
c. Lengan-lengan ditarik ke belakang.
d. Pinggang didorong ke depan menuju titik sentuh tanah.

Referensi
Ballesteros, J. M. (1979). Pembelajaran Atletik. Jakarta: Direktorat Jendral Olahraga Depdiknas.
Basuki, Y., Yusup, U., & Suherman, A. (2000). Atletik. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Depdikbud (1997). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Depdikbud.
Muller, H., & Ritzdorf, W. (2000). Pedoman Mengajar Atletik. Jakarta: Staf Sekretariat IAAF-RDC.
Purnomo, E. (2011). Dasar-dasar Gerakan Atletik. Yogyakarta: Alfamedia.
Sudarminto, & Herywansyah (2001). Analisis Mekanik Cabang Olahraga. Surakarta: POK-UTP.
Syarifuddin, A. (1992). Atletik. Jakarta: Depdikbud.
Widya, M. D. A. (2004). Belajar Berlatih Gerak-gerak Dasar Atletik dalam Bermain. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


EmoticonEmoticon