Tuesday, 20 February 2018

Kualitas dan Kesuburan Tanah



Kualitas dan Kesuburan Tanah
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

kesuburan tanah

Tanah subur adalah tanah yang jika ditanami dapat berproduksi tinggi. Tanah dapat berproduksi tinggi karena di dalam tanah terdapat unsur hara dalam jumlah yang melimpah. Unsur hara adalah unsur-unsur yang terdapat dalam tanah yang jenis dan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan tanaman. Jadi, kesuburan tanah adalah tinggi rendahnya tingkat kesuburan yang dimiliki oleh tanah. Dengan demikian, tanah dapat dikatakan subur, apabila tanaman yang ditanam dapat tumbuh baik dan membuahkan hasil yang tinggi.
Tanah yang subur adalah tanah yang tebal, yakni  lebih dari 150 cm, struktur tanahnya gembur, pH berkisar antara 6-6,5, dan di dalamnya terdapat banyak binatang tanah. Di dalam tanah yang subur juga terdapat unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, dan tidak terdapat hal-hal yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan
Berdasarkan ciri-ciri tanah subur tersebut, maka tanah yang tipis tidak termasuk dalam kategori tanah subur. Tanah semacam ini banyak ditemukan di daerah pegunungan/perbukitan yang berbatu-batu. Daerah semacam ini biasanya juga tidak banyak terdapat tanaman karena hutannya telah gundul. Daerah tersebut dulunya berupa hutan lebat, kemudian dilakukan penebangan secara membabi buta sehingga menjadi gundul. Pada bukit/pegunungan yang gundul, maka tidak ada lagi tanaman yang dapat melindungi tanah sehingga tanah mengalami erosi dan longsor karena terbawa aliran air hujan ke arah lembah dan sungai. Akibatnya tanah yang awalnya tebal dan subur, pada akhirnya berubah menjadi tipis dan tidak subur.
Tanah subur umumnya ditemukan di daerah sekitar gunung api dan di dataran. Karena di daerah sekitar gunung api terdapat tanah hasil letusan gunung yang mengandung unsur hara yang sangat banyak, sedangkan tanah subur di dataran disebabkan tanah dataran merupakan tanah endapan yang berasal dari daerah bukit, gunung, dan pegunungan yang subur, sehingga tanah yang terkumpul di dataran juga bersifat subur.
Tanah yang subur dapat diartikan juga sebagai suatu keadaan tanah yang memiliki kandungan air, udara, dan unsur hara dalam jumlah cukup, seimbang, dan tersedia sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan tanaman. Susunan tanah seperti ini biasanya terdiri atas partikel tanah 45%, air antara 20-30%, udara antara 20-30%, dan bahan organik 5%.
Air merupakan unsur penting yang sangat dibutuhkan tanaman. Tanpa air tanaman tidak dapat hidup karena akan layu dan kemudian mati. Selain itu, dengan adanya air maka unsur hara yang larut dalam air menjadi siap untuk diserap akar. Tanpa air unsur hara tidak dapat diambil oleh akar untuk pertumbuhan tanaman.
Udara juga merupakan unsur penting yang dibutuhkan tanaman. Dengan adanya udara maka akar tanaman dapat bernafas dan menyerap udara yang ada di sekitarnya. Jika di dalam tanah tidak terdapat udara, maka tanaman akan tumbuh tidak sehat kemudian mati. Selain itu, udara berfungsi sebagai sumber kehidupan binatang kecil (seperti cacing) di dalam tanah. Dengan adanya udara, maka binatang kecil di tanah dapat hidup dan berkembang biak. Banyaknya binatang kecil di dalam tanah dapat membantu proses penggemburan tanah dan membantu proses perubahan unsur hara di dalam tanah. Tanah gembur dan terdapat banyak unsur hara menyebabkan tanaman dapat tumbuh subur dan menghasilkan produksi yang tinggi.
Faktor yang menyebabkan tanah menjadi subur salah satunya adalah unsur hara. Unsur hara ditemukan pada lapisan tanah paling atas atau lapisan olah. Pada lapisan ini unsur hara diikat oleh partikel-partikel liat dan humus. Oleh sebab itu, tanah yang memiliki kandungan liat dan humus umumnya merupakan tanah yang subur.
Kesuburan tanah dapat diartikan sebagai kesanggupan tanah untuk menyediakan unsur hara atau makanan bagi tanaman dalam jumlah yang cukup sehingga dapat menghasilkan produksi yang tinggi. Arti kesuburan tanah ini hanya menyangkut sifat tanah atau kesanggupan tanah untuk menyediakan unsur hara. Dengan demikian, tanah yang tidak memiliki atau sedikit unsur hara dapat dipastikan bahwa tanah tersebut termasuk tanah yang tidak subur.
Tanah yang mengalami penurunan kesuburan karena pengaruh sejumlah faktor. Faktor-faktor yang menurunkan kesuburan tanah meliputi (1) keadaan fisik alam yang tidak dapat menahan keberadaan unsur hara tanah, seperti lingkungan perbukitan dan pegunungan yang selalu mengalami erosi oleh aliran air di permukaan tanah, (2) kandungan unsur hara di dalam tanah yang semakin berkurang disebabkan oleh erosi, aliran air hujan, dan aliran ke dalam tanah, dan (3) makhluk hidup di dalam tanah yang tidak mendukung keberadaan unsur hara, tetapi hidupnya justru menurunkan kandungan unsur hara tanah.
Tanah yang diusahakan untuk budidaya pertanian secara terus-menerus dan tidak terpelihara dengan baik akan mengakibatkan terjadinya kemunduran dan penurunan kesuburan tanah. Kemunduran merupakan susutnya kandungan hara di dalam tanah. Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan kesuburan tanah di antaranya:
1. Mineral terserap oleh tanaman dan terangkut keluar pada waktu panen.
2. Mineral seperti fosfat dan kalium diikat oleh unsur lain sehingga sulit diserap oleh akar.
3. Mineral terangkut bersama erosi dan aliran permukaan menuju tempat yang lebih rendah yaitu sungai dan muara sungai.
4. Mineral terangkut ke dalam tanah lapisan bawah oleh resapan air tanah.
Agar produksi pertanian selalu tinggi dan tidak mengalami penurunan, maka perlu dicari cara-cara untuk mempertahankan tingkat kesuburan tanah. Caranya dengan secara terus-menerus dilakukan pemeliharaan tanah melalui usaha-usaha, sebagai berikut:
1. Mempertahankan kecukupan jumlah kandungan mineral dalam tanah.
2. Mengusahakan agar tanah cukup mengandung bahan-bahan organik.
3. Tanah harus diusahakan tetap cukup mengandung air. Untuk itu, perlu dilakukan penataan pengarian secara baik, sehingga kelembaban dan pembuangan terjamin.
4. Air di dalam tanah diusahakan agar tidak cepat hilang oleh peristiwa penguapan.
5. Mencegah terjadinya erosi tanah lapisan atas dan aliran permukaan, terutama di daerah yang miring dan bergelombang, yang banyak mengandung unsur hara.
6. Mencegah terjadinya kekeringan tanah dengan cara menutupi dengan jerami.


EmoticonEmoticon