Saturday, 31 March 2018

Kecerdasan Intrapersonal


Kecerdasan Intrapersonal
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

kecerdasan diri

Kecerdasan intrapersonal merupakan kajian tentang komunikasi yang terjadi dalam diri sendiri, tindak balas yang dilakukan ialah dalam internal diri sendiri. Menurut Sujiono (2009, hlm. 191) kecerdasan intrapersonal adalah “kemampuan diri untuk berpikir secara reflektif, yaitu mengacu kepada kesadaran reflektif mengenai perasaan dan proses pemikiran diri sendiri. Pendapat yang senada disampaikan oleh Lwin, Adam, dkk. (2008, hlm. 233) kecerdasan intrapersonal merupakan “kecerdasan mengenai diri sendiri. Kecerdasan ini adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri”. Amstrong (dalam Musfiroh, 2008, hlm. 9.3) menyatakan kecerdasan intrapersonal dapat didefinisikan sebagai “kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut”. Kecerdasan intrapersonal merupakan akses menuju kehidupan emosional seseorang dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan akan kekuatan serta kelemahan diri. Gunawan (2003, hlm. 238) mengemukakan bahwa “kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan diri sendiri”. Sedangkan Efendi (2005, hlm. 156) mengemukakan bahwa “kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan yang bergerak ke dalam, acces to one’s own feeling life (akses kepada kehidupan perasaan diri sendiri), dan kecerdasan dalam membedakan perasaan-perasaan secara instan”.
Berdasar sejumlah pendapat tersebut, dapat ditarik garis besar bahwa kecerdasan intrapersonal adalah kesadaran yang ada dalam diri dan kemampuan untuk beradaptasi sesuai dengan dasar dari pengetahuan tersebut. Orang-orang yang berkecerdasan intrapersonal tinggi cenderung menjadi pemikir yang tercermin pada apa yang mereka lakukan dan terus menerus membuat penilaian diri. Mereka selalu bersentuhan dengan pemikiran, gagasan, dan impian mereka serta mereka memiliki kemampuan untuk mengarahkan emosi mereka sendiri sedimikian rupa untuk memperkaya dan membimbing kehidupan mereka sendiri.
Kecerdasan intrapersonal melibatkan kemampuan untuk secara akurat dan realistis mencipakan gambaran mengenai diri sendiri (kekuatan dan kelemahan), kesadaran akan mood atau kondisi emosi dan mental diri sendiri, kesadaran akan tujuan, motivasi, keinginan, proses berpikir, serta kemampuan melakukan disiplin diri, mengerti diri sendiri, dan harga diri. Adapun kegiatan yang mencakup kecerdasan ini ialah berpikir, meditasi, bermimpi, berdiam diri, mencanangkan tujuan, refleksi, merenung, membuat jurnal, menilai diri, waktu menyendiri, proyek yang dirintis sendiri, dan menulis intropeksi.
Menurut Alder (2001, hlm. 79-97) kecerdasan intrapersonal memiliki tiga aspek, sebagai berikut:
1. Mengenali diri sendiri
a. Kesadaran diri emosional, yaitu bagian dari bebas buta emosi dan sebuah tanda keseimbangan serta kedewasaan.
b. Sikap asertif, yaitu keterampilan emosional untuk secara bebas dan tepat mengungkapkan pikiran, perasaan, pedapat, dan keyakinan.
c. Harga diri, yaitu karakteristik kecerdasan emosi yang menunjukkan penilaian diri yang tinggi dan merupakan sumber penting bagi rasa percaya diri.
d. Kemandirian, yaitu sebuah sifat yang kita hubungkan dengan orang-orang yang suka memulai sebagai ciri dari kecerdasan emosi, kita dapat menggambarkan orang yang bebas atau tidak bertanggung jawab.
e. Aktualisasi diri, yaitu menganggap rendah dan membatasi diri sendiri.
2. Mengetahui apa yang diinginkan
Orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal tinggi cenderung mengetahui apa yang mereka inginkan dan kemana tujuan hidup mereka. Untuk itu, mereka cenderung mendapatkan apa yang diinginkan dan mencapai tujuan mereka serta kenyataannya mereka berhasil.
3. Mengetahui apa yang penting
Kita memiliki kecenderungan yang sama untuk menilai kembali diri kita. Tujuan yang dipertimbangkan dan nilai-nilai yang mendasarinya akan menemukan urutan kepentingan sendiri.
Menurut Risang (2012, hlm. 75) karakteristik anak yang mempunyai kecerdasan intrapersonal, antara lain:
1. Tidak menganggu teman.
2. Mampu mengerjakan tugas sendiri.
3. Menunjukkan kebanggaan terhadap hasil karyanya.
4. Menggunakan barang orang lain dengan hati-hati.
5. Membantu membersihkan lingkungannnya.
6. Berhenti bermain pada waktunya.
7. Mengembalikan alat permainan pada tempatnya.
8. Melaksanakan tata tertib yang ada di sekolah.
Sedangkan Lwin, Adam, dkk. (2008, hlm. 240) menyatakan bahwa karakteristik anak yang mempunyai kecerdasan intrapersonal, sebagai berikut:
1. Menyadari tingkat perasaan atau emosinya.
2. Termotivasi sendiri dalam mengejar cita-citanya.
3. Dapat menertawakan kesalahannya sendiri dan belajar dari kesalahannya tersebut.
4. Mampu duduk sendiri dan belajar secara mandiri.
5. Memanfaatkan waktu berpikir dan merefleksikan apa yang dia lakukan, senang bekerja sendiri, dan cukup mandiri.
6. Memiliki harga diri yang tinggi dan keyakinan diri yang tinggi.
7. Memiliki kendali diri yang baik.
8. Duduk sendirian beberapa saat untuk berkhayal dan merefleksikan diri.
Adapun Alder (2001, hlm. 99) berpendapat bahwa kecerdasan intrapersonal memiliki indikator, di antaranya:
1. Anak berani mencoba sesuatu yang baru, terlihat percaya diri.
2. Anak memiliki keinginan yang kuat dalam melakukan kegiatan.
3. Anak memiliki pandangan yang realistis terhadap kekuatan-kekuatan dan kelemahan dirinya.
4. Anak memiliki tujuan yang sangat baik dalam kegiatan.
5. Anak melakukan permainan secara mandiri.
6. Anak secara akurat mengekspresikan perasaannya setelah permainan.
7. Anak memiliki self-esteem yang tinggi.

Referensi
Alder, H. (2001). Boost Your Intelligence. Jakarta: Erlangga.
Efendi, A. (2005). Revolusi Kecerdasan Abad 21. Bandung: Alfabeta.
Gunawan, A. W. (2003). Genius Learning Strategy. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.
Lwin, M., Adam, K., dkk. (2008). Cara Mengembangkan Berbagai Komponen Kecerdasan. Yogyakarta: Indeks.
Musfiroh, T. (2008). Pengembangan Kecerdasan Majemuk. Jakarta: Universitas Terbuka.
Risang, M. (2012). Kiat Sukses Menjadi Guru PAUD yang Disukai Anak-Anak. Yogyakarta: Araska.
Sujiono, Y. N. (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks.


EmoticonEmoticon