Monday, 8 January 2018

Penelitian Eksperimen



Penelitian Eksperimen
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Penelitian Eksperimen

Hakikat penelitian eksperimen (experimental research) adalah meneliti pengaruh perlakuan terhadap perilaku yang timbul sebagai akibat perlakuan. Sugiyono (2011, hlm. 72) mengemukakan “metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan”. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti. Sejalan dengan itu, Latipun (dalam Sukardi, 2011, hlm. 179) mengemukakan bahwa “penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan dengan melakukan manipulasi yang bertujuan untuk mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati”.
Berdasar sejumlah pandangan tersebut, dapat dipahami bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian.
Menurut Sukardi (2011, hlm. 180) “penelitian eksperimen dalam bidang pendidikan dibedakan menjadi dua yaitu penelitian di dalam laboratorium dan di luar laboratorium”. Sehubungan dengan subjek dalam pendidikan adalah siswa, penelitian eksperimen yang paling banyak dilakukan di luar laboratorium. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki oleh penelitian di luar laboratorium, di antaranya:
1. Variabel eksperimen dapat lebih kuat.
2. Lebih mudah dalam memberikan perlakuan.
3. Dapat melakukan setting yang mendekati keadaan sebenarnya.
4. Hasil eksperimen lebih aktual.
Selain itu, penelitian eksperimen cocok dilakukan dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan dua alasan, yakni (1) metode pengajaran yang lebih tepat disetting secara alami dan dikomparasikan di dalam keadaan yang tidak bias, dan (2) penelitian dasar dengan tujuan menurunkan prinsip umum teoritis ke dalam ilmu terapan yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi sekolah.
Terdapat tiga karakteristik penting dalam penelitian eksperimen, antara lain:
1. Variabel bebas yang dimanipulasi
Memanipulasi variabel adalah tindakan yang dilakukan oleh peneliti atas dasar pertimbangan ilmiah. Perlakuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka untuk memperoleh perbedaan efek dalam variabel yang terkait.
2. Variabel lain yang berpengaruh dikontrol agar tetap konstan
Mengontrol merupakan usaha peneliti untuk memindahkan pengaruh variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi variabel terkait. Di dalam pelaksanaan eksperimen, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebagiknya diatur secara intensif agar karaktetistik mendekati sama.
3. Observasi langsung oleh peneliti
Tujuan dari kegiatan observasi dalam penelitian eksperimen adalah untuk melihat dan mencatat segala fenomena yang muncul yang menyebabkan adanya perbedaan di antara dua kelompok.
Tujuan umum penelitian eksperimen adalah untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan yang berbeda. Misalnya, suatu eksperimen dalam bidang pendidikan dimaksudkan untuk menilai/membuktikan pengaruh perlakuan pendidikan terhadap prestasi belajar atau untuk menguji hipotesis tentang ada-tidaknya pengaruh perlakuan tersebut jika dibandingkan dengan metode konvensional.
Tindakan dalam eksperimen tersebut disebut treatment dan diartikan sebagai semua tindakan, semua variasi, atau pemberian kondisi yang akan dinilai/diketahui pengaruhnya. Sedangkan yang dimaksud dengan menilai tidak terbatas pada mengukur atau melakukan deskripsi atas pengaruh treatment yang dicobakan tetapi juga ingin menguji sampai seberapa besar tingkat signifikansinya (kebermaknaan atau berarti-tidaknya) pengaruh tersebut jika dibandingkan dengan kelompok yang sama tetapi diberi perlakuan yang berbeda.
Syarat suatu penelitian dapat berjalan baik dan memberikan hasil yang akurat jika dilaksanakan dengan mengikuti kaidah tertentu. Seperti halnya dengan penelitian eksperimen, akan memberikan hasil yang valid jika dilaksanakan dengan mengikuti syarat-syarat yang ada. Syarat-syarat yang harus dipenuhi pada penelitian eksperimen, sebagai berikut:
1. Peneliti harus dapat menentukan secara sengaja kapan dan  di mana ia akan melakukan penelitian.
2. Penelitian terhadap hal yang sama harus dapat diulang dalam kondisi yang sama.
3. Peneliti harus dapat memanipulasi variabel yang diteliti sesuai dengan yang dikehendaki.
4. Diperlukan kelompok pembanding (control group) selain kelompok yang diberi perlakuan (experimental group).
Langkah-langkah dalam penelitian eksperimen pada dasarnya hampir sama dengan penelitian lainnya. Menurut Gay (1983, hlm. 201) langkah-langkah dalam penelitian eksperimen yang perlu ditekankan, sebagai berikut:
1. Adanya permasalahan yang signifikan untuk diteliti.
2. Pemilihan subjek yang cukup untuk dibagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
3. Pembuatan atau pengembangan instrumen.
4. Pemilihan desain penelitian.
5. Eksekusi prosedur.
6. Melakukan analisis data.
7. Memformulasikan simpulan.

Referensi
Gay, L. R. (1983). Educational Research Competencies for Analysis & Application 2nd Edition. Ohio: A Bell & Howell Company.
Sugiyono (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukardi (2011). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: PT Bumi Aksara.


EmoticonEmoticon