Wednesday, 21 February 2018

Media Pembelajaran Flash Card



Media Pembelajaran Flash Card
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Flash card adalah kartu kecil berisi gambar, teks, atau tanda simbol yang mengingatkan atau mengarahkan siswa kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar. “Flash card biasanya berukuran 8x12 cm, atau dapat disesuaikan dengan besar kecilnya kelas yang dihadapi” (Arsyad, 2011, hlm. 119-120). Menurut Suyanto (2007, hlm. 109) “flash card are teaching aids as picture paper which has 25x30 cm. The picture is made by hand, pictures or photo which is on the flash card. Artinya, flash card adalah mediap pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang berukuran 25x30 cm. Gambar-gambarnya dibuat dengan tangan, foto, atau memanfaatkan gambar/foto yang sudah ada ditempelkan pada lembaran-lembaran flash card.
Berdasar sejumlah pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa flash card adalah kartu belajar yang efektif mempunyai dua sisi dengan salah satu sisi berisi gambar, teks, atau tanda simbol dan sisi lainnya berupa definisi, keterangan gambar, jawaban, atau uraian yang membantu mengingatkan siswa kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar yang ada pada kartu. Flash card biasanya berukuran 8x12 cm, 25x30 cm, atau dapat disesuaikan dengan besar kecilnya kelas yang dihadapi.
Flash card merupakan media grafis yang praktis dan aplikatif. Flash card memiliki ciri-ciri, sebagai berikut:
1. Flash card berupa kartu bergambar yang efektif.
2. Mempunyai dua sisi, depan dan belakang.
3. Sisi depan berisi gambar atau tanda simbol.
4. Sisi belakang berisi definisi, keterangan gambar, jawaban, atau uraian.
5. Sederhana dan mudah membuatnya.
Media pembelajaran flash card digunakan untuk membantu mengingatkan atau mengarahkan siswa kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar, teks, atau tanda simbol yang ada pada kartu, serta merangsang pikiran dan minat siswa sehingga proses belajar menjadi efisien. Flash card menyajikan pesan singkat berupa materi sesuai dengan kebutuhan pemakai. Macam-macam flash card, misalnya flash card membaca, flash card berhitung, flash card binatang, dan lain-lain.
Cara pembuatan media flash card, sebagai berikut:
1. Siapkan kertas tebal dari bahan duplek atau kertas kardus. Kertas ini berfungsi untuk menyimpan atau menempelkan gambar-gambar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
2. Kertas tersebut diberikan tanda dengan menggunakan pensil atau spidol dan menggunakan penggaris untuk menentukan ukuran, misalnya 25x30 cm.
3. Potonglah kertas-kertas tersebut sehingga tepat berukuran 25x30 cm. Buatlah kartu-kartu tersebut sejumlah kebutuhan yang diperlukan.
4. Jika objek gambar akan langsung dibuat dengan tangan, maka kartu perlu dilapisi dengan kertas halus untuk menggambarkan objek tersebut.
5. Mulailah menggambar dengan menggunakan alat gambar.
6. Jika gambar yang akan ditempel memanfaatkan yang sudah ada, seperti misalnya gambar yang sudah diprint, gambar tersebut tinggal dipotong sesuai ukuran, lalu ditempelkan dengan menggunakan perekat/lem kertas.
7. Pada bagian akhir adalah memberikan tulisan pada bagian kartu-kartu tersebut sesuai dengan nama objek yang ada di sisi depan.
Penggunaan media flash card dalam pembelajaran merupakan suatu proses, cara menggunakan kartu belajar yang efektif berisi gambar, teks, atau tanda simbol untuk membantu mengingatkan atau mengarahkan siswa kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar, teks, atau tanda simbol yang ada pada kartu, serta merangsang pikiran dan minat siswa dalam meningkatkan kecakapan pengenalan simbol bahan tulis dan kegiatan menurunkan simbol tersebut sampai kepada kegiatan siswa memahami arti/makna yang terkandung dalam bahan tulis.
Menurut Indriani (2011, hlm. 138) langkah-langkah penggunaan media pembelajaran flash card, sebagai berikut:
1. Kartu-kartu yang telah disusun dipegang setinggi dada dan menghadap ke siswa.
2. Cabut kartu satu per satu setelah guru selesai menerangkan.
3. Berikan kartu-kartu yang telah diterangkan tersebut kepada siswa yang dekat dengan guru. Mintalah siswa untuk mengamati kartu tersebut, selanjutnya diteruskan kepada siswa lain hingga semua siswa mengamati.
4. Jika sajian menggunakan cara permainan dilakukan dengan cara (a) letakkan kartu-kartu secara acak pada sebuah kotak yang berada jauh dari siswa, (b) siapkan siswa yang akan berlomba, (c) guru mengintruksikan siswa untuk mencari kartu yang berisi gambar, teks, atau lambang sesuai intruksi, (d) setelah mendapatkan kartu, siswa tersebut kembali ke tempat semula, (e) siswa menjelaskan isi kartu tersebut.
Media pembelajaran flash card menurut Susilana dan Riyana (2008, hlm. 95) memiliki sejumlah kelebihan, yakni: “(1) mudah dibawa-bawa; (2) praktis; (3) gampang diingat; dan (4) menyenangkan”.
Adapun kekurangan dari penggunaan media pembelajaran flash card, yakni: (1) hanya dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok kecil, dan (2) memerlukan perawatan yang teliti karena dikhawatirkan kartu akan tercecer dan hilang.
Contoh media pembelajaran flash card di Sekolah Dasar, sebagai berikut:

Media Pembelajaran Flash Card


Media Pembelajaran Flash Card



Media Pembelajaran Flash Card


Referensi
Arsyad, A. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press.
Indriana, D. (2011). Ragam Alat Bantu Media Pengajaran. Yogyakarta: Diva Press.
Susilana, R., & Riyana, C. (2008) Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.
Suyanto, K. K. E. (2007). English for Young Learners Melejitkan Potensi Anak melalui English Class yang Fun, Asyik, dan Menarik. Jakarta: Bumi Aksara.


EmoticonEmoticon