Tuesday, 23 January 2018

Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas



Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas

Seorang guru kerap kali kurang menyadari mengenai banyaknya kejadian yang melingkupi aktivitas di kelas. Kelas bukanlah sekedar tempat sekumpulan anak yang melakukan kegiatan belajar di bawah tanggung jawab guru dan semata-mata dibatasi oleh dinding/tembok pembatas. Kelas sesungguhnya merupakan lingkungan yang kompleks dan berbagai peristiwa dapat terjadi.
Entang, Joni, dan Prayitno (1985) mengemukakan sejumlah pendekatan pengelolaan kelas, di antaranya:

1. Pendekatan perubahan tingkah laku (behavior modification)
Pengelolaan kelas menurut pendekatan ini mendasarkan pada asumsi bahwa (1) semua tingkah laku anak, yang baik atau yang kurang baik, merupakan hasil dari proses belajar, dan (2) terdapat proses psikologi yang fundamental untuk menjelaskan terjadinya proses belajar yang dimaksud.
Adapun proses psikologis yang dimaksud adalah (1) penguatan positif atau positive reinforcement, (2) hukuman, (3) penghapusan, dan (4) penguatan negatif atau negative reinforcement. Berdasar pendekatan ini, untuk membina suatu tingkah laku anak yang dikehendaki, maka guru dituntut untuk memberi penguatan positif atau memberi dorongan positif sebagai ganjaran dan guru dituntut untuk memberi penguatan negatif, yakni menghilangkan hukuman atau stimulus negatif. Kemudian untuk mengurangi tingkah laku yang tidak dikehendaki, guru dituntut untuk menggunakan hukuman secara bijak atau pemberian stimulus negatif, dan melakukan penghapusan atau pembatalan pemberian ganjaran.

2. Pendekatan penciptaan iklim sosio-emosional
Pengelolaan kelas berdasar pada pendekatan ini mendasarkan pada asumsi bahwa (1) proses pengajaran yang efektif mensyaratkan iklim sosio-emosional yang baik atau adanya jalinan hubungan interpersonal yang baik di antara pihak yang terlibat dengan proses pembelajaran, dan (2) guru merupakan key-person dalam pembentukan iklim sosio-emosional yang dimaksud.
Banyak saran yang dapat dipelajari guna membantu guru menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif bagi efektivitas pembelajaran. Namun demikian sejumlah hal yang dianggap penting adalah sikap dan kebiasaan guru untuk tampil jujur, tulus, terbuka, bersemangat, dinamis, dan enerjik. Hal lainnya adalah sadar diri, menerima dan mengerti siapa anak didiknya dengan penuh rasa simpati.

3. Pendekatan proses kelompok (group processes)
Pengelolaan kelas menurut pendekatan ini mendasarkan pada asumsi (1) pengalaman belajar berlangsung dalam konteks atau kelompok sosial, dan (2) tugas guru yang pokok adalah membina dan kelompok yang produktif serta kohesif.
Unsur-unsur pengelolaan kelas dalam rangka pendekatan proses kelompok mencakup (1) harapan timbal balik yang realistik dan jelas antara siswa dan guru, (2) kepemimpinan yang mengarahkan kegiatan kelompok untuk pencapaian tujuan-tujuan, (3) pola dan ikatan persahabatan terbentuk yang mendukung kelompok semakin produktif, (4) terdapat pemeliharaan norma kelompok yang semakin produktif, menggantikan norma yang kurang produktif, (5) terjalin komunikasi yang efektif antar anggota kelompok yang terlibat, dan (6) terdapat derajat keterikatan terhadap kelompok secara keseluruhan (cohesiveness).

4. Pendekatan eklektik
Pendekatan ini mendasarkan pada pemahaman atas adanya kekuatan dan kelemahan dari kesemuaan pendekatan yang ada. Pendekatan eklektik lebih menunjukkan suatu penggunaan kombinasi dari sejumlah pendekatan ketimbang menggunakan suatu pendekatan secara utuh. Pada praktiknya, guru menggabungkan semua aspek terbaik dari pendekatan-pendekatan yang digunakan secara filosofis, teoritis, dan psikologis.
Menurut Rachman (1998/1999, hlm. 79) syarat yang perlu dipenuhi guru dalam menerapkan penedekatan ini adalah “(1) menguasai pendekatan-pendekatan pengelolaan kelas, dan (2) dapat memilih pendekatan yang tepat dan melaksanakan prosedur yang sesuai  dengan masalah pengelolaan kelas yang dihadapi”.

Referensi
Entang, M., Joni, T. R., & Prayitno, K. (1985). Pengelolaan Kelas. Jakarta: Depdikbud Ditjen Dikti Proyek Pengembangan LPTK.
Rachman, M. (1989/1999). Manajemen Kelas. Depdikbud Ditjen Dikti Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar.


EmoticonEmoticon