Wednesday, 23 May 2018

Media Pembelajaran Microsoft Power Point


Media Pembelajaran Microsoft Power Point
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

media pembelajaran presentasi

Microsoft power point merupakan software yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan Microsoft. Software ini merupakan salah satu program berbasis multimedia. Program ini dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi dengan berbagai fitur menu yang mampu menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik. “Hal yang menjadikan media ini menarik untuk digunakan sebagai alat presentasi adalah berbagai kemampuan pengolah teks, warna, dan gambar, serta animasi-animasi yang dapat diolah sendiri sesuai kreativitas penggunanya” (Daryanto, 2010, hlm. 163).
Pada prinsipnya microsoft power point terdiri atas sejumlah unsur rupa dan pengontrolan operasionalnya. Unsur rupa yang dimaksud terdiri atas slide, teks, gambar, dan bidang-bidang warna yang dapat dikombinasikan dengan latar belakang yang telah tersedia. Unsur rupa tersebut dapat diubah tanpa gerak, atau dibuat dengan gerakan tertentu sesuai keinginan. Seluruh tampilan pada program ini dapat diatur sesuai keperluan, apakah akan berjalan sendiri sesuai timing yang diinginkan, atau berjalan secara manual, yaitu dengan mengklik tombol pada mouse. “Biasanya jika digunakan untuk penyampaian bahan ajar yang mementingkan terjadinya interaksi antara peserta didik dengan guru, maka kontrol operasinya menggunakan cara manual” (Daryanto, 2010, hlm. 163).
Pengembangan media presentasi harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan media pembelajaran. Sejumlah prinsip berikut perlu dipertimbangkan ketika akan mengembangkan media presentasi menurut Daryanto (2010, hlm. 69), sebagai berikut:
1. Harus dikembangkan sesuai dengan prosedur pengembangan instruksional, karena pada dasarnya media presentasi ini  untuk keperluan pembelajaran.
2. Harus diingat bahwa media presentasi berfungsi sebagai alat bantu mengajar, bukan merupakan media pembelajaran yang akan dipelajari secara mandiri oleh siswa. Untuk itu, media presentasi tidak cocok jika digunakan sebagai bahan ajar yang bersifat pengayaan.
3. Unsur-unsur yang perlu didayagunakan pada media ini, yakni kemampuannya untuk menampilkan teks, grafis, warna, animasi, dan unsur audio visual. Sedapat mungkin unsur-unsur tersebut digunakan secara maksimal dalam presentasi yang dibuat.
4. Materi yang disajikan harus benar substansinya dan disajikan secara menarik.
Agar materi-materi pokok yang telah dirumuskan dapat dituangkan ke dalam media presentasi dengan baik, maka berikut Daryanto (2010, hlm. 70) mengemukakan sejumlah teknis rambu-rambu yang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Tentukan topik sesuai materi yang akan disampaikan.
2. Siapkan materi yang sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.
3. Identifikasi bahan-bahan materi tersebut untuk diseleksi mana yang sesuai dengan karakteristik media presentasi.
4. Tulis materi yang telah dipilih dalam kalimat yang singkat dan hanya memuat poin-poin penting saja.
5. Tuangkan pesan-pesan yang disajikan dalam berbagai format, seperti teks, gambar, animasi, dan audio visual.
6. Pastikan bahwa materi yang ditulis sudah cukup lengkap, jelas, dan mudah dipahami oleh siswa.
7. Sajikan isi materi secara urut dan sistematis agar mempermudah penyajian dan pesan mudah dipahami sasaran.
Penggunaan microsoft power point sebagai media pembelajaran memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya:
1. Penyajian menarik karena terdapat permainan warna, huruf, dan animasi.
2. Menarik perhatian siswa untuk lebih jauh mengetahui tentang bahan ajar yang tersaji.
3. Guru tidak perlu banyak menerangkan bahan yang disajikan.
4. Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan dan dapat dipakai secara berulang-ulang.
5. Dapat disimpan dalam bentuk data optik (flashdisk, compact disk) sehingga praktis untuk dibawa ke mana-mana.
Adapun kelemahan penggunaan microsoft power point sebagai media pembelajaran, antara lain:
1. Pada pembuatan dan penggunaan media microsoft power point perlu keterampilan khusus dari guru.
2. Perlu kreativitas dari guru untuk membuat presentasi yang menarik.
3. Penggunaan media presentasi terbatas pada jarak pandang siswa.

Referensi
Daryanto (2010). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.


EmoticonEmoticon