Saturday, 9 December 2017

Media Pembelajaran Flip Chart



Media Pembelajaran Flip Chart
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Media Pembelajaran Flip Chart

Flip chart secara sederhana merupakan lembaran-lembaran kertas menyerupai album atau kalender berukuran 50 x 75 cm, atau ukuran yang lebih kecil 21 x 28 cm. Hal ini sejalan dengan pendapat Praptono (1997, hlm. 36) bahwa flip chart merupakan “media dua dimensi non proyeksi yang terdiri dari lembaran kertas yang disusun tumpang tindih dan salah satu sisi pendek dibagian atas dijepit pada kerangka yang berkaki”.  Menurut Hosnan (2014, hlm. 115) flip chart adalah “lembaran kertas dengan ukuran yang cukup besar agar dapat dilihat bersama-sama”. Sedangkan menurut Sudjana dan Rivai (2002, hlm. 27) flip chart adalah “kombinasi antara media grafis dengan gambar foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta dan batasan”.
Pada penggunaannya flip chart dapat dibalik jika pesan pada lembaran bagian depan sudah ditampilkan dapat digantikan dengan lembaran berikutnya. Flip chart merupakan media berbentuk cetak yang sederhana dan cukup efektif. Sederhana dilihat dari proses pembuatan dan penggunaan yang relatif murah. Efektif karena flip chart dapat digunakan sebagai pengantar pesan pembelajaran secara terencana ataupun disajikan secara langsung. Penyajian informasi ini dapat berupa denah, bagan, skema, gambar-gambar, diagram, dan angka-angka.
Agar tujuan komunikasi visual menggunakan flip chart dapat dicapai secara optimal, Praptono (1997, hlm. 34) mempersyaratkan agar:
1. Ukuran kertas cukup besar dan gambar serta huruf-hurufnya terbaca.
2. Visualisasi ide dan pesan mudah ditangkap dan dipahami.
3. Penampilan cukup menarik atau atraktif.
4. Komposisi warna serasi dan seimbang dengan luas kertas.
5. Penggunaan dan penyimpanan serta pemeliharaan mudah.
6. Tahan dipergunakan berkali-kali dan tahan lama.
7. Mudah dan sederhana dalam pembuatan.
Lebih lanjut, Praptono (1997, hlm. 35) mengemukakan bahwa “penggunaan warna pada media flip chart dibatasi dua atau tiga warna saja dengan salah satu yang dominan, atau berpedoman pada azas-azas semakin luas permukaan atau bidang gambar flip chart, maka semakin banyak variasi warna yang dapat digunakan atau sebaliknya”.
Sadiman (1986, hlm. 85) mengemukakan ada beberapa kriteria suatu media yang harus diperhatikan, sebagai berikut:
1. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
2. Karakteristik siswa.
3 Strategi belajar-mengajar.
4. Organisasi kelompok belajar.
5. Alokasi waktu dan sumber.
6. Prosedur penilaian.
Arsyad (2006, hlm. 91) mengemukakan bahwa “beberapa cara untuk menarik perhatian pada media adalah warna, huruf, dan kotak”. Warna digunakan sebagai alat penuntun dan penarik perhatian kepada informasi yang penting, misalnya kata kunci dapat diberi tekanan dengan warna cerah. Huruf yang dicetak tebal atau dicetak miring memberi penekanan pada kata kunci atau judul. Informasi penting dapat pula diberi tekanan dengan menggunakan kotak. Penggunaan garis bawah sebagai alat penuntun sedapat mungkin dihindari karena membuat kata tersebut sulit dibaca.
Pada penggunaan media flip chart memiliki sejumlah kelebihan, antara lain:
1. Mampu menyajikan pesan pembelajaran atau informasi secara ringkas, praktis, dan bertahap.
2. Bahan pembuatan relatif murah.
3. Dapat digunakan di dalam maupun di luar ruangan.
4. Menghemat waktu guru untuk tidak menulis di papan tulis.
Adapun kekurangan penggunaan media flip chart, di antaranya:
1. Membutuhkan waktu untuk mempersiapkan media, seperti dalam pembuatan alat penyangga dan mencari objek gambar yang relevan.
2. Flip chart relatif hanya cocok untuk pembelajaran pada kelompok kecil.
3. Penggunaan flip chart hanya digunakan sesuai dengan jarak maksimum siswa dalam melihat.

Referensi
Arsyad, A. (2006). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Praptono (1997). Media Pengajaran. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta.
Sadiman, A. (1986). Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali.
Sudjana, N., & Rivai, A. (2002). Media Pengajaran. Bandung: CV Sinar Baru.


EmoticonEmoticon