Friday, 29 December 2017

Educational Design Research



Educational Design Research
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Educational design research adalah genre penelitian di mana pengembangan berulang dari solusi untuk masalah penelitian yang kompleks dan memberi latar belakang penyelidikan ilmiah. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Mckenney dan Reeves (2013, hlm. 3) bahwa educational design research is a genre of research in which the iterative development of solutions to complex educational problems provides the setting for scientific inquiry”.  Adapun Solusi yang dihasilkan dari educational design research dapat berupa produk edukatif (misalnya permainan belajar dunia maya multiuser), proses (misalnya strategi untuk pembelajaran siswa dalam kursus online), program (misalnya serangkaian lokakarya yang dimaksudkan untuk membantu guru berkembang lebih efektif dalam mengajar), atau kebijakan (misalnya kurikulum sekolah sepanjang tahun). Peneliti educational design research berusaha memecahkan masalah dunia nyata yang signifikan sementara pada saat bersamaan mereka berusaha menemukan pengetahuan baru yang dapat menjadi sebuah informasi untuk orang yang menghadapi masalah serupa.
Setiap penelitian memiliki perbedaan dalam hal motif yang merupakan faktor penentu yang lebih kuat dalam membentuk penyelidikan, educational design research pada umumnya membedakan dirinya dari bentuk penyelidikan lainnya dengan memperhatikan pemecahan masalah dengan meletakkan pengetahuan untuk digunakan dan melalui proses tersebut menghasilkan pengetahuan baru.
Educational design research bukanlah sebuah metodologi. Educational design reseach menggunakan metode baik kuantitatif maupun kualitatif atau lebih sering dikenal dengan istilah mixed methodsi untuk menjawab pertanyaan penelitian. Dengan demikian, educational design research memiliki standar yang sama dengan karya ilmiah lainnya dalam hal memberikan transparansi proses yang memadai atas klaim pengetahuan yang dihasilkan. Adapun nilai educational design research diukur dari segi kemampuannya untuk memperbaiki praktik pendidikan.
Educational design research memiliki persamaan maupun perbedaan dengan penelitian dan pengembangan pada umumnya. Keduanya berfokus pada pengembangan pengetahuan baru dan terhubung dalam proses desain. Namun, jika dianggap suatu diagram Venn, educational design research dengan penelitian dan pengembangan pada umumnya akan tumpang tindih dalam proyek yang berkaitan dengan pemecahan masalah secara aktif dalam praktik pendidikan. Bidang yang unik dalam penelitian dan pengembangan pada umumnya adalah proyek yang berkaitan dengan pengembangan alat atau model untuk mendukung pendidikan dalam jangka panjang, namun tidak berfungsi sebagai intervensi pendidikan. Ranah educational design research yang tidak tumpang tindih dengan penelitian dan pengembagan pada umumnya adalah hal-hal yang tidak secara khusus terkait dengan kemajuan bidang desain instruksional.
Educational design research juga berbeda dengan penelitian evaluasi, walaupun metode evaluasi formatif dan sumatif adalah salah satu metode utama yang digunakan untuk mempelajari dan menyempurnakan intervensi dalam kedua riset tersebut. Definisi masalah dan desain solusi jarang ditampilkan dalam penelitian evaluasi, sebaliknya merupakan kekuatan utama pada educational design research. Di sisi lain, perbedaan utamanya bahwa penelitian evaluasi berkaitan dengan kemungkinan peningkatan kualitas intervensi tertentu. Sedangkan orientasi ilmiah untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat digunakan tidak begitu terbuka dalam penelitian evaluasi, sebaliknya sangat terbuka pada educational design research.
Educational design research juga mencakup lebih dari sekedar desain pendidikan berbasis penelitian. Keduanya merupakan bentuk penyelidikan ilmiah. Keduanya dibentuk oleh proses berbasis data yang berulang-ulang untuk mencapai perkiraan berturut-turut dari intervensi yang diinginkan. Namun, desain pendidikan berbasis penelitian hanya berfokus pada pengembangan intervensi, sedangkan educational design research berusaha secara eksplisit untuk memberikan kontribusi ilmiah atau nilai bagi orang lain di luar pengaturan penelitian.
Educational design research bersifat pragmatis karena berkaitan dengan menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat dan solusi yang dapat digunakan untuk masalah dalam praktik. Educational design research bersifat iteratif karena umumnya berkembang melalui beberapa siklus desain, pengembangan, pengujian, dan revisi. Hal ini bersifat kolaboratif karena itu memerlukan keahlian kemitraan multidisipliner, termasuk peneliti dan praktisi. Penelitian ini juga bersifat adaptif karena desain intervensi dan terkadang juga desain penelitian sering dimodifikasi sesuai dengan wawasan yang muncul.
Proses educational design research dapat digambarkan, sebagai berikut:

Educational Design Research
Generic model for conducting educational design research
(Mckenney dan Reeves, 2013, hlm. 14)

Proses tersebut dapat dijelaskan, sebagai berikut:

1. Analysis and exploration
Proses ini berkenaan dengan pendefinisian masalah melalui pengumpulan data lapangan dan pengkajian literatur. Proses tinjauan literatur dalam educational design research merupakan hal yang penting karena memfasilitasi penciptaan rancangan desain, menginformasikan desain, dan mengembangan intervensi untuk berusaha mengatasi masalah yang telah diidentifikasi sebelumnya.

2. Design and construction
Pada bagian ini diringkas masalah yang akan diselidiki dan tempat landasan teoritis serta menjelaskan solusi yang akan diajukan. Sebagian besar educational design research didasarkan pada literatur, namun tidak mungkin bahwa prinsip-prinsip rancangan akan lengkap pada tahap ini. Rancangan ini bisa dijadikan dasar sebagai hal yang terus berkembang selama penelitian berlangsung.
Pada tahap ini juga dilakukan validasi terhadap ahli sesuai dengan solusi yang dikembangkan. Konsultasi dan kerja sama juga diperlukan oleh peneliti dengan peneliti lain dan praktisi di lapangan. Penting adanya untuk menggambarkan proses intervensi akan dikonsep dan dikembangkan.

3. Evaluation and reflection
Tahap ini dilakukan dengan menguji coba desain intervensi yang telah dirancang dan dikembangkan secara berulang. Sifat berulang dalam educational design research dimaksudkan bahwa satu kali uji coba tidak cukup untuk mengumpulkan bukti tentang keberhasilan intervensi dan pengaruhnya terhadap masalah penelitian. Suatu riset educational design research akan memiliki dua atau lebih siklus, di mana setelah uji coba dan evaluasi tiap siklus menimbulkan perubahan yang dibuat untuk lebih meningkatkan kualitas desain dan untuk mengatasi masalah penelitian. Educational design research menghasilkan output baik berupa pengetahuan maupun produk.

Referensi
Mckenney, S., & Reeves, T. C. (2013). Educational Design Research. Research Gate Journal, 9, hlm. 1-29.


EmoticonEmoticon