Tuesday, 14 November 2017

Penulisan Kutipan Standar American Psychological Association (APA)


Penulisan Kutipan Standar American Psychological Association (APA)
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Penulisan Kutipan Standar American Psychological Association (APA)

Salah satu bagian penting dalam sebuah proses penelitian adalah studi literatur (membaca dari sejumlah sumber) sesuai dengan topik yang diteliti untuk menghasilkan ide/analisis baru yang direpresentasikan dalam sebuah hasil penelitian. Ide atau hasil penelitian orang lain harus dituliskan sebagai kutipan. Informasi lengkap tentang sumber kutipan dituliskan dalam daftar yang disebut daftar pustaka atau daftar referensi. Format penulisan kutipan harus sama dengan format yang dipakai pada penulisan daftar pustaka. Sebagai contoh, jika penulisan kutipan menggunakan format American Psycological Association (APA), penulisan daftar pustaka pun harus menggunakan format APA. Adapun format APA ini banyak direkomendasikan oleh sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia.
Kutipan terdiri atas dua jenis, yakni:
1. Kutipan tidak langsung
Kutipan tidak langsung adalah ide/konsep orang lain yang dikutip dengan menggunakan kata-kata penulis/peneliti sendiri.
2. Kutipan langsung
Kutipan langsung adalah ide/konsep orang lain yang disalin sesuai dengan aslinya.
Penulisan kutipan dengan format APA, dijabarkan sebagai berikut:
1. Penulisan kutipan tidak langsung
Pada format APA, kutipan tidak langsung dituliskan dalam kalimat/teks dengan mencamtumkan nama pengarang dan tahun penerbitan, tanpa menuliskan halaman karya yang dikutip. Terdapat dua cara penulisan, yakni:
a. Nama penulis disebutkan dalam kalimat, contohnya:
Rizki (2017) mengelompokkan sejumlah parameter ...
Pada tahun 2017, Rizki mengelompokkan sejumlah paramater ...
b. Nama penulis tidak disebutkan dalam kalimat, contohnya:
Pada studi lain tentang pembelajaran terpadu (Rizki, 2017), ...
2. Penulisan kutipan langsung
Penulisan kutipan langsung pada format APA, ditulis dengan menyebutkan nama penulis, tahun terbit, dan halaman kalimat/teks yang dikutip. Kutipan langsung dibedakan atas dua jenis, yakni:
a. Kutipan langsung pendek
Kutipan langsung pendek adalah kalimat yang dikutip kurang atau sama dengan 40 kata. Kutipan langsung pendek dituliskan dalam teks dengan memberi tanda petik di awal dan di akhir kutipan. Terdapat dua cara penulisan, yakni:
1) Nama penulis tidak disebutkan dalam kalimat, contohnya:
Pada pembelajaran tematik, “siswa belajar lebih bermakna menggunakan tema,” (Rizki, 2017, hlm. 17), tetapi guru harus kreatif untuk mengemas pembelajaran tersebut.
2) Nama penulis disebutkan dalam kalimat, contohnya:
Berdasar pada pendapat Rizki (2017, hlm. 17) “siswa belajar lebih bermakna menggunakan tema”.
b. Kutipan langsung panjang
Kutipan langsung panjang adalah kalimat yang dikutip lebih dari 40 kata. Kutipan langsung panjang ditulis dalam paragraf tersendiri, dengan jarak 5 spasi dari margin kiri, dan dalam jarak spasi 1. Terdapat dua cara penulisan, yakni:
1) Nama penulis tidak disebutkan dalam kalimat, contohnya:
Agar peserta didik mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan kemampuan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia (Rizki, 2017, hlm. 8).
2) Nama penulis disebutkan dalam kalimat, contohnya:
Rizki (2017, hlm. 8) mengemukakan bahwa
agar peserta didik mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan kemampuan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indoensia.
Adapun contoh penulisan kutipan dalam sejumlah bentuk lainnya, sebagai berikut:
1. Karya dengan dua sampai enam penulis
Pada karya dengan dua sampai enam penulis, nama keluarga/nama belakang penulis disebutkan semua. Contohnya:
Nugraha, Indriani, dan Siti (2017, hlm. 11) mengemukakan bahwa “belajar akan lebih efektif apabila menyenangkan”. Sejalan dengan itu, “pembelajaran tematik merupakan salah satu alternatif pilihan belajar menyenangkan” (Rizki, Putri, dan Siddiq, 2017, hlm. 201).
2. Karya dengan lebih dari enam penulis
Jika karya yang dikutip ditulis lebih dari enam penulis, yang ditulis hanya nama keluarga/nama belakang penulis pertama dengan memberi inisial dkk. Contohnya:
Nugraha, dkk. (2017, hlm. 11) mengemukakan bahwa “belajar akan lebih efektif apabila menyenangkan”.
3. Lebih dari satu karya dengan penulis yang sama
Pada pengutipan ini, semua tahun penerbitan publikasi harus disebutkan semua. Contohnya:
Rizki (2016) dalam penelitiannya mengungkapkan bullying berpengaruh terhadap sosial siswa. Lebih lanjut, Rizki (2017) mengungkapkan bahwa bullying menjadi salah satu kasus yang paling banyak ditemukan di sekolah.
4. Mengutip dari sejumlah karya dari penulis yang berbeda dan tahun penerbitan dalam satu kalimat (kutipan diambil dari sumber yang berbeda)
Studi tentang bullying beresiko terhadap keberhasilan prestasi belajar siswa dikemukakan oleh Rizki (2016a, 2016b), Nugraha (2017), dan Siddiq (2016). Perihal bullying juga telah dipelajari dengan sejumlah perspektif, mulai dari sosial, psikologi, kebudayaan, dan sebagainya (Indriani, 2017; Siti, 2017a, 2017b; dan Putri, 2017).
5. Karya dengan nama belakang penulis sama
Jika mengutip dari karya dengan nama belakang penulis yang sama dengan kutipan sebelumnya, nama depan penulis perlu dicantumkan pada kutipan berikutnya. Contohnya:
Putri Indriani (2017) dan Siti Indriani (2016) keduanya mencapai kesimpulan sama mengenai gaya belajar anak.
6. Mengutip rumus, hasil penelitian/exact quotation
Apabila mengutip rumus atau hasil penelitian harus mencantumkan nomor halaman pada kutipan. Contohnya:
Pada studi tentang bullying di Sekolah Dasar, Nugraha (2017, hlm. 8) mendapatkan kesimpulan “55% disebabkan karena ikut-ikutan, 25% disebabkan karena ingin terlihat keren, 13% disebabkan karena merasa lebih dari yang lain, dan 7% lainnya disebabkan alasan lain-lain”.
7. Mengutip dari kutipan
Jika mengutip dari sumber yang mengutip sumber lain, nama penulis asli dicantumkan pada kalimat dan nama penulis yang mengutip dicantumkan pada akhir kalimat kutipan. Contohnya:
Sesuai pendapat Rizki (2015) “belajar lebih efektif apabila menyenangkan” (Indriani, 2016, hlm. 9).
8. Tidak ada nama penulis
Jika tidak ada nama penulis, tuliskan satu atau dua kata pertama dari judul buku/halaman website yang dikutip. Jika mengutip dari buku atau website, judul ditulis dalam cetak miring. Jika mengutip dari artikel jurnal/majalah/surat kabar, judul ditulis dalam huruf tegak dengan memberi tanda petik di awal dan akhir judul. Contohnya:
Pembelajaran tematik merupakan proses pembelajaran dengan menggunakan tema (Pembelajaran Tematik, 2009). Tema berfungsi sebagai pengikat bagi sejumlah materi (“Tematik Terpadu,” 2010).
9. Artikel tanpa nama penulis dan tahun penerbitan
Jika tidak ada nama penulis sudah dijelaskan pada poin delapan, sedangkan jika tidak ada tahun penerbitan ditulis dengan inisial “t.t.”, atau tanpa tahun. Contohnya:
Pembelajaran tematik efektif diterapkan di jenjang sekolah dasar (Tematik Integratif, t.t.)
10. Lembaga sebagai penulis
Jika penulis merupakan suatu lembaga, pencamtuman nama penulis diganti dengan nama lembaga tersebut, serta ditulis lengkap. Contohnya:
Pusat Perpustakaan Kota Tasikmalaya (2017) mengemukakan standar pengelolaan perpustakaan di wilayah kota Tasikmalaya.
11. Komunikasi melalui angket, wawancara, atau e-mail
Jika mengutip dari hasil angket, wawancara, atau e-mail harus ditegaskan angket dari mana, wawancara dengan siapa, atau e-mail dari siapa. Contohnya:
... dapat disimpulkan bahwa jurusan Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar kurang diminati oleh siswa laki-laki (wawancara dengan Siti Putri Indirani, 9 September 2009).
12. Mengutip dari website
Pada dasarnya mengutip dari website atau sumber elektronik sama dengan mengutip dari sumber tercetak. Jika mengutip dari website atau media elektronik yang perlu dicantumkan adalah nama penulis, tahun penerbitan, nomor halaman (untuk kutipan langsung), atau jika tidak ada nomor halaman, sebutkan nomor bab (chapter), nomor gambar atau tabel atau paragraf. Alamat website (URL) dan informasi lain hanya dituliskan pada daftar pustaka.

Referensi
American Psychological Association. (2001). Publication manual of American Psychological Association (5th ed.). Washington, D.C.: Author.
American Psychological Association. (2007). APA style guide to electronic references. Washington, D.C.: Author.


EmoticonEmoticon