Monday, 23 October 2017

Pendekatan Induktif



Pendekatan Induktif
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Pendekatan Induktif

Pendekatan induktif (inductive approach) menyimpulkan permasalahan dari hal-hal yang bersifat khusus. Pendekatan induktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang khusus ke sesuatu yang umum.
Yamin (2008, hlm. 89) menyatakan bahwa “pendekatan induktif dimulai dengan pemberian kasus, fakta, contoh, atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip”. Kemudian siswa dibimbing untuk berusaha mensintesiskan, menemukan, atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajaran tersebut.
Berdasar pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan induktif adalah pendekatan pengajaran yang berawal dengan menyajikan sejumlah keadaan khusus kemudian dapat disimpulkan menjadi suatu kesimpulan, prinsip, atau aturan.
Pendekatan induktif menekankan pada pengamatan terlebih dahulu, kemudian menarik kesimpulan berdasar pada pengamatan tersebut. Pendekatan ini sering disebut juga sebagai pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum. Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum.
Mengajar dengan pendekatan induktif adalah cara mengajar dengan cara penyajian kepada siswa dari suatu contoh yang spesifik untuk kemudian dapat disimpulkan menjadi suatu aturan prinsip atau fakta yang pasti.
Menurut Yamin (2008, hlm. 90) pendekatan induktif tepat digunakan, apabila:
1. Siswa telah mengenal atau telah mempunyai pengalaman yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut.
2. Hal yang diajarkan berupa keterampilan komunikasi antara pribadi, sikap, pemecahan, dan pengambilan keputusan.
3. Pengajar memiliki keterampilan fleksibel, terampil mengajukan pertanyaan, terampil mengulang pertanyaan, dan sabar.
4. Waktu yang tersedia cukup panjang.
Menurut Sagala (2010, hlm. 77) langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pembelajaran dengan pendekatan induktif, yakni:
1. Memilih dan menentukan bagian dari pengetahuan (konsep, aturan umum, prinsip, dan sebagainya) sebagai pokok bahasan yang akan diajarkan;
2. Menyajikan contoh-contoh spesifik dari konsep, prinsip, atau aturan umum tersebut sehingga memungkinkan siswa menyusun hipotesis (jawaban sementara) yang bersifat umum;
3. Bukti-bukti disajikan dalam bentuk contoh tambahan dengan tujuan membenarkan atau menyangkal hipotesis yang dibuat siswa; dan
4. Susun pernyataan tentang kesimpulan, misalnya berupa aturan umum yang telah terbukti berdasarkan langkah-langkah. Hal ini dilakukan oleh siswa bersama guru.
Adapun kelebihan penggunaan pendekatan induktif, antara lain:
1. Memberikan kesempatan pada siswa untuk berusaha sendiri atau menemukan sendiri suatu konsep sehingga akan diingat dengan lebih baik.
2. Siswa memahami sifat atau rumus melalui serangkaian contoh. Jika terjadi keraguan mengenai pengertian dapat segera diatasi sejak awal.
3. Dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Di sisi lain, kelemahan penggunaan pendekatan induktif dalam pembelajaran, di antaranya:
1. Memerlukan banyak waktu.
2. Terkadang hanya sebagian siswa yang terlibat secara aktif.
3. Sifat dan rumus yang diperoleh masih memerlukan latihan atau aplikasi untuk dipahami.
4. Secara matematik (formal) sifat atau rumus yang diperoleh dengan pendekatan induktif masih belum menjamin keberlakuannya secara umum.

Referensi
Sagala, S. (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Yamin, M. (2008). Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.


EmoticonEmoticon