Thursday, 31 August 2017

Reduksi Data



Reduksi Data
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Reduksi Data

“Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan” (Miles dan Huberman, 1992, hlm. 16). Sedangkan menurut Sugiyono (2007, hlm. 15) “reduksi data adalah analisis data yang dilakukan dengan memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dan dicari tema serta polanya”. Reduksi data berlangsung terus-menerus selama proyeksi penelitian berlangsung.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam reduksi data, di antaranya: menanjamkan analisis, menggolongkan atau mengkategorisasikan ke dalam tiap permasalahan melalui uraian singkat, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data, sehingga dapat ditarik kesimpulan dan diverifikasi. Data yang direduksi merupakan seluruh data mengenai permasalahan penelitian.
Antisipasi akan perlunya reduksi data telah tampak pada saat peneliti memutuskan kerangka konseptual wilayah penelitian, permasalahan penelitian, dan pendekatan pengumpulan data yang dipilih. Selama pengumpulan data berlangsung, tahapan reduksi terus berlangsung, seperti membuat ringkasan, mengkode, menelusur tema, membuat gugus-gugus, membuat partisi, dan membuat memo. Reduksi data ini terus berlanjut hingga laporan akhir penelitian lengkap tersusun.
Reduksi data merupakan bagian dari analisis. Reduksi data merupakan bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpulan penelitian dapat ditarik dan diverifikasi.
Reduksi data dapat dilakukan dalam bentuk angka (kuantifikasi), maupun pada data deskripsi (kualitatif). Data deskripsi dapat disederhanakan dan ditransformasikan dengan aneka macam cara, di antaranya: melalui seleksi ketat, melalui ringkasan atau uraian singkat, menggolongkan dalam suatu pola yang lebih luas, dan sebagainya.
Proses analisis data mestinya dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber. Setelah dikaji, langkah berikutnya adalah membuat rangkuman untuk setiap kontak atau pertemuan dengan informan. Pada saat merangkum data biasanya terdapat satu unsur yang tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan tersebut. Kegiatan yang tidak dapat dipisahkan ini dikenal dengan istilah membuat abstraksi, yakni membuat ringkasan yang inti, proses, dan persyaratan yang berasal dari responden tetap dijaga.
Berdasar rangkuman yang dibuat ini kemudian peneliti melakukan reduksi data yang kegiatannya mencakup unsur-unsur spesifik termasuk 1) proses pemilihan data atas dasar tingkat relevansi dan kaitannya dengan setiap kelompok data, 2) menyusun data dalam satuan-satuan sejenis, pengelompokkan data ini juga dapat diekuivalenkan sebagai kegiatan kategorisasi/variabel, dan 3) membuat koding data sesuai dengan kisi-kisi kerja penelitian.
Kegiatan lain yang masih termasuk dalam mereduksi data, yakni kegiatan memfokuskan, menyederhanakan, dan mentransfer dari data kasar ke catatan lapangan. Terlebih dalam penelitian kualitatif, hal ini merupakan kegiatan kontinyu. Oleh karena itu, peneliti perlu sering memeriksa dengan cermat hasil catatan yang diperoleh dari setiap terjadi kontak antara peneliti dengan informan/partisipan.

Referensi
Miles, B. M., & Huberman, M. (1992). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP.
Sugiyono (2007). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.


EmoticonEmoticon