Saturday, 26 August 2017

Tari Lenso



Tari Lenso
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Tari Lenso

Tari Lenso merupakan tarian khas Minahasa yang dahulu sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Minahasa. Tari Lenso ini bukan hanya terdapat di Minahasa, namun terdapat di sejumlah daerah di Maluku. Jika ditinjau dari sejarahnya pun tarian Lenso bukan asli berasal dari tanah Minahasa juga bukan dari Maluku. Hal ini disebabkan karena pernah ada tamu dari Eropa datang ke Minahasa pada sebuah acara dan kala itu sedang diputar lagu tarian Lenso. Tamu dari Eropa tersebut berkata bahwa tarian ini juga terdapat di Eropa, selain itu menurutnya tarian tersebut berasal dari Portugis.
Berdasar pada sejarah, tari Lenso telah ada sejak bangsa Portugis datang ke provinsi Maluku. Konon tarian ini dahulu merupakan tarian yang berasal dari bangsa Portugis, lalu dikembangkan dan diadaptasi dengan budaya dari masyarakat setempat. Setelah bangsa Portugis meninggalkan Maluku, tarian ini masih tetap dilestarikan oleh masyarakat, sampai akhirnya menjadi suatu tradisi dan berkembang seperti saat ini.
Kata lenso berasal dari bahasa setempat yang berarti sapu tangan. Karena dalam tari Lenso para penari akan menggunakan sapu tangan sebagai atribut dalam menari, sehingga banyak yang menyebutkan tarian ini tari Lenso.
Tari Lenso di Minahasa dan Maluku sedikit berbeda. Di Minahasa, tari Lenso biasanya ditarikan oleh para penari pria dan wanita, untuk atribut yang digunakan biasanya akan menggunakan selendang. Sedangkan di Maluku, tari Lenso biasanya hanya ditarikan oleh para penari wanita saja, dan properti atau atribut yang digunakan dalam menari adalah sapu tangan.
Di maluku, tari Lenso umumnya lebih difungsikan sebagai tarian penyambutan. Tarian ini dimaknai sebagai ungkapan selamat datang dan rasa gembira masyarakat dalam menyambut para tamu. Hal ini dapat terlihat dari ekspresi dan gerakan tarian yang lemah lembut, menggambarkan suatu kesantunan, rasa hormat, dan penerimaan dengan tulus kasih. Tari Lenso juga biasa dibawakan secara beramai-ramai ketika sedang diadakan pesta, seperti pesta pernikahan, pesta tahun baru, dan pesta panen cengkeh. Pada pesta pernikahan, lenso atau sapu tangan dalam tari Lenso nantinya akan digunakan untuk menyatakan perasaan cinta. Jika pernyataan cinta tersebut diterima, maka lenso yang diserahkan kepada orang tersebut akan diterima. Oleh karena itu, selain sebagai tarian adat, tari Lenso juga merupakan tarian untuk mendapatkan jodoh.
Tari Lenso sebagai tarian adat biasanya dibawakan oleh para penari perempuan. Jumlah penari Lenso biasanya terdiri dari 6 sampai 9 orang penari. Pada pertunjukan tari Lenso, para penari akan menggunakan kostum adat mereka dan akan menari dengan menggunakan sapu tangan sebagai properti atau atribut menari. Gerakan dalam tari Lesno biasanya lebih didominasi gerakan tangan yang melambai ke depan dan gerakan kaki melangkah. Pada tari Lenso terdapat tiga (3) gerakan utama, yakni gerak maju, gerak jumput, dan gerak mundur. Seluruh gerakan ini disesuaikan dengan irama dari musik pengiring.
Pada pertunjukan tari Lenso, biasanya diiringi oleh alunan musik tradisional. Di Provinsi Maluku, tari Lenso diiringi oleh alunan musik tradisional, seperti totobuang dan tifa. Irama yang dimainkan biasanya irama yang bertempo sedang dan menggambarkan keceriaan.
Pada pertunjukan tari Lenso, para penari umumnya akan menggunakan busana adat khas dari Maluku. Pada bagian atas biasanya akan menggunakan baju sejenis kebaya yang berwarna putih. Sedangkan di bagian bawah biasanya akan menggunakan kain panjang khas dari Maluku. Pada bagian rambut biasanya disanggul atau digelung kemudian diberi hiasan berupa bunga sebagai pemanis. Kemudian para penari membawa sapu tangan di tangan mereka.
Pada perkembangannya, tari Lenso masih dilestarikan serta dikembangkan sampai sekarang. Berbagai macam kreasi dan variasi juga sering ditambahkan pada setiap pertunjukan agar terlihat menarik, tetapi tidak menghilangkan ciri khas dan keaslian dari tari Lenso. Tari Lenso masih sering dipertunjukkan di berbagai acara adat, seperti pernikahan, penyambutan, pesta rakyat, dan acara adat lainnya. Selain itu, tari Lenso sering ditampilkan di berbagai acara budaya, seperti pertunjukan seni, festival budaya, dan promosi pariwisata.


EmoticonEmoticon