Sunday, 14 January 2018

Media Pembelajaran Realia



Media Pembelajaran Realia
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Media Pembelajaran Realia

Kedudukan media realia dalam media pada umumnya telah dikenal sebagai alat bantu mengajar yang dimanfaatkan guru dalam proses pembelajaran. Media adalah pembawa pesan yang berasal dari suatu sumber pesan kepada penerima pesan yaitu siswa. Media sebagai alat bantu mengajar berkembang demikian pesatnya  sesuai dengan kemajuan teknologi”. Maka dari itu, setiap jenis media memiliki karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu mendapat perhatian dari guru sehingga guru dapat memilih media sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Menurut Rusman (2005, hlm. 2) “media relia yaitu semua media nyata di dalam ruang kelas, tetapi dapat digunakan sebagai suatu kegiatan observasi pada lingkungan”. Hamalik (1989, hlm. 133) mengungkapkan bahwa “media realia yaitu benda atau objek yang dapat digunakan untuk membantu pengajaran seperti bunga, batu, koran, dan sebagainya yang mungkin dibawa oleh siswa atau dibawa oleh guru”. Sedangkan Udin (dalam Patty, 2007, hlm. 22) menyatakan “media realia adalah alat bantu visual dalam pembelajaran yang berfungsi memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik”. Media ini merupakan objek nyata dari suatu benda, seperti tumbuhan, hewan, bebatuan, dan benda lainnya. Menggunakan benda nyata pada proses pembelajaran sangat dianjurkan sebab siswa kan lebih memahami materi yang dipelajari.
Ciri media realia adalah benda asli, benda dalam keadaan utuh, dapat dioperasikan, hidup, dalam ukuran yang sebenarnya, dan dapat dikenali sebagaimana wujud aslinya”. Adapun jenis-jenis media realia, antara lain:
1. Benda hidup, seperti orang, binatang, dan tumbuhan.
2. Benda tidak hidup, seperti meja, kursi, batu, makanan, koran, dan sebagainya.
Sudjana dan Rivai (2007, hlm. 4) menyebutkan bahwa “penggunaan media sangat bergantung kepada tujuan pengajaran, bahan pengajaran, kemudahan memperoleh media yang diperlukan, dan kemampuan guru dalam menggunakannya pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Lebih lanjut, sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan oleh guru sebelum menggunakan media realia, sebagai berikut:
1. Karena benda nyata memiliki banyak macamnya, mulai dari benda hidup sampai benda tidak hidup, maka perlu dipertanyakan benda-benda atau makhluk hidup apakah yang mungkin dapat dimanfaatkan di kelas secara efisien.
2. Bagaimana caranya agar benda-benda tersebut sesuai dengan pola mengajar di kelas.
3. Dari mana kita memperoleh benda-benda tersebut.
Apabila telah mengetahui kriteria dalam penggunaan media, ada baiknya mempertimbangkan dengan matang sebelum penggunaan media di kelas. Sejumlah penjelasan tersebut dapat menjadi pertimbangan guru pada saat sebelum menggunakan media dan dapat dijadikan acuan guru pada saat memilih media realia yang akan digunakan di kelas.
Adapun langkah-langkah penggunaan media realia, sebagai berikut:
1. Menyediakan benda-benda nyata yang berhubungan dengan materi ajar.
2. Menggunakan benda-benda nyata tersebut dalam proses pembelajaran di kelas. Siswa mendapatkan pengalaman langsung dari benda-benda tersebut.
3. Mengajak siswa mengamati secara langsung, kemudian bersama temannya berdiskusi tentang materi yang diajarkan.
4. Setelah mengamati dan berdiskusi, siswa dengan bimbingan guru dapat menyimpulkan materi yang telah diajarkan.
Keunggulan media realia, antara lain:
1. Mudah didapat, pada umumnya media realia dapat ditemui karena merupakan benda nyata yang ada di sekitar lingkungan.
2. Memberikan informasi yang jelas dan akurat, mengingat benda realia merupakan benda yang nyata, maka penjelasan atau informasi yang berkaitan dengan benda tersebut menjadi jelas dan lebih akurat.
Sedangkan Ibrahim dan Syaodih (2003, hlm. 119) mengungkapkan sejumlah kelemahan dari penggunaan media realia, di antaranya:
1. Membawa anak-anak ke berbagai tempat di luar sekolah kadang mengandung resiko dalam bentuk kecelakaan dan sebagainya.
2. Biaya yang diperlukan untuk mengadakan berbagai objek nyata kadang-kadang tidak sedikit, apalagi ditambah dengan kemungkinan kerusakan pada penggunaannya.
3. Tidak selalu dapat memberikan semua gambaran dari objek yang sebenarnya, seperti pembesaran, pemotongan, dan gambar bagian demi bagian sehingga pengajaran harus didukung pula dengan media lain.

Referensi
Ibrahim, & Syaodih, N. (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, O. (1989). Media Pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Patty, A. A. (2007). Pemanfaatan Media Realia dalam Bidang Studi Sains Biologi. (Skripsi). Bandung: tidak diterbitkan.
Rusman (2005). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sudjana, N., & Rivai, A. (2007). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo.


EmoticonEmoticon