Tuesday, 31 October 2017

Telinga



Telinga
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Telinga merupakan organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indera pendengaran dan organ yang menjaga keseimbangan. Telinga merupakan organ yang berperan terhadap pendengaran kita akan bunyi, hal ini dapat terjadi karena telinga memiliki reseptor khusus yang berfungsi untuk mengenali getaran suara. Telinga normal memiliki batasan frekuensi suara yang dapat didengar, yakni frekuensi di antara 20-20.000 Hz.
Adapun fungsi telinga, sebagai berikut:
1. Telinga sebagai indera pendengaran
Telinga berfungsi sebagai indera pendengaran, apabila terdapat gelombang suara yang masuk melalui telinga luar yang akan diterima oleh otak melalui proses terjadinya pendengaran.
2. Telinga sebagai pengatur keseimbangan
Terdapat struktur khusus pada organ telinga yang berfungsi mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berhubungan dengan syaraf otak yang berfungsi menjaga keseimbangan sekaligus untuk mendengar.
Secara umum, telinga dibagi menjadi tiga (3) bagian besar, sebagai berikut:

1. Telinga bagian luar

Telinga

Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga (aurikula), saluran telinga luar (analis auditoris eksternal), dan gendang telinga (membran timpani) yang membatasi bagian luar dengan bagian dalam telinga.
Daun telinga terbentuk oleh susunan tulang rawan yang memiliki bentuk khas untuk mendukung fungsi telinga, yakni memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran telinga.
Pada saluran telinga luar terdapat kelenjar sudorifera yakni kelenjar yang dapat menghasilkan serumen (bahan mirip lilin yang dapat mengeras). Serumen ini menjaga telinga agar tidak banyak kotoran dari luar yang masuk ke dalam, juga menghindari masuknya serangga karena memiliki bau tidak sedap.
Gendang telinga merupakan bagian yang berfungsi untuk menangkap gelombang suara.

2. Telinga bagian tengah

Telinga

Telinga bagian tengah merupakan rongga yang berisi udara dan menjaga tekanan udara tetap seimbang. Dinding bagian ini dilapisi oleh sel epite. Fungsi utamanya adalah untuk meneruskan suara yang diterima dari telinga bagian luar ke telingan bagian dalam. Pada telinga bagian tengah terdapat tuba eustachius, yaitu bagian yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut (faring). Tuba eustachius berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga bagian luar dengan telinga bagian dalam.
Telinga bagian tengah terdiri atas tiga (3) tulang pendengaran utama, yaitu maleus (matil), incus (landasan), dan stapes (sangurdi). Tulang-tulang ini saling berhubungan satu sama lain (dihubungkan oleh sendi), karena adanya sendi, maka tulang-tulang tersebut dapat bergerak. Rangkaian tiga tulang tersebut berfungsi untuk mengirimkan getaran yang diterima dari gendang telinga pada bagian telinga luar menuju ke jendela oval telinga dalam. Tuba eustachius selalu menutup kecuali saat menelan dan menganga. Oleh karena itu, saat kita dalam ketinggian tertentu, apabila telinga berdengung, kita dianjurkan untuk menelan sesuatu, karena menelan dapat membuka tuba eustachius yang akan menyeimbangkan kembali tekanan udara.

3. Telinga bagian dalam

Telinga

Telinga bagian dalam terdiri atas bagian tulang dan bagian membran. Telinga bagian dalam disebut juga sebagai labirin karena berbentuk seperti labirin. Labirin tulang (labirin osea) merupakan rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelipis yan berisikan cairan perilimfe. Labirin membran terletak pada bagian yang sama dengan bagian labirin tulang, namun tempatnya lebih dalam dan dilapisi oleh sel epitel serta berisi cairan endolimfe.
Labirin tulang telinga dalam terbagi menjadi tiga (3) bagian, yaitu:
a. Koklea (rumah siput)
Koklea berbentuk seperti tabung bengkok ke belakang lalu mengelilingi tulang dan membentuk seperti kerucut di ujungnya. Koklea berfungsi sebagai reseptor karena memiliki sel-sel saraf di dalamnya. Pada tabung koklea terdapat bagian yang dibentuk oleh tulang dan membran koklea, bagian ini disebut membran basilarisMembran basilaris berfungsi memisahkan koklea menjadi dua (2) bagian, yaitu pada bagian atas disebut skala vestibuli, dan pada bagian bawah disebut skala timpani. Di antara skala vestibuli dan skala timpani terdapat skala media. Bagian atas skala media dibatasi oleh membran vestibularis (reissner) dan bagian bawahnya oleh membran basilaris.
Pada skala vestibuli dan skala timpani terdapat cairan yang disebut dengan cairan perilimfe. Cairan ini berasal dari cairan serebrospinal yang masuk melalui sebuah saluran kecil, kemudian bermuara di vestibuli. Sedangkan dalam skala media terdapat cairan yang disebut dengan endolimfe yang belum diketahui dari mana asalnya.
Pada bagian atas membran basilaris terdapat suatu struktur khusus yang dikenal dengan nama organ kortiOrgan korti berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organ korti adalah struktur yang disusun oleh sel-sel rambut dan sel penyokong, sel rambut pada organ korti ini dihubungkan dengan bagian auditori (pendengaran) dari saraf otak.
b. Vestibuli
Vestibuli adalah bagian yang terdiri dari sakula dan utrikulaSakula dan utrikula disusun oleh sel rambut yang memiliki struktur khusus, sel rambut ini disebut macula acustika. Sel rambut pada sakula tersusun secara vertikal, sedangkan pada utrikula tersusun secara horizontal. Pada sel rambut macula austica ini tersebar partikel serbuk protein kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolith. Secara sederhana cara kerja vestibuli dapat dijelaskan, sebagai berikut: Saat berubahnya posisi kepala, otolith yang sensitif terhadap gravitasi lepas dari sel rambut pada macula austica, hal ini merangsang timbulnya respon pendengaran yang akan direspon oleh otot untuk menjaga keseimbangan.
c. Kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran)
Kanalis Semisirkularis adalah saluran setengah lingkaran yang terdiri dari tiga (3) saluran semisirkularis yang tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi yang berbeda.  Tiga (3) saluran tersebut di antaranya:
1) Kanalis Semisirkularis Horizontal;
2) Kanalis Semisirkularis Vertikal Superior (Vertikal Atas); dan
3) Kanalis Semisirkularis Vertikal Posterior (Vertikal Belakang).
Adapun proses terjadinya pendengaran, sebagai berikut:
1. Gelombang suara masuk melalui telinga bagian luar, masuk ke membaran timpani;
2. Membran timpani mengubah gelombang suara menjadi getaran;
3. Getaran diteruskan ke koklea (rumah siput);
4. Getaran membuat cairan di rumah siput bergerak;
5. Pergerakan cairan merangsang berbagai reseptor rambut di rumah siput;
6. Sel rambut akan bergetar;
7. Getaran akan dikirim melalui saraf sensoris menuju otak dalam bentuk impuls; dan
8. Otak menerima impuls serta menerjemahkan sebagai suara.


EmoticonEmoticon