Sunday, 11 March 2018

Penilaian Kinerja Guru



Penilaian Kinerja Guru
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

menilai kinerja guru

Penilaian kinerja guru adalah suatu penilaian yang dilakukan kepada pihak manajemen sekolah dan para guru yang telah melakukan pekerjaannya. Menurut Mathis dan Jackson (dalam Fahmi, 2010, hlm. 65) penilaian kinerja merupakan “proses mengevaluasi seberapa baik karyawan mengerjakan pekerjaan mereka ketika dibandingkan dengan satu set standar, kemudian mengomunikasikan informasi tersebut”. Penilaian yang dilakukan tersebut nantinya akan menjadi bahan masukan yang berarti dalam menilai kinerja yang dilakukan dan selanjutnya dapat dilakukan perbaikan atau biasa disebut perbaikan yang bekelanjutan.
“Penilaian kinerja berlandaskan anggapan bahwa jika kinerja diteliti dan umpan balik diberikan, dorongan untuk bekerja lebih efektif seharusnya meningkat” (Attwood, 1999, hlm. 116). Adapun dimensi atau standar kerja guru yang dievaluasi menurut Supardi (2013, hlm. 69), antara lain:
1. Quantity of work yang bekenaan dengan volume pekerjaan yang dapat dikerjakan seorang guru.
2. Quality of work yang berkenaan dengan ketelitian dan kelengkapan hasil kerja.
3. Inisiatif berkenaan dengan keinginan untuk maju, mandiri, penuh tanggung jawab terhadap pekerjaannya.
4. Adaptability berkenaan dengan kemampuan guru untuk merespons dan menyesuaikan dengan perubahaan keadaan.
5. Cooperation berkenaan dengan kemampuan dan kemauan untuk bekerja sama dengan pimpinan dan sesama teman kerja.
Alasan diperlukannya penilaian kinerja yakni dalam rangka melakukan perbaikan yang berkesinambungan, maka suatu organisasi perlu melakukan penilaian kinerja, di mana penilaian kinerja tersebut memiliki sejumlah alasan. Terdapat sejumlah alasan dan pertimbangan untuk melakukan penilaian kinerja, sebagai berikut:
1. Penilaian kinerja memberikan informasi bagi pertimbangan pemberian promosi dan penetapan gaji.
2. Penilaian kinerja memberikan umpan balik bagi para guru untuk melakukan interopeksi dan meninjau kembali perilaku selama ini, baik yang positif maupun negatif untuk kemudian dirumuskan kembali sebagai perilaku yang mendukung tumbuh kembangnya budaya organisasi secara keseluruhan.
3. Penilaian kinerja diperlukan untuk pertimbangan pelatihan dan pelatihan kembali (retraining) serta pengembangan.
4. Penilaian kinerja dewasa ini bagi setiap organisasi merupakan suatu keharusan, apalagi jika dilihat tingginya persaingan antar sekolah.
5. Hasil penilaian kinerja lebih jauh akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam melihat bagaimana kondisi sekolah tersebut.
Berdasar sejumlah alasan dan pertimbangan tersebut maka semua itu diharapkan akan mampu memberi pengaruh pada peningkatan kinerja guru. Karena sebagaimana kita ketahui alasan paling utama dari diperlukannya penilaian kinerja adalah agar terciptanya peningkatan kualitas di sekolah dan pengaruhnya lebih jauh pada peningkatan produktivitas sekolah.
Dengan adanya penilaian dan umpan balik yang diberikan kepada pada guru, diharapkan guru dapat mengetahui sejauh mana prestasi kerja yang dihasilkan dan hasil tersebut dapat menjadi acuan serta motivasi untuk lebih baik lagi di waktu yang akan datang.

Referensi
Attwood, M. (1999). Manajemen Personalia. Bandung: Penerbit ITB.
Fahmi, I. (2010). Manajemen Kinerja. Bandung: Alfabeta.
Supardi (2013). Kinerja Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


EmoticonEmoticon