Thursday, 8 February 2018

Kematangan Karir



Kematangan Karir
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Kematangan Karir

Kematangan karir merupakan aspek yang perlu dimiliki siswa untuk menunjang karir di masa depan. Hasan (2006, hlm. 127) mengemukakan kematangan karir adalah “sikap dan kompetensi yang berperan untuk pengambilan keputusan karir”. Sikap dan kompetensi tersebut mendukung penentuan keputusan karir yang tepat. “Kematangan karir juga merupakan refleksi dari proses perkembangan karir individu untuk meningkatkan kapasitas untuk membuat keputusan karir” (Richard, dkk. 2007, hlm. 171).
Berdasar sejumlah pandangan tersebut, kematangan karir merupakan sikap dan kompetensi individu dalam menentukan keputusan karir yang ditunjang oleh faktor kognitif dan afektif dengan meningkatkan pengetahuan dan keahlian. Kematangan karir merupakan hubungan antara usia individu dengan tahap perkembangan karir yang memiliki peran dalam kematangan karir yang harus dijalankan sesuai dengan tahapan perkembangannya.
Menurut Donald E. Super (dalam Sharf, 1992, hlm. 155-159) kematangan karir remaja dapat diukur dengan indikator-indikator, sebagai berikut:
1. Perencanaan karir (career planing)
Perencanaan karir merupakan aktivitas pencarian informasi dan seberapa besar keterlibatan individu dalam proses tersebut. Kondisi ini didukung oleh pengetahuan tentang macam-macam unsur pada setiap pekerjaan. Indikator ini menyadari wawasan dan persiapan karir, memahami pertimbangan alternatif pilihan karir, dan memiliki perencanaan karir di masa depan.
2. Eksplorasi karir (career exploration)
Eksplorasi karir merupakan kemampuan individu untuk melakukan pencarian informasi karir dari berbagai sumber karir, seperti dari orang tua, saudara, kerabat, teman, guru bidang studi, konselor sekolah, dan sebagainya. Eksplorasi karir berhubungan dengan seberapa banyak informasi karir yang diperoleh siswa dari berbagai sumber tersebut. Indikator ini mengumpulkan informasi karir dari berbagai sumber dan memanfaatkan informasi karir yang telah diperoleh.
3. Pengetahuan tentang membuat keputusan karir (decision making)
Aspek ini adalah kemampuan siswa dalam menggunakan pengetahuan dan pemikiran dalam membuat perencanaan karir. Konsep ini didasari pada tuntutan siswa untuk membuat keputusan karir, dengan asumsi apabila siswa mengetahui bagaimana orang lain membuat keputusan karir maka diharapkan mereka juga mampu membuat keputusan karir yang tepat bagi dirinya.
4. Pengetahuan tentang dunia kerja (world of work information)
Aspek ini terdiri atas dua komponen, yakni terkait dengan tugas perkembangan, yaitu individu harus tahu minat dan kemampuan diri, mengetahui cara orang lain mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan mengetahui alasan orang berganti pekerjaan. Komponen kedua adalah mengetahui tugas-tugas pekerjaan dalam suatu jabatan dan perilaku-perilaku dalam bekerja.
5. Pengetahuan tentang kelompok pekerjaan yang lebih disukai (knowledge of preferred occupational group)
Siswa diberi kesempatan untuk memilih satu dari beberapa pilihan pekerjaan, kemudian ditanyai mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Mengenai persyaratan, tugas-tugas, faktor-faktor, dan alasan yang mempengaruhi pilihan pekerjaan dan mengetahui resiko-resiko dari pekerjaan yang dipilih. Indikator ini adalah pemahaman mengenai tugas dari pekerjaan yang diinginkan, memahami persyaratan dari pekerjaan yang diinginkan, mengetahui faktor dan alasan yang mempengaruhi pilihan pekerjaan yang diminati dan mampu mengidentifikasi resiko-resiko yang mungkin muncul dari pekerjaan yang diminati.
6. Realisasi keputusan karir (realisation)
Realisasi keputusan karir adalah perbandingan antara kemampuan individu dengan pilihan karir pekerjaan secara realistis. Aspek ini antara lain memiliki pemahaman yang baik tentang kekuatan dan kelemahan diri berhubungan dengan pekerjaan yang diinginkan, mampu melihat faktor-faktor yang mendukung dan menghambat karir yang diinginkan, serta mampu mengambil manfaat membuat keputusan karir yang realistis.
Shertez dan Stone (dalam Winkel dan Hastuti, 2005, hlm. 647) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan karir sebagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang dimiliki seseorang yang akan mempengaruhi perkembangan karirnya adalah nilai-nilai kehidupan yang ia ikuti, taraf inteligensi, bakat khusus yang dimiliki, minat, sifat, informasi tentang bidang-bidang pekerjaan, serta keadaan fisik seseorang. Sedangkan faktor eksternal yang akan mempengaruhi perkembangan karir seseorang adalah masyarakat, keadilan sosiol ekonomi suatu negara atau daerah, status sosiol ekonomi keluarga, pengaruh dan ekspektasi dari keluarga besar, pendidikan, pertemanan, serta tuntutan yang melekat pada masing-masing pekerjaan.
Rosenthal (dalam Smedley, dkk., 2003, hlm. 110) menunjukkan hambatan kematangan karir, yakni “karakteristik kemampuan belajar rendah, konsep diri rendah, dan individu yang bertipe belajar pasif”. Gejala ini menunjukkan bahwa individu tersebut memiliki kematangan karir dari segi afektif yang rendah. Dengan demikian, individu yang memiliki permasalahan dalam belajar mengakibatkan rendahnya kematangan karir.

Referensi
Hasan, B. (2006). Career Maturity of Indians Adolescents as A Function of Self Consept. Journal of the Indian Academy of Applied Psychology, 32 (2), hlm. 127-134.
Richard, G., dkk. (2007). Career Maturity of Students in Accelerated Versus Traditional Programs. The Career Development Quarterly, 56 (2), hlm. 171.
Sharf, R. S. (1992). Applying Career Development Theory to Counseling. California: Books/Cole Publishing Company.
Smedley, dkk. (2003). Difference in Career Maturity among Adjudicated and Nonadjudicated Male Students with and without Disabilities. Journal of Employment Counseling, September 01, 2003, hlm. 110.
Winkel, W. S., & Hastuti, S. (2005). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: FKIP Universitas Sanata Dharma.


EmoticonEmoticon