Wednesday, 8 November 2017

Prinsip-Prinsip Inovasi Pendidikan di Indonesia



Prinsip-Prinsip Inovasi Pendidikan di Indonesia
Karya: Siti Putri Indriani

Prinsip-Prinsip Inovasi Pendidikan di Indonesia

“Pelaksanaan inovasi yang baik dan terarah adalah inovasi yang dihasilkan dari sesuatu yang kecil dan terfokus” (Drucker, 1985). Drucker (1985, hlm 134-139) membahas prinsip-prinsip inovasi meliputi “petunjuk apa yang harus dilakukan, hal-hal yang harus dihindari, dan tiga persyaratan dalam melakukan inovasi”. Prinsip-prinsip inovasi pendidikan di Indonesia dapat diadopsi dari prinsip-prinsip inovasi pada umumnya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berinovasi ini, sebagai berikut:

1. Inovasi yang terarah dan sistematis
Inovasi yang terarah mempertimbangkan area yang berbeda, sumber-sumber yang berbeda, kepentingan, dan waktu yang berbeda pula. Inovasi yang sistematis diawali dengan analisis peluang dan lagkah-langkah dari sederhana ke kompleks.
Ranah yang paling disoroti dalam bidang pendidikan di Indonesia yakni kurikulum pendidikan. Pendidikan Indonesia mengalami perubahan kurikulum dari waktu ke waktu dan semaki berkembang. Hal ini disesuaikan dengan kondisi Indonesia saat ini. Sehingga arahnya jelas dan dilakukan dengan sistematis.

2. Inovasi meliputi hal yang konseptual maupun perseptual
Konseptual dalam bidang pendidikan meliputi konsep perubahan bagi pendidikan baik dalam lingkup besar maupun kecil. Sedangkan perseptual meliput hasil evaluasi, analisis sumber daya, pelaksana, agar pelaku inovasi dapat mengetahui kepuasan, peluang, harapan, nilai, dan kebutuhan.
Misalnya, adanya tim kepengawasan dalam setiap bidang pendidikan dan semua elemen yang berkontribusi pada bidang pendidikan di Indonesia. Hal ini bertujuan sebagai proses penilaian dalam berbagai sudut pandang.

3. Inovasi harus efektif, sederhana, dan terfokus
Di dalam proses membangun suatu hal dibutuhkan rancangan awal dan sasaran yang tepat sehingga muncul keefektifan dalam berinovasi. Setelah itu menentukan alat yang akan digunakan dan mendukung proses inovasi. Konten dalam inovasi pendidikan pun harus spesifik sehingga inovasi sederhana dan terfokus.
Misalnnya, di Indonesia saat ini sedang fokus pada suatu gerakan dalam rangka meningkatkanminat baca masyarakat Indonesia. Gerakan tersebut yakni Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Sejumlah cara telah dirancangpemerintah dalam mewujudkan impian tersebut. Perpustakaan sekolah maupun milik pemerintah (perpustakaan pusat kota/kabupaten) kini ikut berkontribusi melaksanakan kegiatan gerakan literasi. Program-program dimunculkan misalnya dengan adanya perpustakaan keliling, teras baca, pojok baca, dan sebagainya.

4. Inovasi yang efektif dimulai dari hal kecil
Suatu hal akan berkembang atau yang sudah berkembang melewati dulu hal kecil. Hal kecil tersebut merupakan lagkah penting dalam menjadikan inovasi sebagai bagian dari pengembangan pendidikan.
Misalnya, Indonesia memunculkan pendidikan khusus untuk para guru. Hal sederhana ini bertujuan agar proses mengajar guru dalam berbagai kompetensi dapat dilakukan guru dengan baik sesuai dengan tuntutan zaman dan kondisi sekarang di Indonesia.

5. Memerlukan komitmen dari pimpinan
Pemimpin adalah pemegang kekuasaan yang harus dapat mempengaruhi anggota yang dipimpinnya. Pemimpin yang tepat dan berorientasi perubahan sangat dibutuhkan dalam melakukan inovasi pendidikan. Sehingga dambaan baik terhadap pendidikan dapat terwujud.
Misalnya, kepala sekolah di Indonesia harus memenuhi lima standar kompetensi, lima standar kompetensi tersebut yakni manajerial, kewirausahaan, supervisi, kepribadian, dan sosial. Dari standar tersebut sudah seharusnya ada komitmen yang kuat dari pimpinan.

Referensi
Drucker, Peter F. (1985). Innovation and Entrepreunership Practice and Principles. New York : Harper & Row, Publisher, Inc.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.


EmoticonEmoticon