Wednesday, 10 January 2018

Metode Bagian



Metode Bagian
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Metode Bagian

Metode bagian merupakan bentuk latihan keterampilan yang dilakukan secara bagian per bagian dari keterampilan yang dipelajari. Bentuk keterampilan yang dipelajari dipilah-pilah ke dalam bentuk gerakan yang lebih mudah dan sederhana. Sugiyanto (1996, hlm. 67) menyatakan “metode bagian merupakan cara pendekatan di mana mula-mula siswa diarahkan untuk mempraktikan sebagian demi sebagian dari keseluruhan rangkaian gerakan dan setelah bagian-bagian gerakan dikuasai baru mempraktikkan secara keseluruhan”. Menurut Suhendro (1999, hlm. 3.56) “metode bagian adalah cara satu pengorganisasian bahan pelajaran dengan menitikberatkan pada penyajian elemen-elemen dari bahan pelajaran”.
Berdasarkan sejumlah pendapat tersebut, disimpulkan bahwa metode bagian merupakan cara mengajar suatu keterampilan yang dalam pelaksanaannya dilakukan bagian per bagian dan setelah bagian-bagian keterampilan yang dipelajari dikuasai kemudian dilakukan atau dirangkaikan secara keseluruhan.
Metode bagian pada umumnya diterapkan untuk mempelajari jenis keterampilan yang cukup sulit atau kompleks. Harsono (1988, hlm. 142) menyatakan pada umumnya guru mengajarkan suatu teknik dengan metode bagian, hal ini disebabkan karena “(1) siswa belum banyak tahu mengenai cara melaksanakan teknik atau keterampilan, dan (2) agar siswa melakukan teknik sesuai dengan keinginan guru”. Lutan (1988, hlm. 411) menyatakan “metode bagian atau parsial dapat diterapkan jika struktur gerak agak kompleks, sehingga kemungkinan untuk memperoleh hasil belajar yang maksimum akan diperoleh jika komponen-komponen gerak dilatih”. Sedangkan Sugiyanto (1996, hlm. 67) berpendapat “yang terpenting untuk dipertimbangkan dalam penerapan metode bagian adalah mengenai sifat dari gerakan yang dipelajari yaitu dalam hal tingkah kerumitan organisasi dan tingkat kompleksitas gerakan”.
Metode bagian diterapkan terutama untuk siswa pemula dan belum mengetahui keterampilan yang dipelajari. Di sisi lain, metode bagian diterapkan untuk mempelajari keterampilan yang sulit dan kompleks. Suatu keterampilan akan dikuasai dengan baik, jika tiap-tiap bagian dipelajari secara runtut dan dilakukan secara sistematis dan kontinyu.
Pada metode bagian terdapat beberapa tahap yang perlu diperhatikan, sebagai berikut:
1. Preview merupakan suatu tahap yang bertujuan untuk memperkenalkan keterampilan/bahan ajar yang akan dipelajari (verbal, demonstrasi langsung, penayangan gambar atau foto, pemutaran video atau film, dan lain-lain).
2. Analisis merupakan tahap di mana peserta didik mengenali bagian-bagian penting. Keperluan analisis ini sebenarnya bermanfaat untuk melihat bagaimana peserta didik terbangun kembali keterampilannya.
3. Melatih bagian/unit merupakan tahap di mana peserta didik melatih tahap-tahap per unit. Latihan dilakukan secara bagian.
4. Sintesis merupakan tahap penggabungan setiap unit. Maksudnya setiap unit yang telah dipelajari digabungkan menjadi satu sehingga memudahkan dalam penguasaan materi.
Pada setiap metode pembelajaran pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan. Menurut Sutikno (2009, hlm. 90) “pada prinsipnya tidak satu pun metode pembelajaran yang dapat dipandang sempurna dan cocok dengan semua pokok bahasan yang ada dalam setiap bidang studi”. Adapun kelebihan dari penggunaan metode bagian, antara lain:
1. Siswa menguasai bagian-bagian dalam materi dengan baik dan benar.
2. Siswa dapat terhindar dari kesalahan, karena masing-masing bagian materi harus dikuasai baru ditingkatkan.
3. Membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa serta mampu menggabungkan bagian per bagian.
Pembelajaran dengan metode bagian juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pembelajaran dengan menggunakan metode bagian, di antaranya:
1. Dibutuhkan waktu yang lebih lama, jika tiap-tiap bagian sulit dimengerti dan dikuasai siswa.
2. Untuk mempelajari bagian berikutnya harus bagian sebelumnya betul-betul telah dikuasai, sehingga keterampilan lambat untuk dikuasai.
3. Dapat menimbulkan rasa bosan atau jenuh, karena keterampilan yang dipelajari terpotong-potong.
4. Membutuhkan adaptasi/penyesuaian terhadap materi yang dipelajari.

Referensi
Harsono (1988). Aspek-Aspek Psikologi dalam Coaching. Jakarta: CV Tambak Kusuma.
Lutan, R. (1988). Belajar Keterampilan Motorik Pengantar Teori dan Metode. Jakarta: Depdikbud.
Sugiyanto (1995). Metodologi Penelitian. Surakarta: UNS Press.
Suhendro, A. (1999). Dasar-Dasar Kepelatihan. Jakarta: Universitas Terbuka.


EmoticonEmoticon