Thursday, 10 May 2018

Metode Delphi


Metode Delphi
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Metode delphi merupakan suatu metode yang pada prosesnya mengambil keputusan dengan melibatkan sejumlah pakar. Sejalan dengan itu, Foley, dkk. (1972) mengemukakan bahwa metode ini secara sistematis mengumpulkan pendapat dari sekelompok pakar melalui kuesioner, di mana terdapat mekanisme feedback melalui putaran pertanyaan yang diadakan sambil menjaga anonimitas tanggapan responden. Lebih lanjut, Harold (1975) bependapat metode delphi adalah teknik komunikasi terstruktur yang awalnya dikembangkan sebagai metode peramalan interaktif yang bergantung pada sejumlah ahli.
Metode delphi awalnya dikembangkan oleh Derikey dan asosiasinya yang bernama Rand Corporation di California pada tahun 1960-an. Metode delphi dikembangkan sebagai penyelaras proses komunikasi-komunikasi suatu kelompok sehingga dicapai proses yang efektif dalam medapatkan solusi yang kompleks. Obyek dari metode ini adalah untuk memperoleh konsesus yang paling reliabel dari sebuah kelompok ahli.
Secara umum, tujuan metode delphi untuk mengembangkan suatu perkiraan konsesus masa depan dengan meminta pendapat para ahli dan pada saat yang sama menghilangkan masalah komunikasi tatap muka. Lebih lanjut, metode delphi dapat digunakan untuk mencapai tujuan, sebagai berikut:
1. Menentukan atau mengembangkan sejumlah alternatif program.
2. Menjelajahi atau mengekspos asumsi yang mendasari atau informasi yang mengarah ke penilaian yang berbeda.
3. Mencari informasi yang dapat menghasilkan konsesus sebagai bagian dari kelompok responden.
4. Menghubungkan penilaian informasi pada topik yang mencakup berbagai disiplin
5. Mendidik kelompok responden mengenai aspek keberagaman dan saling keterkaitan berdasar pada topik.
Pada penggunaan metode delphi dibentuk tiga kelompok yang berbeda, yakni pembuat keputusan, staf, dan responden. Pembuat keputusan akan bertanggungjawab terhadap luaran dan kajian delphi. Sebuah kelompok kerja yang tersusun atas staf dan pembuat keputusan, bertugas mengembangkan dan menganalisis semua kuisioner, mengevaluasi pengumpulan data, dan merevisi kuesioner yang diperlukan. Adapun responden adalah para ahli yang bersedia untuk menjawab kuesioner.
Menurut Mansoer (1989, hlm. 72) ciri khas langkah-langkah pada proses metode delphi, di antaranya:
1. Masalah diidentifikasi melalui seperangkat pertanyaan yang disusun secara cermat oleh anggota kelompok yang diminta menyampaikan kesimpulan-kesimpulan potensial.
2. Kuesioner pertama diisi oleh anggota secara terpisah dan bebas tanpa mencamtumkan nama.
3. Hasil kuesioner pertama dihimpun, dicatat, dan diperbanyak.
4. Setiap anggota dikirim tembusan hasil kuesioner.
5. Setelah meninjau hasil, para anggota ditanyai lagi tentang kesimpulan-kesimpulan mereka. Hasil yang baru biasanya menggugah para anggota untuk memberikan kesimpulan yang baru.
6. Langkah ke-4 dan ke-5 dilakukan secara berulang, sampai tercapai suatu konsesus.
Secara lebih rinci, prosedur penggunaan metode delphi dijabarkan sebagai berikut:
1. Mengembangkan pertanyaan delphi
Hal ini merupakan kunci utama dari metode delphi. Apabila responden tidak memahami pertanyaan awal yang merupakan fokus dari metode delphi, mereka dapat menjawab dengan tidak tepat atau menjadi kehilangan minat.
2. Memilih dan menghubungi responden
Agar terjadi partisipasi yang efektif dari responden, maka responden harus merasa secara pribadi terlibat dalam pengambilan keputusan, mempunyai kesempatan untuk berbagi informasi, memiliki motivasi untuk terlibat dalam menyelesaikan jadwal dan tugas, serta merasa bahwa dalam pengumpulan pendapat dari responden meliputi informasi di mana mereka juga ikut menilai dan mengakses informasi.
3. Memilih ukuran contoh
Ukuran panel responden dapat berubah-ubah. Biasanya 10-15 responden cukup. Adapun jika sampel melebihi 30 orang, kelompok tidak akan efektif menghasilkan keputusan yang diharapkan.
4. Mengembangkan kuesioner satu dan tes
Pada kuesioner pertama dalam metode delphi mengizinkan peserta untuk menulis jawaban tentang isu permasalahan secara umum. Langkah ini memiliki sejumlah keuntungan, antara lain:
a. Waktu cukup untuk berpikir dan refleksi.
b. Menghindarkan pemusatan yang tidak perlu pada gagasan tertentu.
c. Menghindarkan kompetisi, tekanan status, dan penyesuaian isu.
d. Menghindarkan untuk memilih gagasan secara prematur.
e. Fleksibel dalam membiarkan peserta untuk menjawab pada waktu yang cukup luas.
f. Keadaan tanpa nama.
5. Analisis kuesioner satu
Pada langkah ini, kuesioner telah dikirim dan dikembalikan oleh responden. Analisis dari kuesioner menghasilkan suatu ringkasan daftar identifikasi item dan membuat komentar. Daftar ini mencerminkan pendapat awal responden mengenai variabel kunci.
6. Mengembangkan kuesioner dua dan tes
Untuk mengembangkan kuesioner dua, maka dibutuhkan penjelasan yang mudah dimengerti oleh responden. Kuesioner dua disusun dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dikumpulkan pada kuesioner satu. Karena jawaban responden pada kuesioner satu beraneka ragam, maka perlu disusun kalimat yang lebih mudah dipahami yang mewakili pertanyaan-pertanyaan responden pada kuesioner satu. Sebelum kuesioner dua dikirim ke responden, perlu dilakukan uji (pre-test) terhadap kuesioner dua dengan menggunakan responden di luar responden yang sebenarnya.
7. Analisis kuesioner dua
Analisis kuesioner dua sebaiknya menghitung jumlah suara untuk item dan meringkas komentar tentang materi di dalam suatu format yang menimbulkan pemikiran dan mudah untuk dipahami.
8. Mengembangkan kuesioner tiga dan tes
Tujuan sebenarnya dari metode delphi adalah untuk menghasilkan konsesus atas isu-isu penting pada kuesioner satu. Kuesioner dua berisi klarifikasi atas pertanyaan-pertanyaan responden yang teridentifikasi pada kuesioner satu dan mengetahui urutan (bobot) dari masing-masing pertanyaan. Adapun pada kuesioner tiga diharapkan dapat meminta peserta untuk meninjau ulang, menanggapi, dan menyatakan pertimbangan individu mereka terkait pentingnya masing-masing item.
9. Analisis kuesioner tiga
Analisis kuesioner tiga mengikuti prosedur yang sama dengan analisis kuesioner dua. Hal ini dilakukan untuk memastikan kejelasan dalam persiapan pada statemen hasil akhir sehingga individu yang tidak mengambil bagian pada metode delphi memahami kategori ringkasan dan dapat mengutarakan pemikiran.
10. Menyiapkan laporan akhir
Laporan akhir sebaiknya meringkas tujuan dan memuat seluruh proses yang telah dilakukan. Hal ini penting untuk menunjukkan bagaimana metode delphi mempengaruhi suatu konferensi, membuat keputusan/kebijakan, dan menunjukkan hasil akhir dari seluruh rangkaian metode delphi.
Kelebihan dari penggunaan metode delphi dalam penelitian, antara lain:
1. Hasil yang didapat terpercaya karena didapat dari para ahli.
2. Anonimitas dan isolasi memungkinkan kebebasan yang maksimal.
3. Opini yang diungkapkan para ahli akan cukup luas.
Sedangkan kelemahan dari penggunaan metode delphi dalam penelitian, di antaranya:
1. Memerlukan biaya yang cukup besar untuk mendatangkan para ahli.
2. Hasil yang didapat berdasarkan anggapan-anggapan/asumsi.
3. Tidak semua hasil didapat sesuai prediksi.
4. Membutuhkan waktu yang relatif lama.

Referensi
Foley, R. C., dkk. (1972). Dairy Cattle Principles, Practices, Problems, Profits. Philadelphia: LEA & Febiger.
Harold, A. L. (1975). The Delphi Method: Techniques and Applications. Mass: Adison-Wesley.
Mansoer, H. (1989). Pengantar Manajemen. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.


EmoticonEmoticon