Saturday, 3 February 2018

Kegiatan Manusia yang Dapat Menimbulkan Bencana di Wilayah Pesisir



Kegiatan Manusia yang Dapat Menimbulkan Bencana di Wilayah Pesisir
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Kawasan pesisir merupakan tempat konsentrasi penduduk yang paling padat. Kawasan pesisir merupakan kawasan yang memiliki keanekaragaman dan produktivitas hayati yang tinggi seperti hutan mangrove, terumbu karang, dan padang lamun. Ekosistem pesisir terutama mangrove dan terumbu karang memiliki fungsi yang sangat penting sebagai pelindung pantai dan pemukiman pesisir dari hantaman gelombang, tempat perlindungan, dan perkembangbiakan berbagai jenis biota laut. Kerusakan kawasan pesisir disebabkan oleh proses alam dan oleh aktivitas manusia.
Berikut aktivitas manusia yang menyebabkan bencana di wilayah pesisir, sebagai berikut:

1. Pemukaan hutan mangrove

Kegiatan Manusia yang Dapat Menimbulkan Bencana di Wilayah Pesisir

Hutan mangrove memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan hutan produksi di daratan maupun ekosistem padang lamun. Pembukaan hutan mangrove untuk kepentingan pemukiman, dan pembangunan infrastruktur, sehingga sangat mempengaruhi perlindungan terhadap pantai. Pembukaan hutan mangrove berarti hilangnya penyangga pantai. Konversi lahan bakau menjadi tambak tanpa pertimbangan yang memadai akan berakibat (1) erosi, sedimentasi, dan abrasi secara tidak terkendali, (2) kerusakan ekosistem, (3) merusak keanekaragaman hayati, (4) intrusi air laut, dan (5) menganggu kegiatan budidaya perikanan tambak yang akhirnya berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat wilayah pesisir.

2. Kegiatan industri

Kegiatan Manusia yang Dapat Menimbulkan Bencana di Wilayah Pesisir

Kegiatan industri dan pemukiman di pesisir yang berkembang relatif lebih cepat telah menyebabkan peningkatan beban limbah yang mengalir ke pantai.

3. Kegiatan pendaratan kapal nelayan

Kegiatan Manusia yang Dapat Menimbulkan Bencana di Wilayah Pesisir

Pendaratan kapal nelayan menyebabkan terjadinya pencemaran air sungai dan laut oleh tumpahan bahan bakar dan minyak pelumas.

4. Penambangan pasir pantai

Kegiatan Manusia yang Dapat Menimbulkan Bencana di Wilayah Pesisir

Penambangan pasir pantai memang dapat meningkatkan pendapatan. Namun, penambangan pasir pantai berdampak pada pengelolaan wilayah pesisir dan laut. Kegiatan penambangan pasir pantai apabila tidak dilakukan di daerah yang tepat dan dengan cara yang tepat akan berdampak pada lingkungan, baik fisik, biologi, maupun sosial. Penambangan pasir pantai dapat menganggu ekosistem pantai bahkan dapat menyebabkan tenggelamnya sebuah pulau. Dampak sosial yang ditimbulkan oleh penambangan pasir adalah menurunnya tangkapan ikan nelayan.

5. Penangkapan ikan dengan bom dan racun

Kegiatan Manusia yang Dapat Menimbulkan Bencana di Wilayah Pesisir

Penggunaan bom dan racun untuk menangkap ikan laut yang menyebabkan kerusakan terumbu karang mendatangkan kerugian lingkungan hidup yang lebih besar dari dampak pembalakan liar.
Kehidupan dasar laut dapat rusak melebihi kerusakan hutan di darat akibat bom dan racun. Dasar laut merupakan suatu ekosistem kompleks yang menyediakan hewan-hewan  atau habitat dan makanan pokok untuk terus berproduksi dan tumbuhnya ikan serta kehidupan laut lainnya. Tidak ada satu pun makhluk laut yang terhindar dari dampak fisik pengeboman dasar laut. Makhluk hidup dasar laut, seperti bunga karang dan terumbu karang akan musnah, ikan, kepiting, bintang laut, cacing-cacing, dan seluruh habitatnya akan hilang dan mati. Musnahnya keanekaragaman habitat dasar laut telah menjadi alasan kuat banyak jumlah dan jenis ikan-ikan berkurang di lautan dunia.


EmoticonEmoticon